Kenangan Lisbon 2014 Memotivasi El Real untuk Milan 2016

Kenangan Lisbon 2014 Memotivasi El Real untuk Milan 2016

 

Kenangan Lisbon 2014 Memotivasi El Real untuk Milan 2016

Bandar Bola  – Real Madrid dan Atletico Madrid akan berhadapan di final Liga Champions musim ini. Dua tahun lalu skenario serupa sama sudah menghadirkan momen manis untuk Madrid.

Madrid dan Atletico, sebuah El Derbi Madrileno, akan dipentaskan di San Siro dalam partai puncak Liga Champions, Minggu (28/5/2016) dinihari WIB, dalam memperebutkan trofi ‘Si Kuping Besar’.

[Baca juga infografis: Madrid vs Atletico, Derby yang Memperebutkan ‘Si Kuping Besar]

Dua tahun lalu ada sebuah partai final persis sama di Estádio da Luz, Lisbon. Ketika itu El Real yang berjaya dengan kemenangan 4-1 atas Los Colchoneros. Madrid sudah pasti ingin akhir perjalanannya musim ini seperti yang terjadi dua tahun lalu.

“Kami amat termotivasi dan kami siap untuk memanfaatkan kesempatan ini. Apa yang terjadi di Lisbon fantastis, tapi itu sudah lewat. Sekarang saatnya membalik halaman, tapi kami ingin melakukannya lagi. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menang; biarkan penampilan di atas lapangan yang bicara. Kami tahu apa yang harus dilakukan,” kata bek Madrid Sergio Ramos di UEFA.com.

“Sulit untuk tidak mengenang Lisbon, itu merupakan sebuah laga yang spesial. (Tapi) Itu ada di masa lalu yang sudah lewat. Ini merupakan final berbeda dan kami memiliki kesempatan untuk menjalani hari indah lainnya. Kami harus bekerja keras dan berjuang, ini tidak akan mudah sebagaimana biasanya,” tambah rekannya, Marcelo.

[Baca juga infografis: Road to San Siro Madrid dan Atletico]

Atletico, yang sudah dua kali menembus final Piala/Liga Champions dan selalu berakhir jadi runner-up, sudah pasti akan bernafsu untuk tidak gagal lagi di partai puncak. Apalagi ada iming-iming revans atas rival sekotanya. Madrid pun tahu benar dengan ambisi Atletico itu.

“Saya tak tahu apakah final 2014 merupakan kenangan pahit (buat Atletico) tapi mereka tidak akan menangisi hal tersebut. Untuk menang, Anda harus bangkit dan terus maju, dan itulah yang sudah mereka lakukan,” ucap Ramos.

Chile Dikalahkan Jamaika dalam Partai Pemanasan Copa America Centenario

Chile Dikalahkan Jamaika dalam Partai Pemanasan Copa America Centenario

 

Chile Dikalahkan Jamaika dalam Partai Pemanasan Copa America Centenario

Bandar Bola – Chile mendapat hantaman dalam persiapan menghadapi Copa America Centenario. Kampiun Copa America 2015 itu kalah 1-2 atas Jamaika di laga friendly.

Bertanding di negeri sendiri, tepatnya di Estadio Sausalito, Sabtu (28/5/2016) dinihari WIB, tim besutan Juan Antonio Pizzi bahkan harus tertinggal dua gol lebih dulu dari tamunya.

Sepuluh menit sebelum turun minum, Clayton Donaldson yang berada di depan gawang melanjutkan sebuah umpan tarik dari sisi kanan untuk menjebol gawang Chile dan membuat Jamaika unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, tepatnya di menit ke-52, Joel Grant yang tidak terkawal dengan baik berhasil menanduk sebuah umpan silang di tiang jauh dan membuat tim arahan Winfried Schafer memimpin 2-0.

Chile sebenarnya memiliki beberapa kesempatan, khususnya setelah tertinggal dua gol tanpa balas meski baru bisa merespons saat laga sudah berjalan 81 menit melalui gol Nicolas Castillo.

Sebelum memulai kiprahnya di Copa America Centenario, Chile masih memiliki satu laga friendly lagi yakni menghadapi Meksiko pada 1 Juni mendatang. Lima hari setelah itu Chile akan menghadapi Argentina di laga pertama Copa America Centenario.

Untuk Jamaika, hasil ini menjadi modal bagus sebelum menjajal Venezuela tanggal 5 Juni mendatang dalam partai pertamanya di Copa America Centenario.

Susunan Pemain

Chile: Johnny Herrera; Gonzalo Jara, Gary Medel, Jean Beauséjour (José Fuenzalida 64′), Mauricio Isla, Fabián Orellana (Edson Puch 64′), Francisco Silva, Charles Aránguiz, Mauricio Pinilla (Nicolás Castillo 70′), Alexis Sánchez, Eduardo Vargas (Matías Fernández 46′).

Jamaika: Ryan Thompson (Dwayne Kerr 46′); Jermaine Taylor, Adrian Mariappa, Kemar Lawrence, Je-Vaughn Watson, Michael Hector (Joel Grant), Lee Williamson (Andrew Vanzie 82′), Dever Orgill (Jobi McAnuff 46′), Garath McCleary, Giles Barnes, Clayton Donaldson (Allan Ottey 64′).

Juventus Lepas Caceres

Juventus Lepas Caceres

 

Juventus Lepas Caceres

Agen Bola – Martin Caceres tak akan berkostum Juventus lagi pada musim depan. Bek asal Uruguay itu akan angkat kaki dari Turin di musim panas ini.

Kontrak Caceres dengan Juventus akan habis pada akhir bulan depan. Karena Bianconeri tidak akan menawarkan kontrak baru, pemain berusia 29 tahun itu pun bebas pergi ke klub mana pun tanpa biaya transfer.

Beberapa tim rival Juventus di Serie A kabarnya siap menampung Caceres. Napoli, AS Roma, dan AC Milan dilaporkan siap memperebutkan si pemain.

“Caceres menutup hubungannya dengan kami pada 30 Juni,” jelas CEO Juventus, Giuseppe Marotta, kepada Tuttomercatoweb.

“Dia selalu bekerja dengan profesional. Tapi, saya tidak tahu apakah dia akan pergi ke Napoli atau tempat lainnya,” kata Marotta.

Caceres pertama kali bergabung dengan Juventus pada Agustus 2009 silam. Saat itu, Juve meminjamnya dari Barcelona selama satu musim.

Sempat membela Sevilla selama satu setengah musim, Caceres kembali ke Juve pada Januari 2012 dengan status pinjaman. Tak berselang lama, Juve mengontraknya secara permanen.

Caceres tak bisa memberi kontribusi maksimal untuk Juventus karena sering diganggu cedera, beberapa di antaranya cedera parah. Pada bulan Februari lalu, dia mendapatkan cedera Achilles, yang memaksanya absen hingga akhir musim.

Caceres tampil pada 110 pertandingan untuk Juventus dan menyumbangkan tujuh gol.

Andalkan Kolektivitas Tim, Atletico Disebut Bisa Kalahkan Madrid

Andalkan Kolektivitas Tim, Atletico Disebut Bisa Kalahkan Madrid

 

Andalkan Kolektivitas Tim, Atletico Disebut Bisa Kalahkan Madrid

Agen Bola – Real Madrid dinilai unggul secara individual, tetapi Atletico Madrid unggul dalam kolektivitas tim. Oleh karenanya, Atletico disebut punya kans untuk menang.

Kedua tim akan bertemu di Milan, Minggu (29/5/2016) dini hari WIB, pada final Liga Champions. Dua tahun silam, kedua kesebelasan pernah bertemu di Lisbon pada final turnamen yang sama, di mana Madrid keluar sebagai pemenang lewat babak tambahan.

Tapi, melihat musim ini Atletico berhasil menyingkirkan Barcelona dan Bayern Munich sebelum mencapai partai puncak, Atletico diyakini punya kans cukup bagus untuk menundukkan Madrid. Setidaknya, demikianlah menurut eks gelandang Atletico, Juninho Paulista.

Juninho, yang pernah bermain dua musim untuk Atletico dari 1997/1998 hingga 1998/1999, menyebut Madrid punya sederet individu yang bisa menjadi penentu, tetapi kolektivitas Atletico sulit untuk diruntuhkan.

“Kalau melihat dari sisi individu, Real Madrid lebih baik daripada Atletico dan punya pemain (Cristiano Ronaldo) yang bisa membuat perbedaan kapan pun,” ujar Juninho kepada Omnisports.

“Tapi, di Atletico Madrid, kita melihat sebuah grup, yang mungkin lebih kuat daripada Real Madrid, terutama kalau melihat spirit tim mereka. Mereka bisa menyingkirkan dua tim, yang menurut saya adalah dua tim terbaik di dunia, Barcelona dan Bayern Munich.”

“Jadi, buat saya, Atletico punya momentum bagus untuk mengalahkan Real Madrid,” kata Juninho.

Musim ini, dalam dua pertemuan di La Liga, tidak sekalipun Madrid bisa meraih kemenangan atas Atletico. Setelah bermain 1-1 di Vicente Calderon pada bulan Oktober 2015, Atletico menang 1-0 atas Madrid di Santiago Bernabeu pada Februari 2016.

Saul: Atletico Dalam Kondisi Fisik dan Metal yang Prima

Saul: Atletico Dalam Kondisi Fisik dan Metal yang Prima

 

Saul: Atletico Dalam Kondisi Fisik dan Metal yang Prima

Agen Bola – Atletico Madrid sedang dalam kondisi prima untuk melakoni pertandingan final Liga Champions melawan Real Madrid. Hal itu seperti diungkapkan oleh Saul Niguez.

Pertandingan final Liga Champions antara Atletico melawan Madrid akan berlangsung, Minggu (29/5) dini hari WIB. Laga itu akan dihelat di San Siro, Milan.

Menatap pertandingan itu, Atletico sedang dalam laju bagus saat melawan Madrid. Dalam 10 pertandingan terakhir, mereka memetik lima kemenangan, empat hasil imbang, dan cuma sekali menelan kekalahan.

Di pertandingan terakhir, Atletico memetik kemenangan tipis 1-0 saat berhadapan di Santiago Bernabeu. Di pertandingan pada 27 Februari lalu, Antoine Griezmann yang menjadi pencetak golnya.

Hasil pertandingan itu yang membuat Saul optimistis menatap pertandingan di Milan di akhir pekan ini.

“Kami berada dalam performa bagus secara mental dan lebih bagus lagi secara fisik. Kami tahu bahwa kami menghadapi tim yang sangat bagus dan semua bisa terjadi. Tapi, pertemuan sebelumnya memberi kami keyakinan besar soal peluang kami,” kata Saul di Marca.

“Ini akan menjadi laga dengan peluang 50-50 yang akan diputuskan dengan detil-detil kecil. Itulah yang akan menentukan pertandingan besar ini dengan tekanan pada setiap tim,” imbuhhnya.

Kecewanya Varane Tak Bisa Tampil di Piala Eropa

Kecewanya Varane Tak Bisa Tampil di Piala Eropa

 

Kecewanya Varane Tak Bisa Tampil di Piala Eropa

 

Bandar Casino – Lewat Twitter, Raphael Varane mengungkapkan kekecewaannya setelah dipastikan tidak bisa bermain di Piala Eropa 2016 akibat cedera paha.

Varane didiagnosis tim medis klubnya, Real Madrid, mendapatkan cedera pada bagian hamstring-nya. Dengan cedera tersebut, ia harus absen selama sekitar tiga pekan.

Dengan sudah mepetnya waktu menjelang Piala Eropa 2016, yang akan dimulai pada 10 Juni mendatang, pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, memutuskan untuk tidak membawa Varane. Sebagai gantinya, Deschamps memasukkan Adil Rami ke dalam skuat.

Bagi Deschamps sendiri, tidak ikutnya Varane ke Prancis adalah sesuatu yang mengecewakan. Kepada media, ia menyebut cedera Varane itu amat mengganggu baginya.

Kendati begitu, Deschamps tetap yakin dengan kekuatan timnya. “Saya yakin dengan pemain-pemain yang saya miliki. Sekarang, saya harus mencari solusi terbaik bagi tim,” ujarnya seperti dilansir Soccerway.

Varane, tentu saja, juga kecewa. Lewat akun Twitter-nya, bek berusia 23 tahun tersebut mengaku sangat tidak bahagia dengan kondisinya sekarang. Kini, ia akan menyaksikan Les Bleus sebagai suporter.

“Saya sangat tidak senang dan kecewa karena tidak bisa ambil bagian dalam Euro 2016 dan akan tetap menjadi suporter nomor 1 bagi Les Bleus. Allez La France,” tulisnya.

Varane sudah mengantongi 29 caps sejauh ini. Pada Piala Dunia dua tahun lalu, ia tampil apik bersama Prancis sehingga masuk nominasi pemain muda terbaik turnamen empat tahunan tersebut.

Schweinsteiger Optimistis Fit Tepat Waktu untuk Piala Eropa

Schweinsteiger Optimistis Fit Tepat Waktu untuk Piala Eropa

 

Schweinsteiger Optimistis Fit Tepat Waktu untuk Piala Eropa

Bandar Casino – Bastian Schweinsteiger banyak absen di musim ini karena cedera lutut. Namun Schweinsteiger tetap yakin kondisinya akan fit saat Piala Eropa bergulir.

Schweinsteiger sempat mengalami cedera lutut pada bulan Januari yang membuatnya absen sampai bulan Maret. Sempat pulih dan dipanggil memperkuat Jerman, Schweinsteiger kembali mendapat cedera saat berlatih bersama timnas.

Pertandingan melawan Manchester City pada pertengahan Maret menjadi penampilan terakhir Schweinsteiger di musim lalu. Secara keseluruhan, gelandang berusia 31 tahun itu hanya tampil 18 kali di Premier League.

Kendati bermasalah dengan kebugarannya, Schweinsteiger tetap masuk ke dalam skuat bayangan Jerman untuk Piala Eropa. Dia pun yakin kondisinya akan prima saat Piala Eropa.

“Saya merasa oke. Saya banyak berkomunikasi dengan fisioterapis dan melakukan semua yang mereka minta,” ujar Schweinsteiger seperti dikutip dari Sky Sports.

“Ini terlihat sangat bagus dan saya sangat optimistis. Saya harus lebih dekat dengan latihan bersama tim, tapi sejauh ini segalanya berjalan sesuai rencana.”

“Kabar baiknya adalah saya tahu bagaimana menangani situasi sulit dan saya harus optimistis,” lanjut mantan pemain Bayern Munich itu.

“Ada rencana untuk saya dan saya mengikutinya jam demi jam. Itu berhasil dua tahun lalu untuk PIala Dunia, ketika saya pikir saya ada di situasi yang lebih buruk daripada saat ini,” ucapnya.

Godin Sulit Lupakan Kekalahan Atletico di Lisbon

Godin Sulit Lupakan Kekalahan Atletico di Lisbon

 

 

Godin Sulit Lupakan Kekalahan Atletico di Lisbon

Bandar Casino – Kapten Atletico Madrid Diego Godin mengakui sulit melupakan kekalahan di Lisbon 2014. Di final kali ini, Atletico akan memastikan hal itu takkan terjadi lagi.

Dalam final dua tahun lalu, Atletico menelan kekalahan menyakitkan dari Real Madrid dengan skor 1-4 lewat extra time. Pasalnya, Los Rojiblancos sempat unggul 1-0 sampai injury time sebelum kebobolan gol penyama di detik-detik akhir waktu normal dan akhirnya kalah usai diberondong tiga gol tambahan.

Dua musim berikutnya datang lagi kesempatan bagi Atletico. Tim besutan Diego Simeone itu lagi-lagi akan berjumpa dengan Madrid dalam final Liga Champions 2015-16 yang akan digelar di Stadion San Siro, Milan, Minggu (29/5/2016) dinihari WIB.

“Pada musim berikutnya, sulit sekali melupakan final itu. Semua pemain ingin berhasil di final dan menang,” ungkap kapten Atletico ini kepada Uefa.com. “Tapi kekecewaan itu sedikit terobati karena kami menjalani musim yang hebat dengan menjadi juara liga — sebuah pencapaian yang sangat penting untuk klub dan untuk kami.”

“Tapi tentu saja sejak final itu kami selalu bilang bahwa juara Liga Champions masih menjadi mimpi kami, dan kami tidak menyangkalnya. Kami mengatakan itu secara terbuka karena itu adalah yang kami inginkan,” imbuh Godin.

Sejak kegagalan tersebut, Atletico dan Madrid sudah berjumpa sebanyak 10 kali di seluruh kompetisi. Atletico tercatat menang lima kali, dan hanya sekali kalah. Namun kekalahan itu terjadi di perempatfinal Liga Champions musim lalu di mana Atletico takluk dengan agregat 0-1.

“Akan jadi mimpi bagiku dan tim untuk memenangi trofi itu kali ini, juga untuk para fans kami. Itu adalah sebuah mimpi, seperti memenangi Piala Dunia dengan negaraku, dan aku akan bekerja sangat keras seolah-olah itu adalah hari terakhir dalam karierku,” seru Godin.

Atletico Harus Ikhlas Jika Simeone Ingin Pergi

Atletico Harus Ikhlas Jika Simeone Ingin Pergi

Atletico Harus Ikhlas Jika Simeone Ingin Pergi

Bandar Bola – Koke berharap Diego Simeone bertahan lama di Atletico Madrid. Namun, jika Simeone memang ingin pergi, maka Koke dan rekan-rekannya harus ikhlas melepas.

Sejak melatih Atletico pada 2011, Simeone memang mulai menancapkan kukunya sebagai salah satu pelatih top di Eropa. Atletico yang tadinya bukan siapa-siapa kini menjelma jadi salah satu kekuatan baru di Benua Biru selain tentunya di Spanyol.

Selama lima tahun menangani Atletico, Simeone sudah memberikan lima gelar untuk Atletico yakni Liga Europa, Copa del Rey, Super Spanyol, Super Eropa, dan yang tertinggi adalah La Liga.

Satu gelar yang masih lepas dari tangan Simeone adalah Liga Champions di mana dia kalah pada final di Lisbon dua tahun lalu.

Pencapaian gemilang tersebut membuat Simeone jadi incaran banyak klub besar Eropa yang ingin memakai jasanya. Salah satunya adalah Inter Milan yang memang ngebet mendatangkannya.

Meski demikian, Simeone sendiri masih tetap setia di Atletico dan sudah menekan perpanjangan kontrak hingga 2020. Walaupun begitu, masih terbuka peluang untuk Simeone mengingat apapun bisa terjadi dalam sepakbola.

Maka dari itu, Koke pun tak akan meratapi jika nantinya Simeone harus meninggalkan Atletico. Demikian halnya dengan dirinya jika memang sudah saatnya bermain di klub lain.

“Saya tidak takut jika Simeone harus pergi. Dia bahagia di sini, dia punya kontrak jangka panjang, tapi tidak ada yang abadi,” ujar Koke seperti dikutip Soccerway.

“Akan ada saatnya ketika Simeone pergi, ketika saya pergi, ketika Fernando (Torres) pergi. Itulah kehidupan. Kami hanya bisa berharap mereka bertahan selama mungkin,” tutupnya.

Cedera Paha Paksa Varane Absen di Piala Eropa

Cedera Paha Paksa Varane Absen di Piala Eropa

 

Cedera Paha Paksa Varane Absen di Piala Eropa

Bandar Bola – Raphael Varane harus memupus harapannya untuk tampil di Piala Eropa 2016. Cedera paha membuat bek Real Madrid itu harus absen membela Prancis.

Varane mendapat cedera saat menjalani latihan bersama Madrid akhir pekan lalu. Varane bersama Madrid tengah mempersiapkan diri untuk laga final Liga Champions melawan Atletico Madrid, Sabtu (28/5/2016).

Diagnosis awal dari tim medis Madrid menyebut Varane mengalami cedera pada hamstringnya. Cedera tersebut membuat bek berusia 23 tahun itu diperkirakan harus menepi sampai tiga pekan.

Durasi tersebut dinilai terlalu mepet untuk Piala Eropa yang mulai bergulir pada 10 Juni mendatang. Oleh karena itu, pelatih Prancis Didier Deschamps memutuskan untuk mencoret Varane.

“Mengingat waktu absen dinilai terlalu lama untuk tenggat waktu tim nasional, (pelatih) Didier Deschamps memutuskan untuk tidak membawa Raphael Varane untuk Piala Eropa 2016,” demikian bunyi pernyataan Federasi Sepakbola Prancis (FFF) seperti dikutip dari Sky Sports.

“Sebagai gantinya, pelatih memutuskan untuk memasukkan Adil Rami di daftar 23 pemain.”

Cedera ini juga memastikan Varane absen di final Liga Champions yang akan dimainkan hari Sabtu (28/5/2016) mendatang.