Soal Rumor Akan Jadi Pelatih Italia, Cannavaro: Masa Depan Siapa yang Tahu

Soal Rumor Akan Jadi Pelatih Italia, Cannavaro: Masa Depan Siapa yang Tahu

 

Soal Rumor Akan Jadi Pelatih Italia, Cannavaro: Masa Depan Siapa yang Tahu

Agen Sbobet – Fabio Cannavaro mengungkapkan hasratnya untuk menjadi pelatih tim nasional Italia. Soal kansnya menjadi pelatih Gli Azzurri, dia bilang bahwa tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Italia akan ditinggal oleh Antonio Conte seusai Piala Eropa. Conte sudah menerima pinangan Chelsea, hingga posisi pelatih timnas pun lowong.

Beberapa nama sudah beredar untuk menjadi kandidat pelatih timnas Italia yang baru. Mulai dari Roberto Donadoni, sampai Roberto Mancini.

Pelatih yang mengantarkan Italia juara dunia tahun 2006, Marcelo Lippi, menambah satu nama yang menjadi kandidat lagi. Dia menyebutkan nama Cannavaro sebagai kandidatnya.

Saat berada di Jakarta usai bertanding Cladio Legend melawan Primavera Barreti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5/2016), Cannavaro ditanya mengenai hal itu.

Cannavaro memberikan jawaban yang diplomatis atas kemungkinan untuk menjadi pelatih Italia yang baru.

“Kami tidak tahu bagaimana masa depan. Saya sangat ingin melatih timnas Italia, tapi masa depan tidak ada yang tahu,” kata Cannavaro kepada pewarta.

 

Cannavaro Impikan Italia Lawan Prancis di Final Piala Eropa

Cannavaro Impikan Italia Lawan Prancis di Final Piala Eropa

 

Cannavaro Impikan Italia Lawan Prancis di Final Piala Eropa

Agen Sbobet – Eks pemain tim nasional Italia, Fabio Cannavaro, mempunyai final impian di ajang Piala Eropa 2016. Dia berharap Gli Azzurri akan berhadapan tim tuan rumah, Prancis.

Di Piala Eropa kali ini, Prancis masuk ke dalam Grup A. Mereka akan bersaing dengan Swiss, Romania, dan Albania, untuk meraih tiket ke 16 besar.

Sementara itu, Italia menempati grup yang boleh dibilang berat, Grup E. Tim ‘Biru Langit’ akan bersaing dengan Belgia, Republik Irlandia, dan Swedia, untuk mendapatkan tiket ke babak perdelapanfinal.

Harapan Cannavaro itu bisa saja buyar kalau Italia cuma menempati posisi tiga di klasemen Grup E, sementara Prancis menjadi pemenang Grup A. Keduanya berpeluang saling berhadapan di babak 16 besar.

Menjelang bergulirnya turnamen pada bulan Juni-Juli mendatang, Cannavaro mempunyai harapan agar Italia dan Les Bleus bisa saling berhadapan di Stade de France pada 10 Juli mendatang.

“Saya sangat berharap Italia bisa tampil di final bertemu Prancis dan menjadi juara. Itu akan jadi sangat menarik. Semoga saja,” ujar Cannavaro usai bertanding bersama Cladio Legend melawan Primavera Barreti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5).

“Prancis merupakan tim besar dan kuat. Pasti mereka ingin menang di kandangnya sendiri,” imbuhnya.

Final Piala FA: Mengulang Sejarah atau Membuat Sejarah Baru?

Final Piala FA: Mengulang Sejarah atau Membuat Sejarah Baru?

 

Final Piala FA: Mengulang Sejarah atau Membuat Sejarah Baru?

Bandar Poker – Ada ambisi yang sama dalam diri Alan Pardew maupun Louis van Gaal jelang pertandingan final Piala FA, Sabtu (21/5) malam nanti. Keduanya membutuhkan kemenangan untuk setidaknya menjadi jaminan masa depan mereka di klub.

Pardew lebih berpeluang dipecat seiring dengan hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir di Premier League. Akan lebih mudah buat manajemen Palace untuk merekrut manajer anyar, karena jumlah pelatih untuk menangani kesebelasan seperti Palace terbilang lebih mudah diakses.

Hal berbeda terjadi pada manajemen MU. Tidak sembarang pelatih bisa mengarsiteki kesebelasan berjuluk ‘Setan Merah’ itu. Belum terdengar ada kesepakatan dengan pelatih bernama besar. Terlebih, MU pun tengah mengalami peningkatan dalam permainan maupun hasil pertandingan. Tekanan ini yang mungkin saja membuat MU bermain lebih lepas.

Kalau MU menang, mereka akan mengulang sejarah seperti pada final 1990. Sementara itu, kalau Palace yang menang, ini akan menjadi trofi utama pertama mereka sepanjang didirikan pada 1905.

Menghadirkan Tim Kejutan

Piala FA punya atmosfer berbeda dengan Liga Primer Inggris. Selalu ada kesebelasan yang secara mengejutkan menjuarai kompetisi tertua di tanah Inggris ini.

Pada musim 2012/2013, Wigan Athletic yang terdegradasi secara mengejutkan berhasil mengandaskan Manchester City yang menempati peringkat kedua di liga. Selain itu, ada pula Portsmouth yang menjadi juara pada musim 2007/2008 setelah mengandaskan tim kejutan lainnya, Cardiff City dengan skor 1-0.

Selain tim yang juara, kesebelasan macam Everton, Stoke City, Hull City, dan Aston Villa, pun pernah masuk final dalam delapan musim terakhir. Artinya, meskipun menghadapi Manchester United, Palace masih punya peluang untuk meraih trofi utama pertama.

MU Unggul dalam Sejarah

Dalam lima pertemuan terakhir, Palace tak pernah menang atas MU dengan catatan sekali seri dan empat kali kalah. Ditambah lagi Palace punya masa lalu yang tak bisa dibilang menyenangkan di final Piala FA dan MU yang kala itu menjadi lawannya.

Kala itu, 8 April 1990, kemenangan 4-3 atas Liverpool mengantarkan Palace untuk pertama kalinya ke final Piala FA. Awalnya, mereka kemungkinan menghadapi lawan yang lebih mudah yakni Oldham Athletic yang mampu menahan imbang MU 3-3 di Old Trafford. Namun, dalam pertandingan ulangan, Oldham justru dikandaskan MU 1-2.

Kala itu, pertandingan ulangan baru dilakukan jika kedudukan seri hingga akhir babak tambahan waktu. Palace sempat unggul 3-2 setelah Ian Wright mencetak gol pada menit ke-92. Namun, keunggulan itu kandas setelah Hughes mencetak gol keduanya pada menit ke-109.

Lima hari kemudian di Stadion Wembley, satu gol Lee Martin pada menit ke-59, menjadi penentu kemenangan MU untuk meraih gelar Piala FA. Gelar tersebut sekaligus menjadi penyelamat Sir Alex Ferguson yang belum meraih trofi utama dalam lima tahun terakhir.

Pertandingan final pada 1990 tersebut bisa menjadi pemacu buat Van Gaal untuk menorehkan gelar serupa, setidaknya untuk mengamankan nasib Van Gaal sampai kontraknya habis di MU musim depan.

Menjawab Klaim Inggris, London, dan Piala FA sebagai Kiblat Sepakbola Dunia

Menjawab Klaim Inggris, London, dan Piala FA sebagai Kiblat Sepakbola Dunia

 

Menjawab Klaim Inggris, London, dan Piala FA sebagai Kiblat Sepakbola Dunia

Bandar Poker – Ini adalah soal London dan Piala FA. Yang satu adalah kota dengan berbagai cerita soal sepakbola, yang lainnya adalah turnamen tertua yang kaya cerita.

Keberhasilan Arsenal menggeser Tottenham Hotspur dari peringkat kedua Liga Primer Inggris adalah salah satu kisah utama pada akhir pekan yang lalu. Ini memang tidak seperti kesuksesan Leicester City menjuarai Liga Primer, namun bagi pendukung Arsenal maupun Spurs, St. Totteringham’s day ini adalah momen yang sangat penting.

St. Totteringham’s day adalah hari yang sudah terkenal. Hari tersebut adalah saat ketika suporter Arsenal merayakan keberhasilan mereka karena pada saat itu Spurs sudah tidak bisa lagi mengejar mereka di klasemen secara matematis.

Ini memang hanya melibatkan dua kesebelasan, Arsenal dan Spurs. Namun, jika kita melihat secara keseluruhan, sepakbola di Kota London memang sudah selalu menjadi sorotan. Masalahnya yang kemudian muncul adalah, siapa sebenarnya yang paling sukses di kota London? Dan apa efek sepakbola di kota London kepada sepakbola dunia secara keseluruhan?

Sebelum kita mendapatkan jawaban dari dua pertanyaan tersebut, kita bisa sedikit mengetahui terlebih dahulu mengenai sejarah sepakbola di ibukota Inggris tersebut.

Piala FA sebagai Tonggak Sejarah Sepakbola di Kota London

Budaya sepakbola di inggris sudah sangat kuat, terutama karena mereka mengaku sebagai leluhur sepakbola modern. Hal ini juga terjadi di London.

Sepakbola dimainkan hampir di seluruh kota tersebut. Di London, sepakbola tak melulu tentang olahraga, tapi juga ada unsur kekerasan, mabuk-mabukkan, gaya berpakaian, hingga politik di dalamnya. Jadi tak jarang, warga London mengaku kotanya sebagai kiblat sepakbola dunia.

Diawali pada akhir abad ke-19, mulai bermunculan sejumlah kesebelasan amatir di London dan sekitarnya. Namun, belum adanya kompetisi resmi saat itu, membuat kesebelasan amatir tersebut hanya rutin mengadakan pertandingan persahabatan. Belum adanya peraturan baku juga membuat setiap kesebelasan menentukan peraturan yang akan digunakan menjelang pertandingan.

Harrow School yang berada di wilayah Harrow on the Hill, sebelah tenggara London, merupakan pionir sepakbola modern. Sekolah tersebut menetapkan peraturan tentang sepakbola yang harus menggunakan kaki, kecuali penjaga gawang. Peraturan lainnya adalah penjaga gawang menggunakan sarung tangan dan mahkota untuk membedakannya dengan pemain outfield.

Akibat ketidakseragaman peraturan sepakbola di London, beberapa sekolah pun bertemu untuk membahas mengenai peraturan dasar sepakbola. Diadakan di The Freemasons’ Tavern di Great Queen Street, London, pada 26 Oktober 1863, mereka pun menyetujui sebuah peraturan dasar dalam permainan sepakbola dan membentuk lembaga khusus yang bernama The Football Association (FA).

Untuk meramaikan Kota London, FA membuat sebuah kompetisi yang diberi nama Football Association Challange Cup, yang sekarang kita kenal sebagai FA Cup atau Piala FA. Sampai sekarang pun kita mengenal Piala FA sebagai kompetisi sepakbola tertua di dunia.

Pertandingan final pertama Piala FA yang digelar saat itu, pada 16 Maret 1872, mempertemukan dua kesebelasan amatir, yakni Wanderers melawan Royal Engineers. Pertandingan berlangsung di Kennington Oval (sekarang lebih dikenal sebagai “The Oval” yang menjadi stadion kriket) yang dimenangi oleh Wanderers dengan skor 1-0.

Sementara pertandingan final pada akhir pekan ini (Sabtu, 21 Mei 2016, 23:30 WIB), yang mempertemukan Crystal Palace dan Manchester United, adalah final Piala FA ke-135.

Sejarah Beberapa Kesebelasan di Kota London

Pada tahun 1879, berdiri Fulham St. Andrews Church Sunday School FC yang kini lebih dikenal dengan nama Fulham. Kesebelasan ini menjadi kesebelasan profesional yang pertama berdiri di London, diikuti oleh Leyton Orient, Tottenham Hotspur, Queens Park Rangers, Millwall, Barnet, Brentford, Wimbledon, dan Woolwich Arsenal –yang kini berubah nama menjadi Arsenal– pada medio 1880-an.

Sementara itu, Chelsea, Charlton Athletic, Crystal Palace, dan Thames Ironworks –yang berubah menjadi West Ham United–, baru bergabung pada 1900-an.

Bergulirnya The Football League pada Maret 1888, membuat banyak kesebelasan asal London berdiri. Namun pada musim tersebut, kesebelasan asal London gagal membawa gelar juara, karena dimenangi oleh Preston North End asal Lancashire.

Pada musim 1904, Woolwich Arsenal menjadi kesebelasan London pertama yang sempat duduk di puncak klasemen, meski di akhir musim juara direngkuh oleh The Wednesday, asal kota Sheffield (sekarang menjadi Shefield Wednesday). Pada musim 1907, giliran Chelsea yang gagal juara setelah sempat duduk di puncak. Gelar juara akhirnya dimenangkan oleh Newcastle United.

Pada tahun 1915-1919, Football League vakum akibat perang dunia. Banyaknya pemain yang diharuskan berpartisipasi ke dunia militer membuat liga terhenti. Musim 1919-20, liga dimulai lagi dengan menghasilkan West Bromwich Albion sebagai juara. Sedangkan Chelsea mampu finis di peringkat keempat, menjadikan musim tersebut sebagai yang tersukses bagi mereka sejak mereka bergabung di Football League.

Sukses besar ditorehkan Arsenal pada era 1930-an. Mereka sukses menjadi juara sebanyak lima kali dalam sepuluh musim. Pada awal musim 1939/1940, London menempatkan lima wakil di antara 22 kesebelasan Football League. Mereka adalah Arsenal, Chelsea, West Ham, Charlton Athletic, dan Brentford. Namun pada pertengahan musim tersebut, liga terpaksa ditunda lagi akibat perang dunia kedua. Liga dilanjutkan pada musim 1946/1947, namun Brentford terpaksa turun ke divisi dua.

Siapa Rajanya Kota London?

Kota yang memiliki luas 1,570 km2 ini, untuk saat ini, ternyata sudah memiliki total 42 kesebelasan dari Liga Primer Inggris (level pertama) sampai Southern Football League Division One Central (level kedelapan).

Oh, ya, sebanyak itu? Bisakah Anda menyebutkan seperempatnya saja? Silakan jika mau berpikir dan menebak, tetapi jika Anda mau langsung mengetahui jawabannya, lanjutkan saja ke paragraf berikut ini.

Di Liga Primer 2015/16, London memiliki Arsenal, Chelsea, Crystal Palace, Tottenham, dan West Ham United. Kemudian di Divisi Championship 2015/16, ada Brentford, Charlton Athletic, Fulham, dan Queens Park Rangers.

Di League One 2015/16 ada Millwall saja, sementara di League Two 2015/16 ada AFC Wimbledon, Barnet, Dagenham & Redbridge (ini nama satu kesebelasan, bukan dua), dan Leyton Orient. Sisanya kita bisa menyebut dari Welling United sampai Corinthian-Casuals yang menginspirasi Sport Club Corinthians Paulista di Brasil.

Padahal kita belum menyebut kesebelasan yang sudah almarhum seperti Wanderers yang menjadi juara di Piala FA edisi pertama, Clapham Rovers, Wimbledon (tanpa AFC di depan nama mereka), Hayes, Nunhead, Croydon Athletic, dan 13 kesebelasan lainnya yang disebutkan pun kita mungkin tidak akan tahu.

Untuk menilai kesebelasan London yang paling sukses, kita bisa menyebutnya dari berbagai perspektif. Jika kita membicarakan gelar keseluruhan, Arsenal adalah rajanya London dengan koleksi 43 gelarnya di segala ajang resmi FA, UEFA, dan FIFA (Emirates Cup tidak masuk, ya). Kita bisa melihat tabel di bawah ini untuk mengetahuinya secara lengkap.

‘Setan Merah’ Ingin Sedekat Mungkin dengan Wembley

‘Setan Merah’ Ingin Sedekat Mungkin dengan Wembley

'Setan Merah' Ingin Sedekat Mungkin dengan Wembley

Agen Sbobet – Jelang final Piala FA, Manchester United menginap di hotel tidak jauh dari Stadion Wembley. Mereka ingin sedekat mungkin dengan stadion dihelatnya final itu.

Manajer United, Louis van Gaal, sendiri yang memutuskan untuk menginap tidak jauh dari stadion. Kini, para pemain United bisa melihat langsung Wembley dari tempat mereka menginap.

Van Gaal mengaku, ia pernah melakukan hal serupa ketika masih menangani Ajax Amsterdam di pertengahan 1990-an. Apa alasan manajer asal Belanda tersebut melakukannya?

“Kami memilih hotel ini karena kami bisa selalu melihat Stadion Wembley, supaya stadion itu selalu ada di benak para pemain, ini berkaitan dengan psikologi,” ujar Van Gaal kepada MUTV.

“Saya sudah pernah melakukannya juga bersama Ajax –para pemain bisa melihat stadion Besiktas ketika kami bermain di sana.”

“Kalian semua tahu, di Turki para pendukungnya selalu bising sepanjang hari. Jadi saya pikir, bagus kalau kami menginap dekat stadion dan hasilnya pun positif,” kata Van Gaal.

Dengan menginap dekat Wembley, tentunya skuat United bisa memangkas jarak untuk datang ke stadion. Dalam beberapa kunjungan terakhir ke London, dua kali United terjebak macet dan terlambat datang ke stadion, yakni ketika tandang ke markas Tottenham Hotspur dan West Ham United.

Kunjungan ke markas West Ham tidak berakhir menyenangkan. Lantaran telat, bus mereka pun berhadapan langsung dengan para pendukung The Hammers di luar stadion. Imbasnya, bus tersebut ditimpuki hingga kaca bagian luarnya pecah.

Saul: Ini Bukan Soal Balas Dendam

Saul: Ini Bukan Soal Balas Dendam

 

Saul: Ini Bukan Soal Balas Dendam

Agen Judi – Saul Niguez menepis anggapan bahwa Atletico Madrid menghadapi final Liga Champions melawan Real Madrid dengan niat untuk balas dendam. Sebaliknya, ini soal membuat sejarah.

Ya, sejarah. Apabila Atletico akhirnya keluar sebagai juara di final akhir pekan depan, 28 Mei 2016, mereka akan jadi juara baru, yang artinya untuk pertama kalinya dalam riwayat klub mereka sukses memenangi turnamen paling bergengsi antarklub Eropa itu.

Soal dendam, semua berbalik pada final dua tahun silam. Kala itu, pada laga yang berlangsung di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, Atletico sempat unggul lebih dulu, tetapi kalah 1-4 lewat babak perpanjangan.

Saul mengakui bahwa Madrid memang lebih diunggulkan. Namun, kalau memang mereka lebih diunggulkan, kata Saul, Los Blancos harus bisa menunjukkannya di lapangan.

“Jika Real Madrid adalah tim yang superior, mereka harus membuktikannya di lapangan,” ujarnya kepada Radio Marca.

“Final di Milan kali ini bukanlah laga ulangan dari Lisbon, ini juga bukan soal balas dendam, ini soal membuat sejarah.”

“Kami tahu bahwa Madrid adalah tim yang tangguh. Laga nanti bakal sulit, tapi kami hanya berpikir soal bagaimana caranya bisa menang,” kata gelandang berusia 21 tahun ini.

Atletico melaju ke final setelah menyingkirkan Barcelona dan Bayern Munich di babak perempatfinal dan semifinal. Ini membuat mereka dinilai punya kans sama besar dengan Madrid untuk menang di final.

Pendukungnya Dilarang Bawa Bendera Catalan, Barcelona Ajukan Banding

Pendukungnya Dilarang Bawa Bendera Catalan, Barcelona Ajukan Banding

 

Pendukungnya Dilarang Bawa Bendera Catalan, Barcelona Ajukan Banding

Barcelona – Pendukung Barcelona dilarang membawa dan mengibarkan bendera Catalan di final Copa del Rey. Kubu El Barca mengajukan protes dan banding atas keputusan tersebut.

Pemerintah Kota Madrid pada tengah pekan ini mengeluarkan larangan bagi pendukung Barcelona untuk membawa dan mengibarkan bendera Katalan (Estelada) dalam laga final Copa del Rey, Minggu (22/5/2016) di Vicente Calderon. Barcelona akan berhadapan dengan Sevilla dalam pertandingan tersebut.

Larangan membawa serta mengibarkan bendera Catalan tentu saja langsung diprotes kubu Barca. Mereka mengatakan kalau aturan tersebut sama saja dengan serangan terhadap kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat. Sebagai bentuk protes, Presiden Josep Maria Bartomeu disebutkan tidak akan menghadiri final.

Bukan cuma memprotes, Barcelona secara resmi sudah mengajukan banding ke pengadilan agar larangan itu dicabut.

“FC Barcelona pada hari ini (Kamis) sudah mengajukan banding secara administratif pada Pengadilan Madrid untuk melindungi hak yang mendasar dan permintaan untuk membatalkan perintah yang sebelumnya dikeluarkan oleh Pemerintah Community of Madrid,” demikian pernyataan resmi Barcelona.

“Perintah tersebut merupakan pelarangan kemunculan bendera Estelada di final Copa del Rey yang akan dilangsungkan Minggu, 22 Mei di Vicente Calderon, antara FC Barcelona dan Sevilla,” lanjut pernyataan itu dikutip dari FourFourTwo.

Bukan cuma Pemerintah Madrid dan Spanyol yang mempermasalahkan bendera Katalan. UEFA setidaknya sudah dua kali menjatuhkan sanksi denda pada Barcelona atas berkibarnya bendera tersebut di ajang yang mereka gelar. UEFA berpendapat bahwa Estelada merupakan simbol politik yang bersifat provokatif dan ofensif serta tidak berhubungan dengan kegiatan olahraga.

Van Gaal ; Piala FA lebih penting dibanding

Van Gaal: Piala FA Lebih Penting Dibanding Lolos Liga Champions

Van Gaal: Piala FA Lebih Penting Dibanding Lolos Liga Champions

Agen Judi – Louis van Gaal menyebut kalau memenangi Piala FA akan lebih penting buat pemainnya dibanding lolos ke Liga Champions.

Manchester United akan berhadapan dengan Crystal Palace di final Piala FA, Sabtu (21/5/2016) besok malam WIB. Laga yang akan dilangsungkan di Stadion Wembley itu akan luar biasa penting untuk ‘Setan Merah’ sebagai penebusan atas kegagalan-kegagalan mereka di musim ini.

Wayne Rooney dkk tidak dapat tiket ke Liga Champions musim depan setelah kalah selisih gol dari Manchester City. Namun mereka masih punya peluang menuntaskan musim dengan sebuah piala.

“Lolos (ke Liga Champions) bukanlah sebuah titel. Piala FA adalah sebuah titel,” ucap Van Gaal dalam sesi konferensi pers jelang laga tersebut.

“Itu penting untuk pemain. Mereka bisa melihat dan memegang piala itu, dan itu akan menjadi momen yang menggembirakan karena di Inggris Piala FA adalah gelar yang bergengsi,” lanjutnya dikutip dari BBC.

Laga final Piala FA disebut-sebut akan menjadi kesempatan terakhir Van Gaal membuktikan dirinya bakal bertahan lebih lama di Old Trafford. Terkait hal itu, Van Gaal menegaskan kalau dalam kondisi sekarang ini yang terpenting adalah didapatnya piala. Bukan masa depan sang manajer.

“Buat Manchester United (Piala FA) adalah trofi yang penting. Saya membaca kalau Piala FA terakhir yang dimenangi adalah pada 2004, itu sudah lama sekali.”

“Klub seperti Manchester United membutuhkan gelar juara. Tidak baik membicarakan kepentingan saya. Buat klub ini penting dan buat pemain ini sangat penting, itu jelas, buat manajer dan staf ini sangat penting. Tapi yang utama adalah klub.”

“Hal yang paling utama adalah kami mampu memenangi sesuatu. Kami sudah sangat dekat, tapi saat Anda gagal menang maka Anda tak mendapatkan apapun. Kami harus memenanginya, setelah itu Anda bisa bilang kalau itu merupakan titel pertama setelah periode Alex Ferguson,” papar Van Gaal.

Pengusaha China Akuisisi Aston Villa

Pengusaha China Akuisisi Aston Villa

 

Pengusaha China Akuisisi Aston Villa

Agen Bola – Kepemilikan Aston Villa telah resmi berpindah tangan. Klub yang baru saja terdegradasi dari Premier League itu diakuisisi oleh pengusaha China, Dr Tony Jiantong Xia.

Recon Group yang dimiliki Xia membeli 100% saham Villa dari pemilik sebelumnya, Randy Lerner. Penjualan Villa dilaporkan bernilai 60-70 juta poundsterling (sekitar Rp 1,17 triliun – Rp 1,37 triliun).

Setelah mengakuisisi Villa, Xia akan menjadi chairman Villa yang baru. Namun, dia harus lebih dulu menunggu persetujuan Football League atas akuisisi yang dilakukannya.

Pemilik Villa yang baru kabarnya menginginkan Roberto Di Matteo sebagai pelatih baru. Nama Nigel Pearson juga dihubung-hubungkan dengan mereka.

Agen Terbaik – “Target terdekat Dr. Xia adalah mengembalikan Aston Villa ke Premier League dan kemudian mengantarkan klub finis enam besar, mengembalikan sepakbola Eropa ke Villa Park,” tulis Aston Villa di situs resminya.

“Dia berencana menjadikan Aston Villa sebagai klub paling terkenal di China dengan basis fans yang besar.”

Villa terdegradasi setelah menempati posisi terbawah di klasemen akhir Premier League musim ini. Mereka cuma mengumpulkan 17 poin dalam 38 pertandingan.

Bambang Nurdiansyah: Saatnya Timnas Regenerasi

Bambang Nurdiansyah: Saatnya Timnas Regenerasi

 

Bambang Nurdiansyah: Saatnya Timnas Regenerasi

Agen Bola – Bambang Nurdiansyah menyarankan agar timnas Indonesia meregenerasi pemain untuk Piala AFF 2016. Hal itu dilakukan untuk menambah jam terbang pemain muda.

PSSI langsung mempersiapkan timnas setelah pembekuan dicairkan oleh Menpora dan sanksi dicabut oleh FIFA. Rencananya, federasi sepakbola Indonesia itu akan mengumumkan kandidat pelatih pada 23 Mei mendatang.

Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, menilai timnas tak perlu lagi dihuni oleh pemain-pemain tua. Tapi, menurutnya sudah saatnya pemain-pemain muda mendominasi skuat Merah-Putih.

“Saran saya, untuk timnas jangan pakai pemain-pemain tua, potong generasi. Pakailah anak-anak muda, seperti misalnya dari tim Indra Sjafri. Lupakanlah pemain-pemain yang senior. Biarlah mereka berkompetisi,” ujar Banur dalam acara diskusi Free Kick PSSI Pers bertajuk ‘Memburu Prestasi Timnas Indonesia Dalam Bising Organisasi’, Kamis (19/5).

Banur menilai, Indonesia memiliki banyak pemain-pemain muda bertalenta yang tak diberikan kesempatan. Sebab, timnas kebanyakan hanya memakai pemain yang itu-itu saja.

Oleh karena itu, regenerasi perlu dilakukan agar ada pembinaan usia muda yang bisa dipupuk hingga tahun-tahun mendatang.

“Mereka layak jadi timnas senior. Saya lihat selama ini pemain-pemain muda tidak dikasih kesempatan di klubnya karena bersaing dengan pemain asing. Inilah saatnya anak muda diberikan kesempatan. Boleh timnas diisi satu sampai dua pemain senior, tapi selebihnya pemain muda.”

Namun demikian, mantan pelatih PS Polri meminta untuk tidak melihat hasilnya, melainkan bagaimana proses pembinaan usia muda dilakukan.

“Jangan dilihat hasilnya, tapi bagaimana ke depannya. Pembinaan usia muda harus dilakukan. Tapi, tentu butuh keseriusan dari semua pihak,” kata dia.