Portugal Masih Sempurna Atas Kroasia

Portugal Masih Sempurna Atas Kroasia

 

 

Portugal Masih Sempurna Atas Kroasia

Bandar Bola – Portugal mempunyai rekor pertemuan yang masih sempurna saat melawan Kroasia. Mereka pantas diselimuti kepercayaan diri saat berhadapan dengan Ivan Rakitic dkk.

Pertandingan antara Portugal melawan Kroasia akan berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Minggu (26/6/2016) dinihari WIB. Laga ini akan menjadi pertemuan keempat di antara kedua tim.

Portugal selalu menang dalam tiga laga sebelumnnya. Mereka juga belum pernah kebobolan saat melawan Kroasia.

Tapi, Portugal juga tak boleh jemawa. Sebabnya, Kroasia juga sedang tampil bagus dengan catatan tak pernah kalah dalam 10 laga internasional terakhir.

Berikiut ini merupakan data-fakta laga antara Kroasia melawan Portugal seperti dilansir oleh FourFourTwo:

– Kemenangan terbesar Portugal atas Kroasia terjadi di Piala Eropa 1996. Kala itu, Portugal menang tiga gol tanpa balas.

– Kroasia menjadi juara grup di Piala Eropa setelah pernah mencatatkannya di Piala Eropa 2008. Mereka gagal melaju ke babak perempatfinal usai ditaklukkan oleh Turki.

– Kroasia menjadi tim yang menyudahi laju tak tekalahkan Spanyol dalam 14 pertandingan terakhir.

– Kroasia hanya sekali kalah dalam 10 pertandingan di Piala Eropa. Mereka menuai enam kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang.

– Kroasia hanya sekali gagal mencetak gol dalam 12 pertandingan terakhir di Piala Eropa, itu terjadi saat melakoni pertandingan melawan Spanyol.

– Portugal masih belum memetik kemenganan di Piala Eropa 2016. Mereka memetik tiga hasil imbang dalam lag fase grup.

– Portugal sudah tak pernah terkalahkan dalam 10 pertandingan kompetitif. Rinciannya, mereka menang tujuh kali dan imbang tiga kali.

– 75 persen gol ke gawang Portugal musim ini hadir dari sepakan jarak jauh.

– Ronaldo saat ini sudah mencatatkan jumlah caps terbanyak di putaran final Piala Eropa, catatannya 17 kali.

 

Manusia Terkuat asal Islandia Ini Sebut Ronaldo ‘Banci’

Manusia Terkuat asal Islandia Ini Sebut Ronaldo ‘Banci’

 

 

Manusia Terkuat asal Islandia Ini Sebut Ronaldo Banci

Agen Sbobet – Kritik lagi-lagi mendatangi Cristiano Ronaldo. Kali ini datang dari eks manusia terkuat dunia asal Islandia, Magnus Ver Magnusson, yang menganggap Ronaldo seperti banci.

Apa yang dikatakan Magnusson ini tentunya masih berkaitan dengan kritik keras Ronaldo pekan lalu saat Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Islandia di laga perdana Grup F.

Saat itu Portugal dibuat frustrasi oleh Islandia, terutama Ronaldo, yang gagal mencetak gol meski punya 10 attempts sepanjang 90 menit tapi hanya satu yang tepat sasaran.

Ronaldo setelahnya mengkritik habis-habisan Islandia yang dinilai tak niat menang dengan bertahan sepanjang laga. Selain itu, Ronaldo juga menganggap Islandia sebagai negara yang tak bermental juara.

Ucapan Ronaldo itu mau tak mau membuatnya dikritik habis saat itu dan pada prosesnya, Islandia justru finis di atas Portugal yang tak pernah menang sekalipun dan hanya tiga kali imbang.

Islandia lolos sebagai runner-up grup dengan 5 poin, unggul dua angka dari Portugal yang melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

“Cristiano Ronaldo bersikap layaknya banci. Ketika dia bilang Islandia tidak akan memenangi apapun, saya yakin dia tidak berpikir bahwa kami akan finis di atas mereka di fase grup,” ujar Magnusson kepada Press Association Sport.

“Sepakbola itu lebih soal tim ketimbang individu, seperti Leicester City buktikan musim lalu. Saya yakin Ronaldo bahkan menyesal sudah berkomentar seperti itu ketika situasi memanas,” sambung Magnusson yang empat kali dinobatkan sebagai Manusia Terkuat Dunia sedari 1991 hingga 1996 itu.

Menakar Efek Brexit untuk Premier League dan Sepakbola Inggris

Menakar Efek Brexit untuk Premier League dan Sepakbola Inggris

 

 

Menakar Efek Brexit untuk Premier League dan Sepakbola Inggris

Agen Sbobet – Brexit, salah satu istilah yang ramai diperbincangkan media internasional belakangan ini, terutama di Inggris. Apa itu Brexit dan apa dampaknya untuk sepakbola Inggris dan Premier League?

Singkatnya, Brexit –gabungan dari kata “British”/”Britain” dengan kata “exit”– adalah sebuah gerakan yang bertujuan agar Inggris Raya memisahkan diri dari Uni Eropa. Pada 2016 ini, Inggris Raya mengadakan referendum menyoal apakah Inggris Raya tetap bersama Uni Eropa atau keluar dari Uni Eropa.

Ini bukanlah referendum pertama. Pada tahun 1975, Inggris pernah melakukan referendum menyoal apakah mereka harus tetap bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa atau tidak. Kala itu, hasil referendum memutuskan Inggris Raya tetap bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa.

Jumat, 24 Juni 2016 pagi WIB, kubu yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa unggul dalam referendum. Inggris pun bercerai dari Uni Eropa. Brexit diikuti 33 juta warga Inggris dari 46 juta pemilih terdaftar.

Meski begitu, hasil akhir referendum Uni Eropa baru akan diumumkan secara resmi setelah seluruh hasil penghitungan suara dari 382 area pemilihan selesai dihitung. Hasil akhir referendum akan diumumkan di Manchester Town Hall, Manchester.

Penggerak Brexit, Nigel Farage, pun bersorak. Ia merayakannya dengan menyebutnya sebagai hari kemerdekaan Inggris. “Beranilah untuk bermimpi bahwa permulaan telah dimulai untuk Inggris yang merdeka,” ucap Farage, yang juga menjabat Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP), seperti dilansir Reuters.

Efek keluarnya Inggris dari Uni Eropa tentu saja ada. Tidak hanya kepada Inggris sendiri, tetapi juga kepada negara-negara Uni Eropa lainnya. Seperti dilansir detikNews, dengan berada di luar Uni Eropa, Inggris akan kehilangan akses pada pasar bebas Uni Eropa dan artinya, Inggris harus mengupayakan kesepakatan perdagangan baru dengan negara-negara di dunia. Di sisi lain, Uni Eropa akan mengalami pelemahan ekonomi dan politik dengan keluarnya Inggris dari blok mereka.

Top Skorer Copa: Vargas, Messi, atau Higuain?

Top Skorer Copa: Vargas, Messi, atau Higuain?

 

 

Top Skorer Copa: Vargas, Messi, atau Higuain?

Agen Sbobet – Selain trofi juara, gelar pencetak gol terbanyak di sebuah turnamen besar sepakbola selalu bergengsi. Siapa yang akan tampil sebagai top skorer di Copa America Centenario 2016?

Sampai saat ini kandidat terkuat ada tiga: Eduadro Vargas, Lionel Messi, dan Gonzalo Higuain. Dibilang terkuat karena mereka masih akan melakoni satu pertandingan lagi, yakni di final. Vargas berdiri untuk Chile, Messi dan Higuain untuk Argentina.

Untuk sementara Vargas masih dalam “pole position” dengan torehan enam gol. Messi menguntit dengan lima gol, sedangkan Higuain membuntuti dengan empat gol.

Vargas meroket ke puncak daftar berkat 4 gol yang ia borong saat Chile menghancurkan Meksiko 7-0 di perempatfinal. Penyerang klub Hoffenheim itu adalah pencetak gol terbanyak Copa America sebelumnya (2015) dengan 4 gol, bersama pemain Peru, Paolo Guerrero.

Perihal Messi, tak ada yang perlu diragukan darinya. Dari 5 gol yang sudah dibuatnya, dua di antaranya berasal dari tendangan bebas. Chile mesti menghindari melakukan pelanggaran di areal pertahanannya, apabila tak mau menghadapi free kick ‘La Pulga’.

Adapun Higuain, striker Napoli ini baru “ngebut” di dua pertandingan terakhir. Mandul selama fase grup, ia berturut-turut mencetak dua gol ke gawang Venezuela dan Amerika Serikat di babak delapan besar dan semifinal. Total Higuain melakukan 10 percobaan, dengan 9 on target.

‘Ibrahimovic Masih Bisa Meraih Banyak Hal di Level Klub’

‘Ibrahimovic Masih Bisa Meraih Banyak Hal di Level Klub’

 

 

Ibrahimovic Masih Bisa Meraih Banyak Hal di Level Klub

Bandar Sbobet – Zlatan Ibrahimovic sudah pensiun dari tim nasional Swedia. Pemain berusia 34 tahun itu diyakini masih bisa meraih banyak pencapaian di level klub.

Partai pamungkas Ibrahimovic dengan Swedia tak berakhir dengan tak manis. Mereka menelan kekalahan dengan saat berhadapan dengan Belgia dengan skor akhir 0-1. Gol di pertandingan terakhir Grup E Piala Eropa itu dicetak oleh Radja Nainggolan.

Dengan kekalahan itu, Swedia tersingkir dari Piala Eropa 2016 dengan raihan satu poin saja. Mereka juga cuma mencetak satu gol di sepanjang turnamen, itupun hasil gol bunuh diri.

Ibrahimovic bermain selama 270 menit bersama Swedia, dengan catatan satu tembakan on target. Secara keseluruhan dia mampu 12 kali melepaskan percobaan.

Terlepas dari penampilannya yang tak optimal di Piala Eropa, Ibrahimovic mampu tampil impresif bersama Paris Saint-Germain. Di musim 2015-16, dia mencetak 50 gol dalam 51 pertandingan di semua ajang.

Ibrahimovic yang kini menyandang status bebas transfer, menjadi rebutan beberapa klub. Manchester United diyakini ada di posisi terdepan untuk mendapatkan Ibrahimovic.

Pemain Belgia, Eden Hazard, mempunyai keyakinan bahwa Ibrahimovic bakal mencapai prestasi tinggi di level klub.

“Zlatan merupakan nama besar di sepakbola. Dia sudah mencapai banyak hal bersama Swedia, beberapa hal hebat,” kata Hazard di Soccerway.

“Dia jelas ingin berada di turnamen sedikit lebih lama. Tapi, merupakan tujuan kami untuk terus melaju.”

“Tapi, dia akan terus menjadi nama besar di sepakbola. Dia masih bisa mencapai hal besar di level klub,” imbuhnya.

Argentina vs Chile: Ulangan Final 2015

Argentina vs Chile: Ulangan Final 2015

 

 

Argentina vs Chile: Ulangan Final 2015

Bandar Sbobet – Kemenangan atas Kolombia memastikan Chile maju ke final Copa America Centenario untuk menghadapi Argentina. Ini adalah final ulangan Copa America 2015.

Di babak semifinal, Chile menundukkan Kolombia dengan skor 2-0 di Stadion Soldier Field, Chicago, Kamis (23/6/2016). Pertandingan ini sempat tertunda selama sekitar dua jam akibat cuaca buruk saat pergantian babak.

Kemenangan Chile ditentukan oleh gol-gol yang terjadi di awal babak pertama. Charles Aranguiz membuka skor di menit ketujuh yang diperbesar oleh Jose Fuenzalida empat menit kemudian. Sementara itu Kolombia mengakhiri laga dengan 10 orang karena Carlos Sanchez diganjar kartu kuning kedua saat laga belum genap berjalan sejam.

Partai puncak antara Chile melawan Argentina akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (27/6) pagi WIB. Pada final tahun lalu, La Roja sukses mematahkan hati Albiceleste usai menang adu penalti 4-1 usai bermain imbang 0-0 sampai babak perpanjangan waktu.

Matias Fernandez, Arturo Vidal, Aranguiz, dan Alexis Sanchez berhasil mengonversi penalti. Namun, dari tiga penalti pertama Argentina hanya Lionel Messi yang mampu menyarangkan bola usai Gonzalo Higuain dan Ever Banega gagal.

Bagi Chile, ini kesempatan emas mereka untuk merengkuh dua titel juara Copa America berturut-turut. Sebelumnya, Argentina pernah melakukannya pada 1946 dan 1947.

Sedangkan bagi Argentina, ini merupakan peluang untuk mengakhiri puasa gelar juara yang sudah berjalan 23 tahun. Terakhir kali Argentina menjuarai turnamen besar internasional di Copa America 1993.

Kalah dari Republik Irlandia, Italia Tak Mau Cari Kambing Hitam

Kalah dari Republik Irlandia, Italia Tak Mau Cari Kambing Hitam

 

 

Kalah dari Republik Irlandia, Italia Tak Mau Cari Kambing Hitam

Bandar Sbobet – Tim nasional Italia menelan kekalahan saat berhadapan dengan Republik Irlandia. Gli Azzurri tak mau mencari kambing hitam akibat hasil negatif itu.

Di laga terakhir Grup E Piala Eropa 2016, Italia kalah dengan skor akhir 0-1 saat melakoni pertandingan melawan Irlandia. Gol Robbie Brady menjadi penentu kemenangan tim besutan Marin O’Neill itu saat berduel di Stade Pierre Mauroy, Kamis (22/6/2016) dinihari WIB..

Dalam pertandingan itu, Italia yang sudah pasti lolos dengan status juara grup, melakukan rotasi pemain. Antonio Conte sudah memainkan sebanyak 22 pemainnya, tinggal kiper ketiga, Federico Marcheti, saja yang belum dimainkan.

Atas kekalahan itu, penggawa lini depan Italia, Simone Zaza, tak mapu mencari alasan. Dia bilang tim ‘Biru Langit’ akan menganalisis hal baik dan buruk permainan tim untuk laga melawan Spanyol.

“Kami semua bekerja keras, itu merupakan pertandingan yang aneh di mana banyak pemain yang belum bermain atau bekerja bersama ada di sana untuk pertama kalinya,” kata Zaza di Football Italia.

“Kami ingin tak ingin menjadi alibi. Kami akan menganalisa di mana letak kesalahan kami, apa yang sudah benar dan menggunakan itu untuk melangkah kedepan.”

“Kami ingin membuat kesan yang bagus di malam ini dan membuktikan diri kami. Sialnya, itu tak berjalan dengan baik. Sudah ada usaha, tapi Irlandia sudah berusaha sangat keras di saat terakhir karena mereka butuh kemenangan untuk lolos,” imbuhnya.

Islandia: Karena Piala Eropa Terlalu Nikmat untuk Ditinggalkan

Islandia: Karena Piala Eropa Terlalu Nikmat untuk Ditinggalkan

 

 

Islandia: Karena Piala Eropa Terlalu Nikmat untuk Ditinggalkan

Bandar Sbobet – Tampil sebagai debutan di grup yang tak mudah, Islandia sukses lolos ke 16 besar Piala Eropa 2016. Islandia mengaku ada dorongan besar untuk tak pulang cepat.

Islandia memastikan kelolosan ke babakl 16 besar usai menang 2-1 atas Austria pada laga di Stade de France, Kamis (23/6/2016) dinihari WIB tadi. Unggul lebih dulu melalui Jon Dadi Bodvarsson di menit ke-18. Islandia sempat kehilangan keunggulan di menit ke-60 melalui Alessandro Schopf.

Tapi sebuah upaya habis-habisan di menit-menit akhir membuahkan hasil manis untuk mereka. Arnor Traustason mencetak gol di menit keempat injury time dan memastikan kemenangan tim.

Hasil itu membawa Islandia lolos sebagai runner-up Grup F dengan nilai lima, hanya kalah selisih gol dari Hongaria.

“Itu mungkin 30 menit terberat dan paling bikin stres yang pernah saya mainkan. Tapi di 10 detik terakhir, itu semua terbayarkan,” ujar gelandang Islandia Gylfi Sigurdsson dikutip Soccerway.

“Kelolosan ini berarti besar untuk para pemain, juga untuk penggemar dan orang-orang di negara kami. Saya sangat bangga dengan apa yang kami lakukan pada saat ini.”

“Kami sudah mengatakan satu sama lain sebelum laga, bahwa kami tidak mau pulang. Kami terlalu menikmati ini dan semoga kami bisa melaju sedikit lebih lama,” tambahnya.

Islandia datang sebagai debutan di turnamen ini, bersama empat tim lainnya, yakni Albania, Irlandia Utara, Slovakia, dan Wales. Barangkali nyaris tak ada yang menjagokan tim arahan Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimsson ini untuk lolos, mengingat ada Portugal dan Austria yang di atas kertas lebih kuat di grup mereka.

Kendati begitu, negara yang berpenduduk hanya sekitar 332 ribu jiwa ini berhasil mematahkan perkiraan. Portugal berhasil ditahan imbang 1-1 di laga pertama, selanjutnya Hongaria nyaris ditaklukkan sebelum gol bunuh diri di menit-menit akhir membuat hasil akhirnya imbang 1-1.

Kini Islandia akan berhadapan dengan Inggris di babak 16 besar. Sigurdsson berharap timnya bisa kembali memberi kejutan dan terus melaju.

“Tidak ada tekanan lagi pada kami. Kami mungkin sudah meraih sesuatu yang tidak diperkirakan seseorangpun, mulai dengan mencapai putaran final ini dan kemudian lolos ke babak 16 besar,” ujarnya.

“Tidak masalah tim apa yang kami hadapi, kami normalnya merupakan underdog. Tapi semoga kami bisa terus melaju dan bertahan di sini lebih lama lagi,” tandas gelandang milik Swansea City in

Cedera Lavezzi: Jatuh Usai Tabrak Papan Iklan, Siku Retak

Cedera Lavezzi: Jatuh Usai Tabrak Papan Iklan, Siku Retak

 

 

Cedera Lavezzi: Jatuh Usai Tabrak Papan Iklan, Siku Retak

Agen Bola– Kemenangan meyakinkan Argentina atas Amerika Serikat 4-0 diwarnai sebuah kemalangan. Ezequiel Lavezzi menderita cedera sehingga akan absen di partai final.

Striker berusia 31 tahun itu tampil sebagai starter dalam laga semifinal di NRG Stadium, Rabu (21/6/2016) pagi WIB. Hanya butuh tiga menit bagi Lavezzi untuk unjuk gigi dengan menjebol gawang tim tuan rumah yang membawa Argentina memimpin 1-0.

Tapi Lavezzi tidak mampu menuntaskan pertandingan usai digantikan Erik Lamela di menit 67. Pemain yang merumput di Liga China itu menabrak papan iklan di pinggir lapangan saat mencoba menanduk bola.

Lavezzi kemudian terjatuh, kedua kakinya berada di udara dan sempat mengenai seorang steward sebelum badannya menghantam tanah. Sejumlah rekan setimnya langsung mendatangi Lavezzi yang mengerang kesakitan.

Petugas medis pun datang untuk segera membawa Lavezzi menggunakan tandu.

Iniesta: Awalnya Aku yang Akan Menendang Penalti, tapi….

Iniesta: Awalnya Aku yang Akan Menendang Penalti, tapi….

 

 

Iniesta: Awalnya Aku yang Akan Menendang Penalti, tapi....

Agen Bola – Keputusan Spanyol memberikan tendangan penalti pada Sergio Ramos jadi pertanyaan besar. Bek tengah Real Madrid itu punya statistik kurang oke dalam urusan adu tos-tosan.

Spanyol kalah 1-2 saat berhadapan dengan Kroasia di laga terakhir fase grup Piala Eropa 2016. La Furia Roja bisa saja terhindar dari hasil tersebut andai mereka berhasil mengeksekusi penalti yang diberikan wasit pada menit 73.

Tapi kans tersebut tak dimaksimalkan oleh Sergio Ramos. Tendangannya ke arah kanan gawang dibaca oleh kiper Danijel Subasic.

Pada laga dengan Kroasia dinihari tadi, eksekutor penalti utama Spanyol adalah Andres Iniesta. Setelah wasit menunjuk titik putih, Iniesta sebenarnya sudah bersiap. Namun Ramos kemudian meminta dirinya yang mengambil penalti.

“Tadinya aku yang akan mengambil penalti, tapi Ramos memintanya dan dia percaya diri dengan itu,” ucap Iniesta usai pertandingan seperti dikutip dari AS.

Pemilihan Ramos sebagai eksekutor penalti Spanyol kemudian dipertanyakan. Dia memang sukses mengeksekusi penalti di final Liga Champiosn 2015/2016. Tapi Ramos juga punya beberapa catatan buruk terkait kemampuan melakukan tendangan penalti.

Salah satu kegagalannya yang ‘paling bersejarah’ adalah saat Madrid berhadapan dengan Bayern Munich di semifinal Liga Champions tahun 2012. Ramos juga gagal bikin gol dari penalti pada Piala Konfederasi, saat Spanyol berhadapan dengan Brasil di 2013.