‘Semoga Portugal Kini Melihat Wales dengan Berbeda’

‘Semoga Portugal Kini Melihat Wales dengan Berbeda’

 

 

Semoga Portugal Kini Melihat Wales dengan Berbeda

Agen Bola – Wales menduga Portugal sejak awal lebih ingin bertemu Wales dan bukan Belgia di semifinal. Neil Taylor berharap pandangan itu mulai berubah.

Wales dan Belgia saling berhadapan pada perempatfinal Piala Eropa 2016 di Stade Pierre-Mauroy, Sabtu (2/7/2016) dinihari WIB, dalam posisi Portugal sudah menanti di semifinal. Menilik komposisi skuat dan secara pengalaman di turnamen besar, Portugal bisa jadi lebih berharap Wales yang lolos dengan anggapan di atas kertas lebih mudah dihadapi.

Wales memang tak diunggulkan, mengingat statusnya sebagai debutan. Mereka juga tak punya sejarah besar di turnamen mayor, dengan sebelumnya cuma sekali tampil di Piala Dunia 1958 ketika finis di perempatfinal.

Sementara Belgia punya skuat yang mentereng, dengan bintang-bintang muda seperti Kevin de Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, Toby Alderweireld, dan Thibaut Courtois. Tim ini juga jauh lebih berpengalaman, sebelumnya tampil empat kali di Piala Eropa dan di 12 Piala Dunia.

Pada akhirnya hal-hal tersebut memang cuma sekadar catatan. Wales-lah yang tampil sebagai pemenang dengan skor meyakinkan 3-1 dan berhak ke semifinal.

Bek Wales Neil Taylor berharap hasil dan performa mereka akan membuat Portugal berpikir ulang tentang timnya.

“Sudah jelas untuk bisa mengatakan bahwa sekarang kami punya keyakinan bisa mengalahkan siapapun. Kami tidak berbohong ketika kami mengatakan hal-hal seperti ini,” kata Taylor dikutip Soccerway.

“Dan malam ini saya rasa kami layak menang, saya tidak merasa kami mencurinya. Saya bahkan tidak merasa ini seperti laga di Cardiff ketika kami mengalahkan mereka 1-0 dan sempat bertahan untuk periode yang lama.”

“Saya rasa di sini kami cukup meyakinkan dan untuk menang 3-1 rasanya ini luar biasa. Portugal mungkin sebelum pertandingan akan berpikir ‘Saya harap kami mendapatkan Wales dan bukan Belgia’, tapi semoga melihat di laga tadi mereka akan berpikir dengan berbeda sekarang,” imbuh penggawa Swansea City ini.

Loew: Pemenang Jerman vs Italia Favorit Juara

Loew: Pemenang Jerman vs Italia Favorit Juara

 

 

Loew: Pemenang Jerman vs Italia Favorit Juara

Agen Bola – Jerman akan berusaha keras untuk mengakhiri ‘kutukan’ Italia. Pelatih Jerman Joachim Loew merasa pemenang laga ini adalah kandidat kuat juara Piala Eropa 2016.

Dua kekuatan besar sepakbola itu akan saling berhadapan di laga perempatfinal yang digelar di Stade Malmut-Atlantique, Bordeaux, pada Minggu (3/7/2016) pukul 02.00 WIB.

Die Mannschaft kini dinanti pembuktian. Dalam sejarahnya, Jerman tidak sanggup mengalahkan Italia di turnamen besar, begitupun saat menjuarai Piala Dunia 2014. Sukses tersebut didapat Bastian Schweinsteiger dkk. ketika Italia tersungkur di fase grup.

Kekalahan terakhir Jerman atas Gli Azzurri terjadi juga di Piala Eropa, di babak semifinal empat tahun lalu dengan skor akhir 1-2. Namun, Jerman layak optimistis karena sejak saat itu mereka tidak terkalahkan dari Italia dalam dua partai ujicoba yang berakhir 1-1, November 2013 dan menang 4-1 pada Maret 2016.

Di turnamen ini, performa Italia patut diacungi jempol. Tampil tanpa status favorit juara, tim besutan Antonio Conte ini berhasil keluar sebagai juara grup, sebelum menyingkirkan juara dua kali beruntun Spanyol secara meyakinkan dengan skor 2-0 di 16 besar.

“Sudah lebih dari beberapa hari terakhir kami menganalisa Italia, menyaksikan pertandingan mereka dan sadar bahwa mereka tidak hanya bertahan. Tapi punya banyak situasi dalam penyerangan juga,” ungkap Loew di Football Italia.

“Kami mesti menemukan keseimbangan di depan dan di belakang. Jadi kami perlu menciptakan banyak peluang tanpa melakukan kesalahan. Kami harus akurat, karena kami tidak akan mendapatkan banyak peluang mencetak gol seperti saat melawan Irlandia Utara.”

“Sekarang ini semuanya bergantung pada pemain. Kami percaya diri, karena ada banyak keyakinan dalam tim,” lanjut Loew.

“Target utamanya adalah memenangi turnamen ini dan semua tim memiliki kualitas. Saya percaya siapapun yang memenangi pertandingan ini dia akan menjadi favorit untuk mengangkat trofi juara.”

 

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

 

 

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

Agen Bola – Punya skuat yang jauh lebih bagus, Belgia secara mengejutkan disingkirkan Wales. Thibaut Courtois tak tahan untuk tak mengkritik pelatih Belgia Marc Wilmots.

Pada laga perempatfinal di Stade Pierre-Mauroy, Lille, Sabtu (2/7/2016) dinihari WIB, Belgia sempat memimpin lebih dulu sebelum dibuat Wales bertekuk lutut 1-3. Meski Belgia unggul penguasaan bola, tapi Wales lebih mengancam.

Belgia memiliki ball possession dengan perbandingan 52:48, tapi hanya menciptakan 14 percobaan [4 mengarah ke gawang]. Sedangkan Wales sukses melahirkan 15 percobaan [7 mengarah ke gawang].

Radja Nainggolan membuka keunggulan Belgia di menit 13. Wales lantas menyamakan skor melalui Ashley Williams di menit 30 untuk mengakhiri paruh pertama dengan skor imbang 1-1.

Di babak kedua, Wales menambah dua gol lain dari Hal Robson-Kanu sebelum memastikan kemenangan sekaligus mengirim Belgia pulang lewat gol Sam Vokes lima menit jelang bubaran.

“Ini adalah kesempatan yang mungkin kami tidak bisa mendapatkannya lagi. Aku sudah memberi pendapatku di ruang ganti. Dia harus membuat keputusannya sendiri,” jawab kiper Belgia itu saat ditanya apakah Wilmots mesti mundur atau tidak.

Courtois dan Wilmots sempat bertengkar setelah Belgia dikalahkan Italia 0-2 di laga pertama fase grup. Kiper yang memperkuat Chelsea ini tidak senang Wilmots memakai taktik yang sama dalam kekalahan atas Wales ini.

“Aku sudah menunjuk di mana area yang mesti diperbaiki usai pertandingan,” sebut Courtois kepada Rtbf. “Kami harus tetap cerdas. Kami masih muda dan masih masih akan bermain bersama-sama dalam waktu yang lama.”

“Tapi ini adalah sebuah kekecewaan karena kami memiliki sebuah kesempatan emas untuk maju ke final.” Demikian diwartakan ESPNFC.

Akankah Wales Kembali Redam Belgia?

Akankah Wales Kembali Redam Belgia?

 

 

Akankah Wales Kembali Redam Belgia?

Bandar Poker – Wales, yang sebelum lolos ke putaran final Piala Eropa termasuk “anak bawang” di Eropa, faktanya berhasil meredam dominasi Belgia di babak kualifikasi.

Keduanya tergabung di Grup B bersama Bosnia Herzegovina, Israel, Siprus, dan Andorra. Belgia finis sebagai pemuncak klasemen, Wales lolos sebagai runner-up grup.

Tahukah Anda bahwa satu-satunya kekalahan yang diderita Belgia di babak kualifikasi tersebut adalah saat mereka menghadapi Wales. Pada 12 Juni 2015 di Stadion Cardiff City, Cardiff, Wales menekuk “Setan Merah” dengan skor 1-0, via gol tunggal Gareth Bale.

Di pertemuan mereka yang pertama, Wales berhasil menahan imbang Belgia tanpa gol (0-0) di Brussels.

Tengah malam nanti, atau Sabtu (2/7) pukul 02.00 WIB, kedua kesebelasan kembali bertemu, kali ini di babak perempatfinal Piala Eropa 2016. Siapa yang tampil sebagai pemenang, sekaligus membuktikan bahwa mereka lebih baik dibanding rivalnya itu?

Ronaldo Berharap Messi Tak Jadi Pensiun dari Timnas

Ronaldo Berharap Messi Tak Jadi Pensiun dari Timnas

 

 

Ronaldo Berharap Messi Tak Jadi Pensiun dari Timnas

Bandar Poker– Keputusan Lionel Messi untuk pensiun dari timnas Argentina disebut telah membuat dunia sepakbola merasa kehilangan. Messi juga diharapkan akan berubah pikiran terkait hal itu.

Pendapat tersebut diungkapkan oleh Ronaldo, mantan striker Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan timnas Brasil. Tapi, pemenang Piala Dunia 1994 dan 2002 itu juga mengingatkan bahwa keputusan Messi harus dihormati.

“Itu adalah pilihan yang sangat pribadi dari Messi dan kita harus menghormatinya,” ujar Ronaldo kepada Xinhua.

Messi mengejutkan banyak orang ketika dia mengumumkan pensiun dari timnas Argentina pada Minggu (26/6/2016) lalu. Penyerang berusia 29 tahun itu melakukannya setelah Argentina kalah adu penalti dari Chile di final Copa America Centenario.

Messi sudah empat kali kalah di final bersama Argentina. Sebelumnya, dia juga harus puas dengan predikat runner-up di Copa America 2007, Piala Dunia 2014, dan Copa America 2015.

“Kita semua merasa ditinggalkan oleh Messi dan berharap dia bisa mengubah keputusannya,” kata Ronaldo.

Del Bosque Sedang Tak Akur dengan Casillas

Del Bosque Sedang Tak Akur dengan Casillas

 

 

Del Bosque Sedang Tak Akur dengan Casillas

Bandar Poker – Hubungan Vicente del Bosque dan Iker Casillas retak. Seluruh skuat Spanyol dikirimi pesan oleh Del Bosque tentang pengunduran dirinya, kecuali Casillas.

Pelatih berusia 65 tahun itu baru saja melepas jabatannya sebagai pelatih timnas Spanyol. Menyusul hasil buruk di Piala Eropa 2016, di mana La Furia Roja tersingkir di babak 16 besar usai ditekuk Italia 0-2.

Pengunduran diri Del Bosque berarti mengakhiri jalinan kerjasamanya dengan Spanyol selama tujuh tahun. Dalam periode tersebut, Del Bosque membawa Spanyol ke masa kejayaan dengan menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Akan tetapi, di turnamen yang terakhir hubungan Del Bosque dan kapten Spanyol itu memburuk. Pasalnya, Del Bosque memilih David de Gea sebagai kiper nomor utama menggusur Casillas yang sudah bertahun-tahun memiliki status tersebut.

Dalam empat pertandingan Spanyol di Piala Eropa 2016, mantan kiper Real Madrid itu sama sekali tidak bermain. Bisa jadi Casillas kecewa karena turnamen itu mungkin saja yang terakhir baginya mengingat usianya sudah mencapai 35 tahun.

“Dengan rekan-rekan setimnya dia baik-baik saja, benar. Tapi dengan staf pelatih biasa-biasa saja,” ungkap Del Bosque kepada El Larguero, yang dikutip Soccer Way. “Itulah mengapa satu-satunya pemain yang tidak saya kirimi pesan adalah Casillas.”

“Dia marah dengan saya, tapi juga dengan [pelatih fisik] Javier Minano atau [assisten pelatih] Toni Grande. Dengan orang lain, dia baik. Dia hanya marah dengan kami.”

“Tentu saja dia kecewa atau tidak senang dengan saya dan saya memahami hal itu. Dia berpikir kami sudah melakukan hal yang salah. Tapi kami harus bangga dengan seorang pemain yang sudah mengoleksi 167 caps dengan tim nasional. Saya tidak percaya tiga atau empat pertandingan akan menodai reputasi dia,” sambung Del Bosque.

“Casillas tidak mengecewakan saya. Saya memiliki apresiasi besar untuk dia. Saya sudah mengenal dia ketika dia masih berusia sembilan tahun.”

Rekor Impresif Polandia vs Tuah Fernando Santos

Rekor Impresif Polandia vs Tuah Fernando Santos

 

 

Rekor Impresif Polandia vs Tuah Fernando Santos

Agen Bola – Satu tempat di babak semifinal akan diperebutkan Polandia dengan Portugal. Kedua negara dibekali dengan tren apik. Siapa yang akan lolos?

Duel perempatfinal antara Polandia kontra Portugal akan digelar di Stade Velodrome, Marseille, Jumat (1/7/2016) pukul 02.00 WIB. Ini akan menjadi pertemuan kesebelas kedua negara.

Polandia baru saja mengukir sejarah dengan melaju ke perempatfinal pertama di Piala Eropa. Tim besutan Adam Nawalka ini masih berupaya untuk memperbaiki prestasi ini untuk menyamai pencapaian terbaik di turnamen besar kala lolos hingga semifinal Piala Dunia 1982.

Sementara itu, Portugal tengah mencari penebusan setelah tersingkir di babak grup Piala Dunia 2014. Di turnamen Eropa ini, Seleccao das Quinas lebih hoki dengan mencapai tiga semifinal dalam empat edisi terakhir.

Polandia memiliki rekor pertemuan apik melawan Portugal dalam 10 tahun terakhir. Namun, sejak Portugal dilatih Fernando Santos, mereka belum kalah di laga kompetitif.

Berikut fakta-fakta seputar pertandingan Polandia vs Portugal yang dirangkum Opta:

– Ini akan menjadi pertemuan ketiga antara Polandia dan Portugal di sebuah turnamen besar, yang pertama di Piala Eropa. Mereka masing-masing menang sekali: 1-0 untuk Polandia di Piala Dunia 1986 dan 4-0 untuk Portugal di Piala Dunia 2002.

– Polandia tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir melawan Portugal [menang 1, seri 2].

– Enam gol Portugal terakhir melawan Polandia semuanya tercipta di babak kedua.

– Portugal adalah satu-satunya tim yang mencapai perempatfinal di setiap turnamen Eropa sejak 1996 [6 kali berturut-turut]. Mereka memiliki peluang untuk mencapai semifinal yang kelima dalam tujuh kali partisipasinya di Piala Eropa.

– Polandia tidak pernah mencetak lebih dari satu gol di laga Piala Eropa [10]. Sesungguhnya, tidak ada dari 10 pertandingannya di kompetisi ini yang menghasilkan lebih dari dua gol [mencetak gol + kebobolan].

– Polandia adalah tim dengan produktivitas gol paling rendah di antara tim-tim yang lolos ke perempatfinal [3 gol dalam 4 pertandingan].

– Polandia belum pernah tertinggal di sebuah pertandingan dalam Piala Eropa kali ini. Mereka juga baru kebobolan satu gol dalam empat pertandingan.

– Kemenangan terakhir Polandia di fase gugur sebuah turnamen besar tanpa melalui adu penalti adalah saat mengalahkan Prancis 3-2 di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1982.

– Portugal telah menjalani pertandingan terbanyak dalam sejarah Piala Eropa tanpa pernah memenanginya: 32 pertandingan, 0 trofi.

– Portugal tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan kompetitif di bawah Fernando Santos [menang 8, seri 3]. Seluruh kemenangan tersebut ditentukan dengan satu gol saja [termasuk kemenangan di babak tambahan waktu melawan Kroasia].

– Tiga gol terakhir yang bersarang di gawang Portugal di Piala Eropa tercipta dalam pola yang sama: semuanya dicetak dari set-piece dan dari luar kotak penalti.

– Robert Lewandowski mencetak gol di menit ke-17 pada pertandingan pertama dia di Piala Eropa [melawan Yunani di 2012]. Sejak saat itu, dia selalu gagal mencetak gol atau menciptakan assist di kompetisi ini dalam 643 menit.

– Jakub Blaszczykowski sudah terlibat dalam lima gol Polandia di dua Piala Eropa terakhir [3 gol, 2 assist].

– Cristiano Ronaldo sudah memainkan lebih banyak pertandingan daripada pemain lainnya di putaran final Piala Eropa [18]. Dia kini hanya terpaut satu gol dari rekor gol terbanyak Michel Platini [9] di kompetisi ini.

– Ronaldo hanya mencetak dua gol dalam 12 pertandingan di fase gugur dalam sebuah turnamen besar [semifinal Piala Eropa 2004, perempatfinal Piala Eropa 2012]. Dia juga sudah mencoba 40 tembakan bebas langsung di turnamen besar dengan Portugal tapi belum juga berhasil mencetak gol dari usaha tersebut.

– Ricardo Quaresma adalah pemain pengganti paling subur di Piala Eropa 2016 dengan sumbangan satu assist [vs Hongaria] dan satu gol [vs Kroasia] setelah main dari bangku cadangan.

Del Bosque Diharapkan Terus Latih Spanyol

Del Bosque Diharapkan Terus Latih Spanyol

 

 

Del Bosque Diharapkan Terus Latih Spanyol

Agen Bola – Vicente del Bosque akan membahas masa depannya setelah timnas Spanyol tersingkir dari Piala Eropa 2016. Dia diharapkan tetap bersedia melatih La Furia Roja.

Del Bosque adalah orang yang sukses mengantarkan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010. Dua tahun kemudian, dia memimpin tim Matador mempertahankan gelar Piala Eropa.

Akan tetapi, dalam dua turnamen besar terakhir, Spanyol mengalami kegagalan. Usai kandas di fase grup Piala Dunia 2014, Spanyol tersisih di babak 16 besar Piala Eropa 2016. Andres Iniesta dan kawan-kawan harus pulang dari Prancis setelah dikalahkan Italia 0-2.

Terkait masa depannya, Del Bosque akan bicara dengan Ketua Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Angel Maria Villar. Banyak pihak yang menduga dia akan mengundurkan diri.

Sejumlah nama pun mulai disebut-sebut sebagai calon pengganti Del Bosque. Salah satunya adalah Joaquin Caparros, yang pernah menangani Villarreal, Sevilla, Athletic Bilbao, Mallorca, dan beberapa klub lain.

Akan tetapi, Caparros justru berharap Del Bosque tetap menangani timnas Spanyol.

“Saya akan senang jika Del Bosque tetap melatih dan memimpin tim ke Piala Dunia (2018) di Rusia,” ujar Caparros kepada Marca.

“Dia sudah menjadi abdi dan duta yang hebat untuk Spanyol dan saya pikir hal terbaik untuk sepakbola Spanyol adalah dia tetap bertahan,” tambahnya.

“Akan tetapi, tentu saja saya akan senang untuk melatih tim nasional. Setiap pelatih akan merasa terhormat menerima pekerjaan ini,” kata pria berusia 60 tahun itu

Trio BBC Italia Bikin Hummels Terkesan

Trio BBC Italia Bikin Hummels Terkesan

 

 

Trio BBC Italia Bikin Hummels Terkesan

Agen Bola – Mats Hummels mengakui kalau Italia memang punya barisan pertahanan yang amat bagus. Namun bek Jerman itu tetap berharap timnya bisa menembusnya.

Italia baru kebobolan satu gol di sepanjang gelaran Piala Eropa 2016. Satu gol yang bersarang di gawang Italia terjadi di laga melawan Republik Irlandia di mana Antonio Conte melakukan sembilan perubahan terhadap susunan pemain intinya, termasuk kiper.

Keberadaan trio BBC –Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini– menjadi salah satu faktor di balik ketangguhan tembok Gli Azzurri. Ketiganya berdiri di depan Gianluigi Buffon yang sampai saat ini juga belum kebobolan.

Ketangguhan pertahanan Italia akan jadi ujian bagi Jerman di laga perempatfinal, Sabtu (2/7/2016). Meski mengakui kualitas lini belakang Italia, Hummels berharap Mario Gomez, yang sudah mencetak dua gol dari tiga kali penampilan di Piala Eropa 2016, bisa menembusnya.

“Saya sangat terkesan dengan pertahanan Italia. Bukan cuma Bonucci, tapi juga Barzagli dan Chiellini. Mereka jelas ada di antara bek tengah terkuat di dunia,” ujar Hummels seperti dikutip dari Soccerway.

“Saya harap setelah pertandingan, saya mungkin akan punya pertandingan yang lebih baik, karena Mario (Gomez) mencetak gol ke gawang mereka,” harapnya.

Selain Italia, Jerman juga menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Piala Eropa kali ini. Jerman sama sekali belum pernah kebobolan selama empat laga yang sudah mereka mainkan.

Tangguhnya pertahanan Jerman membuat mereka dibanding-bandingkan dengan Italia. Namun Hummels menilai pertahanan kedua tim tetap berbeda.

“Anda bisa melihat itu (perbandingan) sebagai pujian. Saya tidak tahu, apakah mungkin untuk membandingkan karena mereka mengimplementasikan gaya bermain Catenaccio, yang tidak berhasil untuk kami karena kami suka menekan lebih awal dan mencoba menjauhkan lawan dari gawang,” ucap Hummels yang musim depan akan bermain untuk Bayern Munich itu.

“Saya percaya bahwa kami ada di jalur yang tepat untuk jadi juara,” katanya menambahkan.

Portugal yang Makin Nyetel Siap Melaju Sejauh Mungkin

Portugal yang Makin Nyetel Siap Melaju Sejauh Mungkin

 

 

Portugal yang Makin Nyetel Siap Melaju Sejauh Mungkin

Bandar Judi – Winger Portugal, Nani, menyebut bahwa timnya sudah makin padu seiring dengan berjalannya Piala Eropa. Dengan semangat itu, Portugal bertekad untuk terus melaju.

Langkah Portugal selama fase grup tak terlalu mulus. Mereka meraih tiga hasil imbang, hanya mencetak empat gol, dan lolos ke babak 16 besar setelah menjadi salah satu tim peringkat tiga terbaik.

Portugal lantas menembus perempatfinal dengan menyingkirkan Kroasia. Mereka lolos setelah membukukan kemenangan 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Semangat tim yang makin membara disebut Nani menjadi kunci kebangkitan Portugal. Dia pun menyebut Portugal siap melaju lebih jauh lagi.

“Kami sudah menunjukkan kebersamaan dan kami menuju arah yang sama. Saya katakan bahwa bagi saya, ini adalah waktu terbaik dalam tim nasional untuk kelompok yang kami punya,” ujar Nani seperti dikutip dari Reuters.

“Ini sudah menjadi salah satu faktor yang membuktikan bahwa kami jauh lebih kuat daripada sebelumnya dan bahwa kami dalam kondisi yang bagus untuk melaju sejauh mungkin.”

Pertandingan melawan Hongaria di laga terakhir fase grup disebut Nani menjadi titik balik Portugal. Di laga tersebut, Portugal yang tiga kali tertinggal mampu terus mengejar untuk memaksakan hasil imbang 3-3.

“Saya pikir kami sudah memainkan laga-laga yang bagus, seperti melawan Hongaria, di mana kami mencetak banyak gol dan menunjukkan tontonan sepakbola menyerang,” kata Nani.

“Tapi jelas bahwa tidak bisa selalu seperti itu. Target kami adalah melaju sejauh mungkin dan jika kami harus mengorbankan bermain baik supaya dapat hasil, kami akan melakukannya,” lanjut pemain yang kini membela Fenerbahce itu.

Di babak perempatfinal, Jumat (1/7/2016) dinihari WIB, Portugal akan menghadapi Polandia yang lolos dengan menyingkirkan Swiss lewat adu penalti. Menghadapi Robert Lewandowski dkk., Portugal disebut wajib tampil maksimal.

“Tidak ada favorit dalam turnamen ini. Kami tahu Polandia adalah tim yang kuat, dengan pemain-pemain berpengalaman, dan kami harus menampilkan yang terbaik untuk lolos,” ucap Nani.