Data Fakta Menarik Dari Kemenangan Spanyol Atas Turki

Data Fakta Menarik Dari Kemenangan Spanyol Atas Turki

 

 

Data Fakta Menarik Dari Kemenangan Spanyol Atas Turki

Agen Judi – Tanpa kesulitan, Soanyol meraih kemenangan tiga gol tanpa balas atas Kroasia dalam lanjutan Grup D Piala Eropa. Ada data dan fakta menarik dalam laga itu.

Dalam laga yang bergulir di Allianz Riviera, Nice, Sabtu (18/6/2016) dinihari WIB, Spanyol menang 3-0 atas Turki. Dua gol Spanyol dibuat oleh Alvaro Morata ditambah gol lewat Nolito.

Kemenangan itu memastikan Spanyol melangkah ke babak 16 besar Piala Eropa. La Roja menjadi tim ketiga yang lolos ke babak gugur setelah Prancis dan Italia.

Berikut data dan fakta dari kemenangan Spanyol atas Turki yang dirangkum Opta:

– Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam 10 pertandingan terakhir di Piala Eropa. Adalah Antonio Di Natale yang berhasil membobol gawang La Roja pada Juni 2012.

Sergio Ramos mendapatkan kartu kuning tercepat kedua (pada detik ke-58) di Piala Eropa setelah pemain Latvia, Aleksandrs Isakov, yang diganjar kartu kuning saat pertandingan baru berjalan 40 detik kala Latvia menghadapi Jerman pada 2004.

– Turki mendapatkan kartu kuning pertama dalam 17 pertandingan pada mayor turnamen sejak Piala Eropa 2000 (vs Italia).

– Nolito menjadi pemain ke-35 Spanyol yang cetak gol di Piala Eropa. Jumlah itu menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah Piala Eropa. Jerman mengikuti di urutan kedua dengan 34 pemain.

– Alvaro Morata dan Nolito mencetak tujuh gol terakhir dalam delapan gol Spanyol.

– Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam 18 jam dan 18 menit dalam pertandingan di putaran final Piala Eropa.

– Kekalahan 0-3 dari Spanyol menjadi kekalahan terbesar Turki dalam turnamen mayor sejak kalah 0-3 dari Denmark pada Piala Eropa 1996.

Ketika Polandia Sengaja Membiarkan Jerman Mendominasi

Ketika Polandia Sengaja Membiarkan Jerman Mendominasi

 

 

Ketika Polandia Sengaja Membiarkan Jerman Mendominasi

Bandar Judi – Jerman mendominasi permainan kala bertanding melawan Polandia, Jumat (17/6/2016). Namun, semua itu rupanya adalah bagian dari taktik Polandia yang sengaja membiarkan Jerman mendominasi.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Stade de France, Saint-Denis, tersebut ditandai dengan statistik yang cukup timpang antara kedua kesebelasan. Dalam catatan ESPNFC, Jerman mendominasi penguasaan bola hingga 63%.

Di luar itu, Jerman juga lebih banyak melepaskan attempts (percobaan untuk mencetak gol). Total, ada 15 attempts dilepaskan Jerman, meski hanya tiga yang mengarah tepat sasaran. Polandia sendiri hanya melepaskan 7 attempts dan tidak ada satu pun yang tepat sasaran.

Usai pertandingan, pelatih Polandia, Adam Nawalka, mengungkapkan bahwa ia memang sengaja menginstruksikan timnya untuk memberikan banyak ruang bagi Jerman. Itu adalah bagian dari taktik timnya.

Dengan membiarkan Jerman mendominasi, Polandia berharap bisa balas memukul lewat serangan balik. Oleh karenanya, kendati pun Jerman melepaskan banyak attempts, Nawalka tidak pernah khawatir gawang timnya bakal kebobolan.

“Jika Anda bertanya pada saya, saya tidak pernah khawatir bahwa kami bakal kebobolan,” ujar Nawalka seperti dilansir Reuters.

“Ada banyak periode di mana Jerman mengambil inisiatif, tapi kami memang sengaja memberikan ruang buat mereka supaya bisa keluar dari pressing mereka dan melakukan serangan balik.”

Dalam dua keikutsertaan terakhir di Piala Eropa, yakni pada 2008 dan 2012, Polandia selalu gagal lolos dari fase grup. Namun, setelah melihat timnya bermain melawan Jerman, Nawalka mengaku senang karena telah melihat kemajuan.

Ia pun optimistis, Polandia bakal lolos ke babak selanjutnya. Polandia kini mengoleksi nilai 4, sama dengan nilai milik Jerman, dan akan menghadapi Ukraina di laga terakhir. Ukraina sendiri sudah pasti tersingkir setelah gagal meraih poin dalam dua laga.

“Jerman adalah salah satu tim terbaik di dunia, baik secara kolektif atau individual. Ketika Anda bermain melawan Jerman di level setinggi ini, sangat memuaskan melihat bagaimana tim Anda telah berkembang,” kata Nawalka.

Kane: 2 Laga, 5 Tembakan, 1 Tepat Sasaran, 0 Gol

Kane: 2 Laga, 5 Tembakan, 1 Tepat Sasaran, 0 Gol

 

Kane: 2 Laga, 5 Tembakan, 1 Tepat Sasaran, 0 Gol

Agen Judi – Penggawa lini depan Inggris, Harry Kane, masih belum unjuk kebolehan di Piala Eropa. Dua laga sudah dilakoni, namanya tak ada di daftar pencetak gol.

Dalam dua pertandingan Inggris di Piala Eropa, Kane selalu menjadi starter. Dia bermain penuh saat Inggris diimbangi oleh Rusia. Sementara saat The Three Lions berhadapan dengan Wales, pemain 22 tahun itu bermain satu babak.

Di laga Inggris melawan Rusia yang dihelat di Stade Velodrome pada 12 Juni lalu, Kane gagal memberikan ancaman untuk penjaga gawang Igor Akinfeev. Dia dicatat oleh Whoscored melepaskan tiga sepakan ke gawang, tak ada yang on target.

Kane cuma melakukan 38 sentuhan sepanjang pertandingan, juga mencatatkan sebanyak 73,3 persen operan mencapai sasaran.

Sementara saat Inggris mengalahkan Wales dengan skor 2-1, Kane tak tampil optimal dengan hanya melakukan sebanyak dua kali percobaan ke arah gawang, satu tepat sasaran, selama babak pertama pertandingan yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (16/6/2016) malam WIB.

Manajer Inggris, Roy Hodgson, yang ingin melakukan perubahan strategi, lalu mengganti Kane dengan Jamie Vardy. Pada prosesnya, penyerang asal Leicester City itu cuma membutuhkan waktu selama 10 menit untuk mencatatkan gol.

Vardy dicatat oleh Opta membukukan gol itu disentuhan ketiganya. Gol itu menjadi satu-satunya tembakan Vardy saat bermain melawan Wales.

Sementara itu, Sturridge juga sudah menunjukkan diri pantas dibawa ke Prancis. Golnya di menit-menit akhir ke gawang Wales memastikan kemenangan Inggris. Striker asal Liverpool itu mampu melakukan empat sepakan ke gawang, satu menemui bidang dan berbuah gol.

Dengan catatan 25 gol yang diciptakan Kane bersama Tottenham Hotspur di Liga Inggris musim 2015-16, maka wajar kalau ada harapan tinggi padanya untuk bisa tampil cemerlang di Piala Eropa. Dia masih mempunyai kesempatan satu laga lagi di babak penyisihan grup Piala Eropa saat Inggris berhadapan dengan Slovakia pada 21 Juni mendatang di Stade Geoffroy Guichard.

AS Melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Ekuador

AS Melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Ekuador

 

AS Melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Ekuador

Bandar Judi – Amerika Serikat berhasil melaju ke semifinal Copa America Centenario 2016, setelah mengalahkan Ekuador dengan skor tipis 2-1.

Pada laga perempatfinal yang dihelat di CenturyLink Field, Seattle, Jumat (17/6/2016) pagi WIB, AS turun dengan kekuatan terbaiknya. Pelatih Juergen Klinsmann hanya melakukan satu pergantian yakni Matt Besler menggantikan DeAndre Yedlin yang terkena hukuman larangan bermain.

Sementara di kubu Ekuador, pelatih Gustavo Quinteros memasukkan Michael Arroyo untuk Jaime Ayovi.

Ekuador mengambil inisiatif serangan sejak awal tapi tembakan keras Jefferson Montero masih melayang di atas mistar gawang AS yang dikawal Brad Guzan.

Peluang bersih pertama AS langsung berbuah gol pada menit ke-22 lewat Clint Dempsey. Bola panjang dari Bobby Wood mengarah ke Jermain Jones yang langsung melepaskan crossing ke kotak penalti yang disambut tandukan Dempsey ke tiang jauh. AS unggul 1-0.

Ekuador pun terpancing menyerang dan mengurung AS namun usaha mereka kerap terbentur kokohnya pertahanan tuan rumah.

Keasyikan menyerang, gawang Ekuador malah hampir kebobolan ketika serangan balik pada menit ke-43 membuat Alejandro Bedoya dalam posisi bebas. Tapi sayang, sepakannya malah mengarah tepat ke pelukan Alexander Dominguez.

Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Selepas jeda, Ekuador langsung tancap gas tapi sepakan Aroyo masih bisa ditepis Guzan.

AS dan Ekuador sama-sama harus kehilangan pemainnya karena diusir keluar lapangan pada menit ke-53. Ekuador kehilangan kaptennya, Antonio Valencia, yang kedapatan menendang Bedoya dan mendapat kartu kuning kedua.

Kesal dengan aksi Valencia, Jones lantas mengkonfrontasi Valencia yang malah berbuah kartu merah untuknya.

Di menit ke-65 AS menggandakan keunggulan lewat Gyasi Zardes. Kombinasinya dengan Dempsey di kotak penalti mampu memecah pertahanan tim tamu dan Zardes dengan mudah menceploskan bola ke gawang Ekuador.

Ekuador memperkecil skor jadi 1-2 di menit ke-74 usai tembakan first time Arroyo dari dalam kotak penalti tak kuasa dihadang Guzan.

Hingga laga berakhir usaha Ekuador menambah gol sia-sia sehingga AS lah yang melaju ke semifinal dan akan menunggu Argentina atau Venezuela.

Susunan Pemain

AS: Guzan; Besler, Cameron, Brooks, Johnson; Zardes (Birnbaum 94′), Bradley, Jones, Bedoya (Zusi 81′); Dempsey (Beckerman 74′), Wood.

Ekuador: Dominguez; Paredes (Ayovi 82′), Mina, Erazo, W. Ayovi; Noboa (Orellana 62′), Gruezo (Ramirez 72′); A. Valencia, Arroyo, Montero; E. Valencia.

Ini Dia Calon Pelatih Baru Brasil

Ini Dia Calon Pelatih Baru Brasil

 

 

Ini Dia Calon Pelatih Baru Brasil

Agen Judi – Federasi Sepakbola Brasil (CBF) bergerak cepat mendatangkan pengganti Carlos Dunga yang dipecat. Adalah pelatih Corinthians, Tite, yang akan jadi pelatih baru ‘Tim Samba’.

Dunga dipecat menyusul tersingkirnya Brasil di fase grup Copa America Centenario 2016 usai kalah 0-1 dari Peru di laga terakhir.

Setelah memecat Dunga, CBF tak mau lama-lama menunggu pencari pengganti Dunga dan pada akhirnya mereka pun menunjuk Tite yang saat ini tengah melatih klub Brasil Corinthians.

Memang belum ada pengumuman resmi dari pihak Brasil, namun kubu Corinthians lantas mengklaim bahwa Tite tak lama lagi akan mengisi posisi yang ditinggalkan Dunga.

Meski demikian, kubu Corinthians kesal dengan cara pendekatan CBF yang tak woro-woro ke pihak klub melainkan langsung ke Tite.

“Profesor Tite tak lagi jadi pelatih Corinthians, dan dia tidak akan memegang tim di laga besok (Kamis),” ujar Presiden Corinthians Roberto de Andrade seperti dikutip Soccerway.

“Dia memberi tahu saya pertama kali. Sampai 2 jam lalu, saya kira dia tidak aka pergi dan saya terkejut,” sambungnya

“Cleber Xavier, Matheus, anaknya, dan Edu Gaspar juga akan ikut bersamanya.”

“Saya sangat kesal dengan cara CBF membawa Tite dari sini. Saya tidak pernah mendapat telepon dari presiden.”

“Kini, ketika segalanya sudah tuntas, dia baru coba menelpon saya. Tim nasional tidak pantas mendapatkan Tite, mereka tidak terbiasa bekerja dengan etika seperti Anda lihat bagaimana cara mereka mengambilnya dari klub.”

“Tite harus berterima kasih kepada semua orang di sini atas hasil kerjanya. Corinthians sudah banyak berkembang dan juga Tite,” tuntas Andrade.

Bernama lengkap Adenor Leonardo Bacchi, Tite selama kariernya banyak melatih klub-klub lokal Brasil dan sempat menangani dua klub Timur Tengah, Al Ain dan Al-Wahda.

Sejak 2010 hingga 2016, Tite melatih Corinthians dengan dua kali meraih gelar Liga Brasil, satu Copa Libertadores, dan juara Piala Dunia Antarklub usai mengalahkan Chelsea pada 2012. Dalam periode itu Tite sempat istirahat melatih setahun dan melanglang buana ke Eropa untuk belajar.

Tite sendiri sempat digadang-gadang jadi pelatih Brasil usai Piala Dunia 2014, namun CBF malah memilih Dunga.

Deschamps Akui Griezmann dan Pogba Tak Senang Dicadangkan

Deschamps Akui Griezmann dan Pogba Tak Senang Dicadangkan

 

Deschamps Akui Griezmann dan Pogba Tak Senang Dicadangkan

Agen Judi – Antoine Griezmann, Paul Pogba memulai laga dari bench saat Prancis mengalahkan Albania 2-0. Didier Deschamps tak menyangkal, keduanya tak senang dicadangkan.

Griezmann dan Pogba memang tampil buruk di laga pembuka Prancis kala mengalahkan Rumania 2-1. Media-media setempat mengkritik Griezmann dan Pogba dan menilai sebaiknya keduanya dicadangkan saja di laga berikutnya.

Dan benar, pemain Atletico Madrid dan Juventus itu tidak ada dalam starting XI Les Bleus. Deschamps melakukan perubahan dengan memasang Anthony Martial dan Kingsley Coman sebagai starter dengan formasi 4-2-3-1.

Hasilnya tidak seusai yang diharapkan. Prancis gagal mencetak gol di sepanjang babak pertama sehingga Deschamps kembali ke formasi sebelumnya dengan memasukkan Griezmann dan Pogba di babak kedua.

Keputusan itu terbukti tepat. Griezmann berhasil memecah kebuntuan setelah sundulannya membawa tim tuan rumah memimpin di menit 90. Sedangkan Pogba memulai serangan untuk menghasilkan gol kedua yang dibuat Dimitri Payet di detik-detik terakhir.

“Mencadangkan Paul Pogba merupakan keputusan terkait taktik saat kami melihat starting line-up Albania,” ungkap pelatih Prancis itu, yang dikutip Soccer Way. “Dengan sistem mereka, kami butuh dua scrapper di lapangan tengah. Paul Pogba bukan tipe seperti itu.”

“Dengan Antoine Griezmann — saya tahu dia tidak senang, begitu juga dengan Paul Pogba — tapi dia tampil bagus. Dia bermain selama 60 menit di laga pertama dan saya tahu dia sangat bagus kala bermain dari bangku cadangan.”

“Dia bermain selama setengah jam pada malam ini dan membuat perbedaan meskipun saya tahu dia akan ingin menjadi starter. Terkadang para pemain yang tampil dari bench bisa membuat perbedaan. Jadi ketika seseorang sedang tidak dalam level yang biasanya saya punya opsi untuk melihat bangku cadangan untuk membuat perbedaan,” imbuh Deschamps.

Alexis Sanchez Berlatih ala Rocky Balboa

Alexis Sanchez Berlatih ala Rocky Balboa

 

 

Alexis Sanchez Berlatih ala Rocky Balboa

Agen Judi – Pemain Chile Alexis Sanchez terus berlatih keras di tengah-tengah Copa America Centenario. Gayanya sudah seperti Rocky Balboa saja!

Pemain asal klub Arsenal itu memuluskan jalan Chile ke perempatfinal berkat sepasang golnya ke gawang Panama dalam kemenangan 4-2 di partai terakhir fase grup. Chile lolos sebagai runner-up Grup D di bawah Argentina.

Chile, juara Copa America 2015, kini akan berhadapan dengan Meksiko sang kampiun Piala Emas 2015 di babak perempatfinal yang dihelat di Levi’s Stadium, Santa Clara, Sabtu (18/6/2016) waktu setempat.

Menjelang laga yang memperebutkan tiket semifinal itu, Alexis terus berlatih keras. Ia pun memamerkannya lewat sebuah video di akun Instagram miliknya. Yang menarik Alexis berlatih bak Rocky, petinju fiktif nan populer yang diperankan aktor Sylvester Stallone.

Maka jadilah lagu “Eye of the Tiger” mengiringi aksi Alexis angkat beban di gym dan berlari di sejumlah tempat seperti pasir pantai, rerumputan (dengan efek video jadul!), juga di jalan raya dengan disemangati sejumlah suporter.

Agar gayanya semakin seperti Rocky, Alexis juga tak lupa menghadirkan salah satu adegan ikonik; berlari menapaki tangga ke atas Museum Seni Philadelphia, seperti halnya karakter Stallone di film.

Setelah sampai di bagian teratas, Alexis bahkan memperlihatkan aksinya melakukan shadow boxing, selain juga berpose di samping patung Rocky. Philadelphia sendiri merupakan kota tempat laga Chile melawan Panama lalu.

Jauh-Jauh Nonton Tim Bertanding di Prancis, eh, Malah Ketiduran di Stadion

Jauh-Jauh Nonton Tim Bertanding di Prancis, eh, Malah Ketiduran di Stadion

 

Jauh-Jauh Nonton Tim Bertanding di Prancis, eh, Malah Ketiduran di Stadion

Bandar Casino – Kami menginap dekat stadion dan kemudian ke bar di hotel tim, lalu terus saja minum-minum sebelum pertandingan. Sepertinya kami sudah menghabiskan 10-12 botol pint sebelum menutup dengan sebotol anggur, jadi mungkin itu bukan ide bagus.

“Saya tampaknya ketiduran di kursi sekitar setengah jam sebelum pertandingan dan baru terbangun setelah turun minum. Usai pertandingan teman-teman saya tidak mau langsung menunjukkan foto-fotonya dan kini saya benar-benar tak percaya,” tuturnya.

Pada awalnya ayah dua anak itu berangkat ke Prancis dengan harapan dapat tiket nonton pertandingan, mengingat Wales tampil di turnamen besar pertamanya dalam kurun waktu 57 tahun. Fakta bahwa ia kemudian tertidur di awal laga pun membuat Tansey dimarahi ibu dan istri.

“Ibu dan istri saya sudah melihat foto-foto itu dan mereka tidak senang. Setelah jauh-jauh ke Prancis, kelihatan tidak bagus saat Anda ketiduran di pertandingan pertama,” ucap Tansey.

“Mereka bilang, ‘Kamu sudah pergi jauh-jauh dan tidak bisa mengurus diri sendiri!’ Tapi sebenarnya bisa saja lebih buruk. Kan saya juga tidak sampai mengamuk rusuh seperti (suporter) lain di Marseille,” sebutnya.

Podolski Bela Aksi ‘Rogoh dan Garuk’ Loew

Podolski Bela Aksi ‘Rogoh dan Garuk’ Loew

 

 

Podolski Bela Aksi Rogoh dan Garuk Loew

Bandar Casino – Pelatih Jerman Joachim Loew kedapatan merogoh celana sendiri di tepi lapangan pertandingan lalu. Salah satu pemainnya, Lukas Podolksi, membela aksi itu.

Saat sedang serius memantau pertandingan Jerman lawan Ukraina, Senin (13/6/2016) dinihari WIB, Loew tiba-tiba merogohkan tangan ke bagian depan celananya sendiri. Ia juga terlihat membaui tangannya setelah aksi rogoh dan garuk tersebut.

Ia kemudian juga terlihat melakukan hal serupa, meski kali ini tangannya mengarah ke bagian belakang celana. Aksi rogoh dan garuk Loew itu lagi-lagi diakhiri dengan tindakan membaui tangannya sendiri.

Aksi Loew tersebut tidak luput dari pengamatan kamera di lapangan. Jadilah tindak-tanduknya menjadi salah satu bahan pembicaraan dalam pertandingan yang dimenangi Jerman dengan skor 2-0 tersebut.

Topik itu menjadi salah satu yang ditanyakan jurnalis dalam sebuah konferensi pers yang melibatkan Podolski. Penyerang 31 tahun dengan 128 caps dan 48 gol untuk Die Mannschaft itu menyebut tak ada masalah dengan aksi Loew.

[Baca juga: Aksi Loew Merogoh Selangkangan saat Jerman Hadapi Ukraina]

“Sekitar 80% dari Anda yang berada di sini pasti pernah menggaruk testikel Anda,” ucap Podolski disambut tawa dan tepuk tangan para jurnalis, seperti dikutip Reuters.

“Buat tim, tidak ada masalah dengan hal tersebut,” lanjutnya.

Islandia Dapat Satu Poin Setelah Bertahan 88 Menit

Islandia Dapat Satu Poin Setelah Bertahan 88 Menit

 

 

Islandia Dapat Satu Poin Setelah Bertahan 88 Menit

 

Bandar Casino – Cristiano Ronaldo mencibir Islandia yang cuma bertahan saat bermain imbang dengan Portugal. Gylfi Sigurdsson tak menangkal, karena timnya bertahan selama 88 menit.

Islandia menghadirkan salah satu kejutan terbesar hingga hari kelima Piala Eropa 2016. Berstatus debutan dan menjadi negara konstestan dengan jumlah penduduk paling sedikit, mereka bisa meredam Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Laga kedua tim yang digelar Rabu (15/6/2016) dinihari tadi tuntas 1-1.

Lebih dulu tertinggal karena gol Nani di menit 31, Islandia mampu menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui Birkir Bjarnason. Meski tak menang, debut Islandia di Piala Eropa berakhir dengan gemilang.

Sebagai tim yang tidak diunggulkan, Islandia memilih bermain bertahan dalam laga tersebut. Solidnya pertahanan Islandia membuat Portugal dan Ronaldo frustrasi. CR7 dibuat ‘beku’ dalam laga tersebut.

Soal tudingan bahwa timnya memainkan sepakbola bertahan, Sigurdsson tak menyangkal. Islandia malah disebutnya bertahan selama 88 menit.

“Itu satu poin yang hebat. Itu pertandingan yang luar biasa sulit – kami bertahan mungkin selama 88 menit. Dan mungkin Anda bisa mendengar kalau saya kehilangan suara saya, karena kami (pemain) harus banyak bekerja, banyak berlari tanpa bola. Tapi kami sudah menunjukkan kalau bisa lebih dari sekadar bertahan selama 90 menit menghadapi tim-tim ini. Itu menunjukkan karakter tim ini saat tertinggal 0-1 atas tim seperti Portugal dan tetap bertahan di pertandingan,” ucap Sigurdsson di situs resmi UEFA.

Catatan pertandingan Whoscored menunjukkan ketimpangan permainan kedua tim. Portugal lebih dominan dalam penguasaan bola (70,4% : 29,6%).

Pun begitu dalam membangun serangan: Ronaldo cs total melepaskan 26 tembakan, dengan sembilan di antaranya on target. Sementara Islandia hanya membuat empat tembakan, tapi seluruhnya mengarah ke sasaran. Upan sukses Portugal juga jauh lebih baik dibanding Islandia, yakni 89% berbanding 57%.

“Hebat rasanya melihat kami cukup baik bermain di level ini. Hebat rasanya mendapatkan poin dari pertandingan pertama. Kini ada dua pertandingan lagi – satu kemenangan mungkin akan cukup untuk lolos, tapi kami menuntaskannya secepat mungkin dan memenangi pertandingan selanjutnya untuk memastikan hal itu,” lanjut Sigurdsson.