Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

 

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

Agen Casino – Meskipun bergelimang gelar domestik, Josep Guardiola dianggap tidak sukses di Bayern Munich karena gagal menghadirkan trofi juara Liga Champions.

Era Guardiola di Bavaria dipastikan tanpa gelar Eropa. Die Roten untuk ketiga kalinya berturut-turut tersingkir di babak semifinal Liga Champions setelah kalah produktivitas gol away [agregat 2-2] dari Atletico Madrid.

Padahal dengan segala reputasinya, pelatih Catalan itu memang ditargetkan untuk bisa mengulang sukses pendahulunya Jupp Heynckes, yang berhasil membawa Bayern meraih treble di 2012-13.

Sejauh ini, pencapaian Guardiola ‘hanya’ dua titel Bundesliga dan sekali Piala DFB. Guardiola berpeluang besar menambah medali juara di dua kompetisi itu pada musim ini.

Namun demikian, level domestik saja tidak cukup. Hal itu diungkapkan mantan pemain Bayern Ivica Olic.

“Guardiola tersingkir di tiga semifinal beruntun Liga Champions dan dengan standar tinggi Bayern, itu adalah sebuah kegagalan,” sebut Olic kepada Sportske Novosti, yang dikutip Soccer Way.

“Mungkin orang-orang di Bayern sekarang akan bilang dia sudah memenangi banyak trofi domestik, tapi mengingat materi pemain klub, pencapaian tersebut tidaklah cukup,” lanjut pemain pernah yang membela Bayern selama tiga musim ini.

“Ya, Atletico memang memainkan sepakbola yang merusak tapi mereka tahu betul apa yang mereka inginkan dan dalam adu strategi [pelatih Atletico Diego Simeone] membuat semua langkah yang benar. Guardiola terpaku pada filosofi dan itu gagal mendaratkan sebuah titel Eropa, meskipun dia harus menghadapi beban ekspektasi itu sejak awal.”

“Dia datang setelah Heynckes yang telah memenangi semuanya, karenanya Guardiola hanya bisa meniru sukses Heynckes. Tapi dia tidak bisa dan tidak akan diingat,” cetus Olic.

 

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah

 

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah

Agen Casino – Pelatih Villarreal, Marcelino, menilai Liverpool tampil lebih baik di leg II semifinal Liga Europa. Tapi dia juga mengklaim wasit lebih menguntungkan Liverpool.

Melawat ke Anfield di leg II semifinal Liga Europa, Jumat (6/5/2016) dinihari WIB, Villarreal menelan kekalahan 0-3 dari Liverpool. Akibat kekalahan tersebut, Villarreal gagal ke final setelah kalah agregat 1-3 dari The Reds.

Dalam pertandingan tersebut, Villarreal harus mengakhiri laga dengan 10 pemain. Victor Ruiz diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-71 saat Villarreal tertinggal 0-2.

Marcelino mengeluhkan kerja wasit Viktor Kassai yang memimpin pertandingan. Dia menilai wasit berat sebelah dan cenderung menguntungkan tuan rumah.

“Dalam konteks pertandingan ini, wasit membiarkan banyak hal, jadi ketika melihat pemain Anda diusir, Anda membuat kesimpulan sendiri,” ujar Marcelino seperti dikutip dari Sky Sports.

“Saya pikir wasitnya tidak cukup imbang untuk kedua tim,” imbuhnya.

Kekalahan ini disebut Marcelino sulit diterima. Tapi dia juga mengakui kalau Liverpool yang terus menekan bermain lebih baik.

“Semua tidak berjalan sesuai rencana kami. Kebobolan gol cepat memukul kami, itu adalah pukulan telak,” ucap Marcelino.

“Liverpool bermain lebih baik daripada kami tapi untuk semua superioritasnya, mereka tidak menciptakan terlalu banyak peluang. Ketika pemain kami diusir, sejak saat itu permainan sudah berakhir untuk kami,” katanya.

Griezmann: Atletico Bisa Gagal di Liga kalau Pikirkan Final Liga Champions

Griezmann: Atletico Bisa Gagal di Liga kalau Pikirkan Final Liga Champions

 

Griezmann: Atletico Bisa Gagal di Liga kalau Pikirkan Final Liga Champions

Agen Casino – Antoine Griezmann mengingatkan Atletico Madrid untuk tak memikirkan final Liga Champions lebih dulu, sebab ada titel La Liga yang masih bisa dijangkau.

Atletico memastikan satu tempat di babak final Liga Champions usai menyingkirkan Bayern Munich. Meski kalah 1-2 di leg kedua babak semifinal di Allianz Arena, Rabu (4/5/2016) dinihari WIB, Atletico tetap lolos karena unggul gol tandang dalam agregat 2-2.

Di babak final yang akan digelar pada 28 Mei mendatang di San Siro, Milan itu, Atletico akan menghadapi rival sekotanya, Real Madrid. Los Blancos melaju ke partai puncak dengan mendepak Manchester City.

Sebelum tampil di final, Atletico masih harus menuntaskan perjalanannya di liga. Los Colchoneros masih punya dua pertandingan untuk dimainkan.

Atletico sendiri tengah bersaing ketat dengan Barcelona dan Real Madrid untuk memperebutkan gelar La Liga. Atletico menempel Barca dengan jumlah poin yang sama (85 poin) sementara Madrid menguntit dengan selisih satu angka.

Mengingat peluang juara di liga masih terbuka, Griezmann meminta Atletico untuk fokus ke sana lebih dulu. Laga final Liga Champions disebutnya baru boleh dipikirkan setelah liga selesai.

“Sebelum Milan, kami punya dua pertandingan di liga. Akan ada waktu untuk memikirkan final,” ujar Griezmann seperti dikutip dari Marca.

“Pertama, kami harus menang di Levante dan Celta dan hanya setelah itu kami bisa berpikir soal memenangi final. Jika kami memikirkan final sekarang, kami akan gagal di liga.”

Final kali ini akan menjadi ulangan partai puncak Liga Champions dua musim lalu. Kala itu, Atletico takluk 1-4 dalam pertandingan yang harus dituntaskan lewat perpanjangan waktu. Untuk kali ini, Griezmann menilai tidak ada favorit di antara kedua tim.

“Itu akan jadi dua minggu yang panjang tanpa pertandingan. Tidak ada favorit,” katanya.

Jadi Starter, Sturridge Beri Dampak Bagus

Jadi Starter, Sturridge Beri Dampak Bagus

 

Jadi Starter, Sturridge Beri Dampak Bagus

Agen Casino – Berbeda dengan leg I pekan lalu, Daniel Sturridge dipasang Juergen Klopp sebagai starter melawan Villarreal. Sturridge pun memberikan dampak bagus.

Ketika Liverpool kalah 0-1 dari Villareal di El Madrigal, Sturridge hanya duduk di bangku cadangan. Beberapa pengamat, termasuk eks bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai seharusnya Klopp memasang Sturridge sebagai starter di laga tersebut.

Sebelum laga leg II di Anfield, Carragher pun mengatakan sebaiknya Sturridge masuk ke dalam starting XI. Harapan Carragher itu pun menjadi kenyataan.

Sturridge bermain selama sekitar 90 menit, sebelum akhirnya digantikan oleh Lucas Leiva menjelang injury time babak kedua. Liverpool menang 3-0 dan Sturridge mencetak satu gol (gol kedua Liverpool).

Selain mencetak satu gol, Sturridge juga ambil bagian di gol pertama The Reds. Ketika itu, usahanya menyambut umpan Roberto Firmino di depan gawang Villarreal, berbuah gol bunuh diri Bruno Soriano. Kala itu Soriano hendak mengawal Sturridge, tapi bola berbelok setelah mengenainya dan masuk ke gawang The Yellow Submarine.

Dalam catatan Squawka, Sturridge tampil cukup agresif. Ada 8 tembakan dilepaskannya sepanjang laga, dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Selain itu, kendati dipasang sebagai penyerang tengah, ia juga sukses mengkreasikan dua peluang.

Sturridge memang kerap absen akibat cedera musim ini. Namun, ketika dimainkan dan bugar, ia menunjukkan bahwa ia bisa memberikan dampak bagus.

“Akan selalu ada pasang dan surut dalam sepakbola,” ujar Sturriged kepada BT Sport.

“Yang terpenting adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengambil kesempatan ketika datang. Rasanya sungguh luar biasa,” kata penyerang internasional Inggris tersebut.

 

Gameiro Bawa Sevilla Unggul

Gameiro Bawa Sevilla Unggul

Gameiro Bawa Sevilla Unggul

Bandar Judi Online – Laga baru bejalan sembilan menit, Sevilla sudah unggul 1-0 via Kevin Gameiro. Penyerang asal Prancis itu memanfaatkan defensive error salah satu bek Shakhtar Donetsk.

Mencuri bola, Gameiro langsung menggiring bola ke kotak 16 lawan dan menaklukkan kiper Andriy Pyatov dengan dingin. Good finish!

Sturridge Bawa Liverpool Unggul

Sturridge Bawa Liverpool Unggul

Sturridge Bawa Liverpool Unggul

Judi Online – Gol untuk Liverpool! Usai ditekan oleh Villarreal, Liverpool melakukan tekanan balik. Umpan tarik gagal diantisipasi dengan baik oleh bek Villarreal dan langsung disambar oleh Daniel Sturridge. Skor 1-0 untuk Liverpool.

Susunan Pemain:

LIVERPOOL: Mignolet, Clyne, Toure, Lovren, Moreno, Can, Milner, Lallana, Firmino, Coutinho, Sturridge.

VILLARREAL CF: Areola; Mario, Musacchino, Victor, Costa; Dos Santos, Pina, Bruno, Suarez; Soldado, Bakambu.

Liverpool Berubah atau Kalah

Liverpool Berubah atau Kalah

 

Liverpool Berubah atau Kalah

Agen Bola – Tandang ke Anfield, Villarreal datang dengan bekal kemenangan 1-0 di leg pertama yang berlangsung di Stadion El Madrigal. Hasil seri di leg kedua sudah cukup untuk memuluskan langkah mereka melaju ke babak final Liga Europa sekaligus menjadi penampilan pertama mereka sejak Liga Europa masih bernama Piala UEFA pada 1971/1972.

Kedua kesebelasan telah menyiapkan skuat terbaik dalam menyongsong leg kedua yang dihelat pada Jumat (6/5) dini hari WIB. Baik Liverpool maupun Villarreal sama-sama mengistirahatkan pemain utama dalam lanjutan kompetisi liga pekan lalu. Hasil buruk di liga tak akan memengaruhi kepentingan kedua kesebelasan pada musim depan.

Saat ini, Liverpool berada di peringkat kedelapan dengan 55 poin dan menyisakan tiga pertandingan. Posisi Liverpool masih bisa digeser Chelsea di bawahnya dengan 48 poin. Namun, perubahan posisi dari peringkat kedelapan ke peringkat kesembilan tak akan mengubah apapun. Satu-satunya jalan bagi Liverpool ke kompetisi Eropa adalah dengan menjuarai Liga Europa.

Di sisi lain, Villarreal sejatinya sudah aman di posisi keempat klasemen La Liga. Musim depan, ‘Si Kapal Selam Kuning’ akan berlaga di Liga Champions lewat fase play-off. Mereka telah mengumpulkan 64 poin dan menyisakan dua pertandingan. Poin mereka sejatinya bisa terkejar Athletic Bilbao. Namun, karena Liga Spanyol menerapkan aturan head to head dalam penentuan posisi klasemen, Villarreal unggul karena mencatatkan sekali kemenangan dan sekali seri atas Athletic.

Fuchs Ingin Cium Hazard Atas Gol ke Gawang Spurs

Fuchs Ingin Cium Hazard Atas Gol ke Gawang Spurs

 

Fuchs Ingin Cium Hazard Atas Gol ke Gawang Spurs

Agen Bola – Christian Fuchs merasa berutang budi terhadap Eden Hazard hingga Leciester City menjadi juara Premier League. Kalau bisa, dia bakal mencium Hazard sebagai ucapan terima kasih.

Leicester sukses mengunci juara bukan dalam pertandingan mereka. The Foxes memastikan titel Premier League ketika Tottenham Hotspur ditahan imbang Chelsea 2-2 di Stamford Bridge. Dengan sisa dua laga lagi, Spurs sudah tak mungkin mengejar nilai ‘Si Rubah’ dengan tamabhan satu poin itu.

Eden Hazard menjadi ‘pahlawan’ bagi Leicester di laga tersebut. Dia yang sepanjang musim tak terlihat, mendadak ‘muncul’ dalam derby London tersebut.

Chelsea sempat tertinggal 2-0 lebih dulu. Manajer interim Chelsea, Guus Hidink, membuat perubahan dengan memasukkan Hazard untuk menggantikan Pedro di menit ke-45. Keputusan yang sungguh tepat. Bukan hanya untuk Chelsea tapi juga Leicester dan Claudio Ranieri.

Sepanjang penampilannya itu, Hazard membuat 42 sentuhan bola, tiga percobaan dua di antaranya on gol. Satu tembakannya benar-benar menjadi gol di menit ke-83. Gol itu sekaligus menjadikan kedudukan kedua tim imbang. Oleh Whoscored dia diberi nilai paling tinggi di antara para pemain lainnya.

“Semua berkat gol dari Hazard, dia bermain sangat bagus. Saya akan menciumnya berkat gol itu,” kelakar Fuchs seperti dikutip Daily Mail. Fuchs ‘merayakan’ hasil imbang Spurs itu bersama-sama para pemain Leicester di kediaman Jamie Vardy.

“Dalam tim kami sendiri semangat adalah hal yang paling luar biasa. Anda sudah menyaksikan banyak video yang merekam pesta kami di rumah Jamie Vardy. Wajar kan apa yang dilakukan para pemain ini. Kami tidak mempunyai ekspektasi apapun malam ini, hanya berkumpul untuk nobar dan malah bisa berpesta bersama-sama.

“Ini sungguh momen yang luar biasa ketika wasit meniup peluit panjang dan, oh Tuhan, ini sungguh terjadi,” ucap bek asal Austria itu.

Lagipula, sejak awal Hazard memang bertekad untuk menjegal Spurs menjadi juara liga. Dengan tersurat dia mengatakan salah satu langkahnya yakni dengan tak membiarkan The Lilywhites menang di markas mereka.

Real Madrid Menang dengan Penampilan Kurang Sempurna

Real Madrid Menang dengan Penampilan Kurang Sempurna

 

Real Madrid Menang dengan Penampilan Kurang Sempurna

Agen Bola – Real Madrid berhasil melangkah ke babak final Liga Champions 2015/2016. Kepastian ini didapat setelah pada leg kedua babak semifinal yang digelar Kamis (5/5) dini hari WIB, skuat besutan Zinedine Zidane ini unggul 1-0 atas Manchester City (agregat 1-0).

Real Madrid memang diunggulkan sebelum laga ini digelar. Kembalinya Cristiano Ronaldo yang absen pada leg pertama dianggap bisa memudahkan jalan Real Madrid untuk melenggang ke partai puncak. Walau pada kenyataannya, Real Madrid hanya mampu mencetak satu gol ke gawang Man City yang dikawal Joe Hart.

Meskipun begitu, Real Madrid sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang di laga ini. Sementara Man City, kesulitan menyerang sehingga Real Madrid mampu mengamankan kemenangan meski penyelesaian akhir mereka menjadi persoalan.

Satu-satunya gol yang diciptakan Real Madrid pun tercipta dari serangan yang masuk dari sisi kiri pertahanan Manchester City. Bale menerima sodoran operan Dani Carvajal lalu mengirimkan umpan silang ke tengah. Namun bola tersebut diblok gelandang Man City, Fernando Reges, yang justru mengarah ke gawang Manchester City yang dikawal Joe Hart.

Hal ini terjadi karena penempatan Kevin De Bruyne di sayap kiri Manchester City. Ketika bertahan, gelandang asal Belgia begitu mudahnya dilewati oleh Carvajal yang rajin melakukan overlap untuk membantu Bale (atau Lucas Vazquez pada babak kedua). Ketika terjadinya gol pun terlihat De Bruyne terlambat turun sehingga Carvajal dengan leluasa memberikan operan pada Bale.

 

Pellegrini: City Tak Layak Tersingkir

Pellegrini: City Tak Layak Tersingkir

 

Pellegrini: City Tak Layak Tersingkir

Agen Bola – Manuel Pellegrini menilai Manchester City tidak layak tersingkir dari Liga Champions. Dia menyebut Real Madrid melenggang ke final cuma karena hoki.

City gagal melaju lebih jauh lagi di Liga Champions. Setelah berhasil membuat catatan-catatan baru bagi klub mereka–dengan melangkah lebih jauh dari babak 16 besar–, City akhirnya harus puas menjadi semifinalis.

The Citizens dihentikan Madrid dengan kekalahan agregat 0-1. Pada leg pertama mereka bisa mengimbangi El Real dengan skor 0-0. Tapi, sebuah kesalahan Fernando di menit ke-20 dalam leg kedua di Santiago Bernabeu pada 5 Mei dinihari WIB membuyarkan angan-angan City untuk menjejak final.

Manajer City, Pelegrini, menyebut timnya sudah menunjukkan level permainan yang tak kalah dengan Madrid–tim yang sudah jadi langganan tampil sampai di final Liga Champions. Tapi bagaimanapun dia menyimpan kekecewaan yang mendalam.

“Tentu saja dengan tidak mencapai ke babak final, artinya kami telah kehilangan kesempatan. Kami menghadapi tim yang sangat kuat tapi tidak lebih bagus dari kami,” kata Pellegrini seperti dikutip Soccerway.

“Anda membutuhkan hoki untuk menang tapi bukan itu alasan kami tak menang kali ini. Malam ini dan pada pertandingan yang dihelat di Etihad Stadium, kami menunjukkan kalau kami adalah dua tim yang seimbang. Saya rasa apa yang didemonstrasikan Real Madrid malam ini tidak menunjukkan kalau mereka lebih bagus ketimbang City.

“Kami mencoba menciptakan peluang tapi tidak bisa. Kedua tim sama-sama tidak membuat banyak peluang. Itu sama dengan kejadian pada leg pertama. Kami tidak layak kalah di laga ini. Gol itu hanyalah sebuah keberuntungan.

“Kehilangan David Silva, Samir Nasri, dan Yaya Toure yang tengah dibekap cedera membuat kami tak mempunyai peman-pemain kreatif yang menjadi pembeda. Tapi kami tak menyimpan penyesalan sedikitpun. Kami sudah bekerja keras selama 90 menit hingga Madrid tak bisa menciptakan banyak peluang. Semestinya kami bisa menguasai area final third tapi kali ini tidak,” tutur pria asal Chile itu.

Kekalahan dari Madrid itu sekaligus menjadi laga terakhir Pellegrini di Liga Champions bersama City. Sebab, musim depan kursinya sudah diisi oleh Pep Guardiola.