Enrique Optimistis Barca Bisa Kunci Gelar Pekan Ini

Enrique Optimistis Barca Bisa Kunci Gelar Pekan Ini

 

Enrique Optimistis Barca Bisa Kunci Gelar Pekan Ini

Barcelona – Ada peluang Barcelona sudah bisa memastikan titel La Liga pada jornada 37 ini. Entrenador Barca Luis Enrique optimistismewujudkan kans itu.

Akhir pekan ini Barca akan menjamu Espanyol, Minggu (8/5/2016) malam WIB. Partai itu penting buat Blaugrana sehubungan dengan gelar juara La Liga.

Barca saat ini memuncaki klasemen dengan 85 poin, unggul head to head dari Atletico Madrid yang punya poin setara di posisi dua. Sementara Real Madrid di posisi tiga punya 84 angka.

Dengan situasi tersebut, Barca sudah bisa memastikan titel La Liga akhir pekan ini. Syaratnya tentu saja adalah memenangi derby lawan Espanyol dan berharap kedua rivalnya tersandung.

“Kenapa tidak? Kami bisa melakukannya. Cuma kami yang berkesempatan melakukan itu akhir pekan ini,” kata Enrique di Sky Sports.

“Target yang ada di benak kami adalah memenangi partai-partai kami sendiri untuk juara karena kami mengendalikan nasib kami sendiri,” ucapnya.

Dalam catatan FCBarcelona.com, cuma satu kali Los Cules memastikan gelar juara liga, yaitu ketika menghadapi Espanyol yakni di Les Corts pada 17 April 1949 lewat sepasang gol Cesar. Laga pekan ini sendiri dihelat di Camp Nou.

“Tantangannya amat menarik. Kami memainkan partai terakhir di Camp Nou (sebelum main tandang di jornada pamungkas) dan saya mengharapkan atmosfer bagus,” ujar Enrique.

“Para suporter Barca memahami kesulitan pertandingan ini dan tantangan yang ada di depan,” sebutnya.

 

Simeone: ‘Final’ La Liga Dulu, Liga Champions Kemudian

Simeone: ‘Final’ La Liga Dulu, Liga Champions Kemudian

 

Simeone: Final La Liga Dulu, Liga Champions Kemudian

Sbobet Casino – Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone memastikan fokus timnya di ajang La Liga tak akan terganggu laga final Liga Champions. Simeone menyebut fokus Los Colchoneros saat ini adalah dua laga “final” di liga.

Atletico memastikan diri tampil di Liga Champions setelah menyingkirkan Bayern Munich di semifinal beberapa hari silam. Pada laga puncak yang dihelat 28 Mei mendatang, Atletico akan menghadapi rival sekotanya Real Madrid.

Laga ini tentu beraroma balas dendam mengingat Madrid memupus harapan Atletico juara dua musim lalu usai menang 4-1. Padahal Atletico sudah di ambang juara jika tak ada gol Sergio Ramos di injury time terakhir babak kedua.

Meski baru berlangsung sekitar tiga pekan lagi, hype soal duel kedua tim Madrid itu sudah ada sejak saat ini. Hal inilah yang ditakutkan bakal mengganggu fokus Atletico di liga.

Apalagi Atletico masih bersaing juga dengan Barcelona dan Madrid dalam perburuan gelar juara di dua pekan tersisa. Atletico berbagi puncak klasemen dengan Barca (85 poin) namun kalah head-to-head, sementara hanya ada satu poin membedakan dengan Madrid di posisi ketiga.

“Saat ini saya fokus ke Levante, masih ada 15 hari lagi untuk membicarakan soal final di Milan,” ujar Simeone seperti dikutip Soccerway.

“Kami punya tantangan dan kesempatan baru untuk mencoba serta tampil baik. Antusiasme kami dan rasa penasaran mendekati pekan terakhir sangatlah besar,” sambungnya.

“Tidak penting melihat tim lain, kami harus menentukan nasib sendiri untuk meraih poin lebih banyak dan lalu menunggu serta melihat hasil tim lain.”

“Apa yang terjadi tergantung pada intensitas konsentrasi, dan kepribadian kami mendapatkan hasil yang diinginkan,” tutup Simeone.

Atletico menyisakan dua pertandingan lagi yakni melawan Levante (tandang) dan Celta Vigo (kandang).

 

Sakit Hati Wenger Lihat Leicester Juara

Sakit Hati Wenger Lihat Leicester Juara

 

Sakit Hati Wenger Lihat Leicester Juara

Sbobet Casino – Manajer Arsenal Arsene Wenger sakit hati melihat Leicester City yang bukan siapa-siapa akhirnya jadi juara Premier League. Bagaimana tidak, karena tadinya The Gunners-lah yang berada di garda terdepan.

Arsenel mengawali tahun 2016 dengan memuncaki klasemen lewat performa apik dalam tiga bulan ke belakang. Namun, sejak main imbang 3-3 dengan Liverpool di Anfield, performa mereka menurun drastis.

Kesulitan meraih kemenangan plus ditambah masalah di lini depan perlahan membuat Arsenal tergusur dari puncak klasemen. Sampai akhirnya kini Arsenal ada di posisi ketiga klasemen, sementara Leicester yang tadinya diprediksi bakal terlempar dari persaingan papan atas malah jadi juara.

Tak cuma itu, Arsenal juga terancam finis di bawah rival sekotanya musim ini Tottenham Hotspur. Laga penentuan posisi empat besar akan dilakoni mereka malam nanti di kandang Manchester City yang juga pesaing untuk tiket ke Liga Champions.

Wajar saja jika Wenger amat kecewa sekaligus sakit hati melihat Leicester juara yang sedikit banyak disebabkan kesalahan timnya di paruh kedua musim ini.

“Tentu saja menyakitkan melihat Leicester jadi juara. Jika ada seseorang yang lebih baik ketimbang Anda, maka Anda harus menerimanya – dan Leicester lebih baik dari yang lain,” ujar Wenger di Soccerway.

“Apakah Anda berpikir City dan Tottenham tidak menyesal, atau Manchester United? Inilah kompetisi,” sambungnya.

“Kami kerap terpeleset melawan tim-tim kecil. Kenapa? Saya tidak tahu.”

“Kami punya problem saat main kandang dan kehilangan banyak poin melawan tim-tim yang main bertahan. Kami tidak mencetak banyak gol dan kekurangan kami di situ.”

Guardiola Bukan Pelatih Gagal di Bayern

Guardiola Bukan Pelatih Gagal di Bayern

Guardiola Bukan Pelatih Gagal di Bayern

Bandar Poker Kinerja Josep Guardiola bersama Bayern Munich memang sedang berada dalam sorotan dalam beberapa hari terakhir. Sebab pria asal Spanyol itu kembali gagal menyumbangkan gelar Liga Champions untuk skuad Die Rotten.

Seperti diketahui sejak kedatangannya pada musim panas 2013, Guardiola memang mampu membuat Bayern tak tersentuh di kompetisi domestik. Ia sukses mengantarkan Thomas Muller dan kolega menjadi juara Bundesliga untuk tiga musim serta DFB pokal dua tahun beruntun.

Akan tetapi dalam tiga musim keberadaannya di Allianz Arena, Guardiola gagal membuat Bayern menjadi penguasa Eropa seperti ketika ia bersama Barcelona. Sebab prestasi Bayern di turnamen antar klub paling di Eropa tersebut mandek hanya di babak semfinal.

Melihat kondisi tersebut mendapatkan tanggapan dari mantan pelatih Bayern, Ottmar Hitzfeld. Ia membantah tanggapan banyak kalangan yang menilai bahwa karier Guardiola bersama Bayern penuh dengan kegagalan.

“Tidak, Pep tak gagal. Ia hanya tidak diperlakukan dengan adil. Ia membuat Bayern lebih baik dan juga Bundesliga. Semua yang tidak mengakui sensasionalnya Guardiola dalam membuat tim lolos ke tiga semifinal Liga Champions secara beruntun, tidak tahu apapun,” ucap Hitzfeld seperti dikutip dari Bild, Minggu (8/5/2016).

“Sebuah tim yang memenangkan treble akan mengalami penurunan. Mereka tidak lagi lapar dan cenderung menanggap remeh. Namun Pep mampu melindungi Bayern dalam kasus ini, ia membuat para pemain terus lapar. Ia membuat mereka bermain dengan level yang tertinggi,” tutupnya.

Oezil Masih Punya Target yang Belum Tercapai di Arsenal

Oezil Masih Punya Target yang Belum Tercapai di Arsenal

 

 

Oezil Masih Punya Target yang Belum Tercapai di Arsenal

Poker Online – Penggawa Arsenal, Mesut Oezil, menegaskan bahwa dirinya masih mempunyai target yang belum tercapai bersama Arsenal. Dia pun akan bertahan di skuat The Gunners.

Bersama Arsenal musim ini, Oezil pun puasa gelar. Kesempatan terbaik untuk menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama lebih dari satu dasawarsa sudah sirna.

Sementara itu, Arsenal juga gagal mempertahankan gelar juara Piala FA. Mereka tersingkir di babak perempatfinal setelah kalah dari Watford.

Dengan puasa gelar kali ini, Oezil pun dikabarkan ingin hengkang. Dia disebut kecewa karena misinya ke Arsenal adalah untuk meraih gelar juara.

Soal hal itu, Oezil mengumumkan kesetiaannya. Dia bilang masih mempunyai misi yang belum terselesaikan bersama klub asal London utara.

“Saya masih mempunyai kontrak bersama Arsenal dan saya sangat bahagia di sini saat ini,” kata Oezil di majalah terbitan Prancis, Surface.

“Saya tak berpikir mengenai masa depan, saya hanya berpikir mengenai situasi saat ini. Saya mempunyai tujuan bersama Arsenal. Di sepakbola, ada tak akan tahu masa depan,” imbuhnya.

 

 

‘Para Pemain Milan Akan Berjuang Demi Masa Depannya di San Siro’

‘Para Pemain Milan Akan Berjuang Demi Masa Depannya di San Siro’

 

Para Pemain Milan Akan Berjuang Demi Masa Depannya di San Siro

Poker Online – AC Milan masih mempunyai dua pertandingan yang harus dilakoni di Liga Italia. Mereka disebut akan berjuang demi masa depannya masing-masing di San Siro.

Laga melawan Bologna dan AS Roma menjadi dua pertandingan yang harus dilakoni oleh Milan musim ini. Laga melawan Gialorossi akan menjadi penutup musim ini, sekaligus menjadi laga terakhir di San Siro di musim ini.

Bagi Milan, dua pertandingan itu memang seperti sudah tak berarti apa-apa lagi. Mereka sudah amat sulit untuk meraih tiket Liga Europa musim ini. Rossoneri ada di posisi tujuh klasemen dengan raihan 54 poin, berjarak enam poin dari Fiorentina yang ada di posisi lima klasemen.

Kendati demikian, pelatih Milan, Cristian Brocchi, menegaskan bahwa tim besutannya mesti tetap tampil habis-habisan.

“Para pemain akan bermain untuk masa depannya di Milan,” kata Brocchi di Football Italia.

“Setiap orang dari mereka mempunyai ceritanya masing-masing. Tapi, jika Anda ingin menjadi pemain yang sebenarnya, maka Anda harus menunjukkan penampilan yang bagus. Saat saya masih mengenakan seragam Milan saya selalu merasa bersyukur.”

“Saya ulangi: saya ingin mereka menunjukkan kepada saya apa yang sudah mereka perlihatkan pada saya sepanjang pekan ini. Selama mereka melakukan itu, maka saya akan membela mereka,” tambahnya.

‘Agar Bisa Samai Ronaldo-Messi, Hazard Harus Bermain Seperti Amatir Lagi

‘Agar Bisa Samai Ronaldo-Messi, Hazard Harus Bermain Seperti Amatir Lagi

 

Agar Bisa Samai Ronaldo-Messi, Hazard Harus Bermain Seperti Amatir Lagi

Poker Online – Pemain Chelsea, Eden Hazard, tampil buruk musim ini. Manajer The Blues, Guus Hiddink, mempunyai saran agar dia bisa tampil seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.

Seiring dengan terpuruknya Chelsea musim ini, Hazard juga bermain kurang impresif. Dalam 28 pertandingan di Liga Inggris, dia cuma membukukan tiga gol dan empat assist.

Dengan penampilan yang masih kurang apik itu, Hazard diminta untuk lebih konsisten lagi oleh Hiddink. Dia diminta untuk mencontoh pemain seperti penyerang Barcelona, Messi, atau penyerang Madrid, Ronaldo, yang bisa konsisten mencetak lebih dari 40 gol setiap musim.

Hazard diminta untuk mulai bermain seperti seorang amatir, yang selalu antusias melakoni pertandingan.

“Saya pikir Hazard masih jauh dari raihan performa bagus seperti di musim 2014-15,” kata hiddink seperti dilansir Soccerway.

“Dia harus lebih konsisten seperti pemain besar di La Liga. Pemain seperti Messi, Ronaldo, dan (Andres) Iniesta ada di bawah tekanan tinggi, tapi mereka menikmati itu.”

“Pemain seperti Eden dikaruniai bakat. Mereka suka bermain sepakbola saat kondisinya benar dan tak ada masalah fisik.”

“Pemain terbesar di luar sana senang bermain seperti seorang amatir dan Hazard harus mulai bermain seperti amatir lagi,” imbuhnya.

Wenger Bangga Bisa Kalahkan Leicester

Wenger Bangga Bisa Kalahkan Leicester

Wenger Bangga Bisa Kalahkan Leicester

Agen Poker Leicester City sukses menjadi juara Premier League 2015-2016. Pencampaian tersebut merupakan sejarah karena The Foxes sebelumnya berlum pernah meraih gelar tertinggi di kompetisi Inggris itu.

Kejayaan Leicester tersebut memang tak bisa dilepaskan dari konsistensi tim besuan Claudio Ranieri. Dari 36 laga yang sudah mereka jalani, 22 laga berhasil mereka akhiri dengan kemenangan sementara 11 diantaranya berakhir dengan hasil imbang. Jamie Vardy dan kawan-kawan juga hanya menelan tiga kekalahan musim ini.

Dua dari tiga kekalahan Leicester City dialami saat melawan Arsenal. Catatan tersebut rupanya membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger jemawa. Baginya suatu hal yang membanggakan bisa mengalahkan tim juara dua kali dalam satu musim.

Tak hanya itu, pelatih yang tengah terancam dipecat tersebut juga menyebut tim lain tak mampu menyelesaikan tugas dengan baik ketika menghadapi Leicester. Pada saat yang bersamaan ia juga menyoroti timnya yang selalu tampil apik melawan tim besar. Namun mereka selalu kehilangan poin ketika melawan tim-tim dengan kemampuan yang lebih rendah.

“Ya kami berhasil mengalahkan Leicester dua kali tetapi itu berarti klub lain tidak melakukan tugasnya dengan baik seperti saat kami melawan mereka. Ketika Anda gagal finis di posisi teratas maka Anda akan menyesal,” ujar Wenger seperti diberitakan Goal, Sabtu (7/5/2016).

West Ham Tak Mau Pikirkan United

West Ham Tak Mau Pikirkan United

West Ham Tak Mau Pikirkan United

Bandar Maxbet Jelang akhir musim klub papan atas klasemen Premier League memanas. Dua klub yang kini bersaing sengit untuk bisa finis di posisi terbaik adalah West Ham United dan Manchester United.

West Ham kini berada di posisi enam, sedangkan Setan Merah berada di posisi lima. Keduanya hanya dipisahkan oleh jarak satu poin, dengan jumlah pertandingan sama-sama 35 kali. Slaven Bilic selaku pelatih West Ham menegaskan dirinya tidak mau terpengaruh dengan tekanan dari United, yang akan mereka hadapi pada 11 Mei 2016.

“Sangat penting bisa memiliki dua pertandingan terakhir di kandang sendiri. Kami bangga bisa memiliki rekor kandang yang bagus, kami belum pernah kalah satu kali pun sejak Agustus,” ujar Bilic seperti dikutip dari Goal, Sabtu (7/5/2016).

“Kami harus benar-benar fokus pada Swansea, tidak berpikir soal Man United, tida berpikir tentang pertandingan terakhir di kandang. Swansea, Swansea, Swansea, itu yang kami saat ini pikirkan,” tambahnya.

Musim ini Dimitri Payet dan kawan-kawan bisa dikatakan tampil cukup impresif di ajang Premier League. The Hammers membukukan 15 kali kemenangan, 14 kali hasil imbang, serta enam kali menelan kekalahan.

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

 

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

Agen Casino – Meskipun bergelimang gelar domestik, Josep Guardiola dianggap tidak sukses di Bayern Munich karena gagal menghadirkan trofi juara Liga Champions.

Era Guardiola di Bavaria dipastikan tanpa gelar Eropa. Die Roten untuk ketiga kalinya berturut-turut tersingkir di babak semifinal Liga Champions setelah kalah produktivitas gol away [agregat 2-2] dari Atletico Madrid.

Padahal dengan segala reputasinya, pelatih Catalan itu memang ditargetkan untuk bisa mengulang sukses pendahulunya Jupp Heynckes, yang berhasil membawa Bayern meraih treble di 2012-13.

Sejauh ini, pencapaian Guardiola ‘hanya’ dua titel Bundesliga dan sekali Piala DFB. Guardiola berpeluang besar menambah medali juara di dua kompetisi itu pada musim ini.

Namun demikian, level domestik saja tidak cukup. Hal itu diungkapkan mantan pemain Bayern Ivica Olic.

“Guardiola tersingkir di tiga semifinal beruntun Liga Champions dan dengan standar tinggi Bayern, itu adalah sebuah kegagalan,” sebut Olic kepada Sportske Novosti, yang dikutip Soccer Way.

“Mungkin orang-orang di Bayern sekarang akan bilang dia sudah memenangi banyak trofi domestik, tapi mengingat materi pemain klub, pencapaian tersebut tidaklah cukup,” lanjut pemain pernah yang membela Bayern selama tiga musim ini.

“Ya, Atletico memang memainkan sepakbola yang merusak tapi mereka tahu betul apa yang mereka inginkan dan dalam adu strategi [pelatih Atletico Diego Simeone] membuat semua langkah yang benar. Guardiola terpaku pada filosofi dan itu gagal mendaratkan sebuah titel Eropa, meskipun dia harus menghadapi beban ekspektasi itu sejak awal.”

“Dia datang setelah Heynckes yang telah memenangi semuanya, karenanya Guardiola hanya bisa meniru sukses Heynckes. Tapi dia tidak bisa dan tidak akan diingat,” cetus Olic.