Bagaimana ‘Bek Kanan Terlemah’ di Piala Eropa Mencoba Mematikan Payet?

Bagaimana ‘Bek Kanan Terlemah’ di Piala Eropa Mencoba Mematikan Payet?

 

 

Bagaimana Bek Kanan Terlemah di Piala Eropa Mencoba Mematikan Payet?

Casino Bola – Birkir Saevarsson bukan siapa-siapa di Piala Eropa 2016. Tapi setelah sukses meredam Raheem Sterling, dia kini dihadapkan pada tantangan besar lain untuk mematikan Dimitri Payet.

Bak kanan paling lemah di Piala Eropa 2016. Begitu harian asal Inggris, The Independent, pernah memberikan penilaian pada Saevarsson sebelum kick off Piala Eropa 2016. Penilaian itu tidak salah, karier Saevarsson di lapangan hijau jauh dari kilau sepakbola Eropa.

Ada tiga klub yang pernah dia bela. Yang pertama adalah Valur di Liga Islandia, lalu SK Brann di Liga Norwegiam dan Hammarby yang kini dia perkuat di level teratas Liga Swedia. Pada usianya yang 31 tahun kini, capaian terbaiknya didapat delapan tahun lalu ketika menjuarai Piala Islandia.

Senin (4/7/2016) dinihari nanti, Saevarsson akan mencoba menjinakkan salah satu pemain terbaik Piala Eropa saat ini, Dimitri Payet. Terlepas dari atribut tak meyakinkan yang merekat padanya, Saevarsson punya keyakinan tinggi akan bisa melakukan tugas tersebut.

“Anda hanya harus bermain dengan agresif. Yang utama jangan biarkan dia (Payet) masuk ke dalam dan menendang dengan kaki kanannya. Paksa dia menggunakan kaki kiri,” cetus Saevarsson.

“Sulit untuk menemukan kelemahannya, jadi itu hanya soal… tidak membiarkan dia melengkungkan bola ke tiang jauh,” lanjut dia.

Saevarsson mungkin bukan siapa-siapa. Tapi, sebagaimana dikutip dari reuters, dia sudah jadi legenda di kampung halamannya.

Di sebuah desa pemancingan bernama Bolungarvik, tersiar kisah tentang seorang pria yang bisa berlari sangat jauh dan juga cepat sehingga dia bisa membuat sebuah treadmill rusak. Orang itu, tentu saja, adalah Birkir Saevarsson.

Mematikan Payet jelas tak semudah itu dilakukan. Gelandang West Ham United itu mencetak gol indah dan menciptakan assist saat berhadapan dengan Rumania. Payet memperdaya dua bek Albania dalam proses menciptakan gol ke gawang tim debutan itu.

Apalagi Saevarsson justru sempat membuat gol bunuh diri saat Islandia bermain imbang dengan Hongaria di fase grup. Tantangan lain buat Saevarsson adalah fakta bahwa Islandia menjadi tim dengan ball possession paling rendah.

Tapi Saevarsson juga dapat pujian atas keberhasilannya mematikan Raheem Sterling di babak 16 besar. Dia juga menjadi salah satu pemain yang tampil konsisten sedari fase grup.

“Saya puas dengan cara saya mengatasi Sterling. Saya bisa beradu kecepatan dengannya….dan kepercayaan diri saya terus tumbuh di sepanjang pertandingan,” ucapnya.

Kembali ke duel dengan Prancis dan upayanya mematikan Payet, Saevarsson menyebut kalau konsentrasi adalah hal terpenting. Level pemain di Piala Eropa diakuinya berbeda dengan level pemain di Liga Swedia.

“Perbedaan terbesar adalah pemain-pemain di Piala Eropa sedikit lebih baik, lebih cepat, dan punya lebih banyak teknik. Anda tidak bisa bersantai untuk satu detik saja jika tidak mau kecolongan. Di Swedia Anda tidak akan kecolongan meskipun Anda tertidur. (Tapi) satu detik saja di sini, pemain lawan akan pergi jauh dari Anda,” tuntas pesepakbola yang oleh situs Transfermarkt ditaksir bernilai 375.000 poundsterling itu.

 

Hummels Kecewa Berat Absen di Semifinal

Hummels Kecewa Berat Absen di Semifinal

 

 

Hummels Kecewa Berat Absen di Semifinal

Casino Bola – Mats Hummels tak akan bisa tampil di semifinal meski Jerman lolos. Harus absen karena akumulasi kartu membuat Hummels kecewa berat.

Jerman melangkah ke semifinal usai menyingkirkan Italia di babak perempatfinal, Minggu (3/6/2016) dinihari WIB, lewat adu penalti. Dalam pertandingan di Nouveau Stade de Bordeaux, Jerman menang 6-5 setelah imbang 1-1 sampai 120 menit.

Dalam laga tersebut, Hummels mendapat kartu kuning di menit-menit akhir babak kedua. Bek yang musim depan akan memperkuat Bayern Munich itu dikartu kuning karena melanggar Eder.

Dengan demikian, Hummels tidak akan bisa tampil di laga semifinal karena akumulasi kartu. Sebelumnya, dia sudah mendapat kartu kuning di laga babak 16 besar melawan Slovakia.

Tahu akan absen di semifinal, Hummels pun kecewa berat. Namun bek berusia 27 tahun itu tetap melihat sisi positifnya.

“Kartu kuning kedua itu menyakitkan, absen karena dua situasi itu,” ucap Hummels seperti dikutip Soccerway.

“Tapi tubuh saya bisa istirahat dua atau tiga hari lebih,” katanya.

Hasil ini menjadi sejarah tersendiri bagi Jerman. Sebab untuk pertama kalinya, Die Mannschaft menundukkan Gli Azzurri di turnamen mayor.

Di babak semifinal yang akan dimainkan pada tanggal 7 Juli, Jerman akan menghadapi pemenang dari laga antara Prancis dan Islandia.

 

 

Conte Akan Istirahat Sepekan, Lalu Mulai Latih Chelsea

Conte Akan Istirahat Sepekan, Lalu Mulai Latih Chelsea

 

 

Conte Akan Istirahat Sepekan, Lalu Mulai Latih Chelsea

Casino Bola – Antonio Conte sudah punya rencana setelah tugasnya di tim nasional Italia berakhir. Conte akan liburan sejenak sebelum mulai melatih Chelsea.

Kekalahan Italia dalam adu penalti melawan Jerman di perempatfinal Piala Eropa 2016, Minggu (3/7/2016) dinihari WIB, menjadi penanda akhir era Conte di timnas. Sejak sebelum turnamen dimulai, Conte memang telah mengumumkan dirinya akan meninggalkan kursi pelatih Gli Azzurri selepas Piala Eropa.

Conte sudah ditunggu tugas berat lainnya setelah ini. Pria berusia 46 tahun itu akan memulai petualangan baru di Premier League bersama Chelsea.

“Ketika saya memutuskan untuk tidak lanjut melatih Italia, saya bilang kepada Presiden (Federasi Sepakbola Italia) dan setelah itu kesempatan besar untuk bergabung dengan Chelsea datang, jadi saya menerimanya. Masa depan saya adalah kembali ke klub,” ujar Conte seperti dikutip Football Italia.

Akan tetapi, sebelum mulai melatih The Blues, Conte akan lebih dulu berlibur meski tidak terlalu lama.

“Dalam beberapa hari musim baru akan dimulai dan saya akan lebih memilih tidak punya waktu liburan sama sekali jika itu berarti kami bisa melaju lebih jauh di Piala Eropa,” ujarnya.

“Sekarang saya akan mengambil waktu sepekan untuk melupakan kekecewaan dan kemudian memulai petualangan baru ini. Saya tahu itu akan sulit, tapi saya menyukai tantangan seperti ini,” kata Conte.

‘Semoga Portugal Kini Melihat Wales dengan Berbeda’

‘Semoga Portugal Kini Melihat Wales dengan Berbeda’

 

 

Semoga Portugal Kini Melihat Wales dengan Berbeda

Agen Bola – Wales menduga Portugal sejak awal lebih ingin bertemu Wales dan bukan Belgia di semifinal. Neil Taylor berharap pandangan itu mulai berubah.

Wales dan Belgia saling berhadapan pada perempatfinal Piala Eropa 2016 di Stade Pierre-Mauroy, Sabtu (2/7/2016) dinihari WIB, dalam posisi Portugal sudah menanti di semifinal. Menilik komposisi skuat dan secara pengalaman di turnamen besar, Portugal bisa jadi lebih berharap Wales yang lolos dengan anggapan di atas kertas lebih mudah dihadapi.

Wales memang tak diunggulkan, mengingat statusnya sebagai debutan. Mereka juga tak punya sejarah besar di turnamen mayor, dengan sebelumnya cuma sekali tampil di Piala Dunia 1958 ketika finis di perempatfinal.

Sementara Belgia punya skuat yang mentereng, dengan bintang-bintang muda seperti Kevin de Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, Toby Alderweireld, dan Thibaut Courtois. Tim ini juga jauh lebih berpengalaman, sebelumnya tampil empat kali di Piala Eropa dan di 12 Piala Dunia.

Pada akhirnya hal-hal tersebut memang cuma sekadar catatan. Wales-lah yang tampil sebagai pemenang dengan skor meyakinkan 3-1 dan berhak ke semifinal.

Bek Wales Neil Taylor berharap hasil dan performa mereka akan membuat Portugal berpikir ulang tentang timnya.

“Sudah jelas untuk bisa mengatakan bahwa sekarang kami punya keyakinan bisa mengalahkan siapapun. Kami tidak berbohong ketika kami mengatakan hal-hal seperti ini,” kata Taylor dikutip Soccerway.

“Dan malam ini saya rasa kami layak menang, saya tidak merasa kami mencurinya. Saya bahkan tidak merasa ini seperti laga di Cardiff ketika kami mengalahkan mereka 1-0 dan sempat bertahan untuk periode yang lama.”

“Saya rasa di sini kami cukup meyakinkan dan untuk menang 3-1 rasanya ini luar biasa. Portugal mungkin sebelum pertandingan akan berpikir ‘Saya harap kami mendapatkan Wales dan bukan Belgia’, tapi semoga melihat di laga tadi mereka akan berpikir dengan berbeda sekarang,” imbuh penggawa Swansea City ini.

Loew: Pemenang Jerman vs Italia Favorit Juara

Loew: Pemenang Jerman vs Italia Favorit Juara

 

 

Loew: Pemenang Jerman vs Italia Favorit Juara

Agen Bola – Jerman akan berusaha keras untuk mengakhiri ‘kutukan’ Italia. Pelatih Jerman Joachim Loew merasa pemenang laga ini adalah kandidat kuat juara Piala Eropa 2016.

Dua kekuatan besar sepakbola itu akan saling berhadapan di laga perempatfinal yang digelar di Stade Malmut-Atlantique, Bordeaux, pada Minggu (3/7/2016) pukul 02.00 WIB.

Die Mannschaft kini dinanti pembuktian. Dalam sejarahnya, Jerman tidak sanggup mengalahkan Italia di turnamen besar, begitupun saat menjuarai Piala Dunia 2014. Sukses tersebut didapat Bastian Schweinsteiger dkk. ketika Italia tersungkur di fase grup.

Kekalahan terakhir Jerman atas Gli Azzurri terjadi juga di Piala Eropa, di babak semifinal empat tahun lalu dengan skor akhir 1-2. Namun, Jerman layak optimistis karena sejak saat itu mereka tidak terkalahkan dari Italia dalam dua partai ujicoba yang berakhir 1-1, November 2013 dan menang 4-1 pada Maret 2016.

Di turnamen ini, performa Italia patut diacungi jempol. Tampil tanpa status favorit juara, tim besutan Antonio Conte ini berhasil keluar sebagai juara grup, sebelum menyingkirkan juara dua kali beruntun Spanyol secara meyakinkan dengan skor 2-0 di 16 besar.

“Sudah lebih dari beberapa hari terakhir kami menganalisa Italia, menyaksikan pertandingan mereka dan sadar bahwa mereka tidak hanya bertahan. Tapi punya banyak situasi dalam penyerangan juga,” ungkap Loew di Football Italia.

“Kami mesti menemukan keseimbangan di depan dan di belakang. Jadi kami perlu menciptakan banyak peluang tanpa melakukan kesalahan. Kami harus akurat, karena kami tidak akan mendapatkan banyak peluang mencetak gol seperti saat melawan Irlandia Utara.”

“Sekarang ini semuanya bergantung pada pemain. Kami percaya diri, karena ada banyak keyakinan dalam tim,” lanjut Loew.

“Target utamanya adalah memenangi turnamen ini dan semua tim memiliki kualitas. Saya percaya siapapun yang memenangi pertandingan ini dia akan menjadi favorit untuk mengangkat trofi juara.”

 

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

 

 

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

Agen Bola – Punya skuat yang jauh lebih bagus, Belgia secara mengejutkan disingkirkan Wales. Thibaut Courtois tak tahan untuk tak mengkritik pelatih Belgia Marc Wilmots.

Pada laga perempatfinal di Stade Pierre-Mauroy, Lille, Sabtu (2/7/2016) dinihari WIB, Belgia sempat memimpin lebih dulu sebelum dibuat Wales bertekuk lutut 1-3. Meski Belgia unggul penguasaan bola, tapi Wales lebih mengancam.

Belgia memiliki ball possession dengan perbandingan 52:48, tapi hanya menciptakan 14 percobaan [4 mengarah ke gawang]. Sedangkan Wales sukses melahirkan 15 percobaan [7 mengarah ke gawang].

Radja Nainggolan membuka keunggulan Belgia di menit 13. Wales lantas menyamakan skor melalui Ashley Williams di menit 30 untuk mengakhiri paruh pertama dengan skor imbang 1-1.

Di babak kedua, Wales menambah dua gol lain dari Hal Robson-Kanu sebelum memastikan kemenangan sekaligus mengirim Belgia pulang lewat gol Sam Vokes lima menit jelang bubaran.

“Ini adalah kesempatan yang mungkin kami tidak bisa mendapatkannya lagi. Aku sudah memberi pendapatku di ruang ganti. Dia harus membuat keputusannya sendiri,” jawab kiper Belgia itu saat ditanya apakah Wilmots mesti mundur atau tidak.

Courtois dan Wilmots sempat bertengkar setelah Belgia dikalahkan Italia 0-2 di laga pertama fase grup. Kiper yang memperkuat Chelsea ini tidak senang Wilmots memakai taktik yang sama dalam kekalahan atas Wales ini.

“Aku sudah menunjuk di mana area yang mesti diperbaiki usai pertandingan,” sebut Courtois kepada Rtbf. “Kami harus tetap cerdas. Kami masih muda dan masih masih akan bermain bersama-sama dalam waktu yang lama.”

“Tapi ini adalah sebuah kekecewaan karena kami memiliki sebuah kesempatan emas untuk maju ke final.” Demikian diwartakan ESPNFC.

Akankah Wales Kembali Redam Belgia?

Akankah Wales Kembali Redam Belgia?

 

 

Akankah Wales Kembali Redam Belgia?

Bandar Poker – Wales, yang sebelum lolos ke putaran final Piala Eropa termasuk “anak bawang” di Eropa, faktanya berhasil meredam dominasi Belgia di babak kualifikasi.

Keduanya tergabung di Grup B bersama Bosnia Herzegovina, Israel, Siprus, dan Andorra. Belgia finis sebagai pemuncak klasemen, Wales lolos sebagai runner-up grup.

Tahukah Anda bahwa satu-satunya kekalahan yang diderita Belgia di babak kualifikasi tersebut adalah saat mereka menghadapi Wales. Pada 12 Juni 2015 di Stadion Cardiff City, Cardiff, Wales menekuk “Setan Merah” dengan skor 1-0, via gol tunggal Gareth Bale.

Di pertemuan mereka yang pertama, Wales berhasil menahan imbang Belgia tanpa gol (0-0) di Brussels.

Tengah malam nanti, atau Sabtu (2/7) pukul 02.00 WIB, kedua kesebelasan kembali bertemu, kali ini di babak perempatfinal Piala Eropa 2016. Siapa yang tampil sebagai pemenang, sekaligus membuktikan bahwa mereka lebih baik dibanding rivalnya itu?

Ronaldo Berharap Messi Tak Jadi Pensiun dari Timnas

Ronaldo Berharap Messi Tak Jadi Pensiun dari Timnas

 

 

Ronaldo Berharap Messi Tak Jadi Pensiun dari Timnas

Bandar Poker– Keputusan Lionel Messi untuk pensiun dari timnas Argentina disebut telah membuat dunia sepakbola merasa kehilangan. Messi juga diharapkan akan berubah pikiran terkait hal itu.

Pendapat tersebut diungkapkan oleh Ronaldo, mantan striker Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan timnas Brasil. Tapi, pemenang Piala Dunia 1994 dan 2002 itu juga mengingatkan bahwa keputusan Messi harus dihormati.

“Itu adalah pilihan yang sangat pribadi dari Messi dan kita harus menghormatinya,” ujar Ronaldo kepada Xinhua.

Messi mengejutkan banyak orang ketika dia mengumumkan pensiun dari timnas Argentina pada Minggu (26/6/2016) lalu. Penyerang berusia 29 tahun itu melakukannya setelah Argentina kalah adu penalti dari Chile di final Copa America Centenario.

Messi sudah empat kali kalah di final bersama Argentina. Sebelumnya, dia juga harus puas dengan predikat runner-up di Copa America 2007, Piala Dunia 2014, dan Copa America 2015.

“Kita semua merasa ditinggalkan oleh Messi dan berharap dia bisa mengubah keputusannya,” kata Ronaldo.

Del Bosque Sedang Tak Akur dengan Casillas

Del Bosque Sedang Tak Akur dengan Casillas

 

 

Del Bosque Sedang Tak Akur dengan Casillas

Bandar Poker – Hubungan Vicente del Bosque dan Iker Casillas retak. Seluruh skuat Spanyol dikirimi pesan oleh Del Bosque tentang pengunduran dirinya, kecuali Casillas.

Pelatih berusia 65 tahun itu baru saja melepas jabatannya sebagai pelatih timnas Spanyol. Menyusul hasil buruk di Piala Eropa 2016, di mana La Furia Roja tersingkir di babak 16 besar usai ditekuk Italia 0-2.

Pengunduran diri Del Bosque berarti mengakhiri jalinan kerjasamanya dengan Spanyol selama tujuh tahun. Dalam periode tersebut, Del Bosque membawa Spanyol ke masa kejayaan dengan menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Akan tetapi, di turnamen yang terakhir hubungan Del Bosque dan kapten Spanyol itu memburuk. Pasalnya, Del Bosque memilih David de Gea sebagai kiper nomor utama menggusur Casillas yang sudah bertahun-tahun memiliki status tersebut.

Dalam empat pertandingan Spanyol di Piala Eropa 2016, mantan kiper Real Madrid itu sama sekali tidak bermain. Bisa jadi Casillas kecewa karena turnamen itu mungkin saja yang terakhir baginya mengingat usianya sudah mencapai 35 tahun.

“Dengan rekan-rekan setimnya dia baik-baik saja, benar. Tapi dengan staf pelatih biasa-biasa saja,” ungkap Del Bosque kepada El Larguero, yang dikutip Soccer Way. “Itulah mengapa satu-satunya pemain yang tidak saya kirimi pesan adalah Casillas.”

“Dia marah dengan saya, tapi juga dengan [pelatih fisik] Javier Minano atau [assisten pelatih] Toni Grande. Dengan orang lain, dia baik. Dia hanya marah dengan kami.”

“Tentu saja dia kecewa atau tidak senang dengan saya dan saya memahami hal itu. Dia berpikir kami sudah melakukan hal yang salah. Tapi kami harus bangga dengan seorang pemain yang sudah mengoleksi 167 caps dengan tim nasional. Saya tidak percaya tiga atau empat pertandingan akan menodai reputasi dia,” sambung Del Bosque.

“Casillas tidak mengecewakan saya. Saya memiliki apresiasi besar untuk dia. Saya sudah mengenal dia ketika dia masih berusia sembilan tahun.”

Rekor Impresif Polandia vs Tuah Fernando Santos

Rekor Impresif Polandia vs Tuah Fernando Santos

 

 

Rekor Impresif Polandia vs Tuah Fernando Santos

Agen Bola – Satu tempat di babak semifinal akan diperebutkan Polandia dengan Portugal. Kedua negara dibekali dengan tren apik. Siapa yang akan lolos?

Duel perempatfinal antara Polandia kontra Portugal akan digelar di Stade Velodrome, Marseille, Jumat (1/7/2016) pukul 02.00 WIB. Ini akan menjadi pertemuan kesebelas kedua negara.

Polandia baru saja mengukir sejarah dengan melaju ke perempatfinal pertama di Piala Eropa. Tim besutan Adam Nawalka ini masih berupaya untuk memperbaiki prestasi ini untuk menyamai pencapaian terbaik di turnamen besar kala lolos hingga semifinal Piala Dunia 1982.

Sementara itu, Portugal tengah mencari penebusan setelah tersingkir di babak grup Piala Dunia 2014. Di turnamen Eropa ini, Seleccao das Quinas lebih hoki dengan mencapai tiga semifinal dalam empat edisi terakhir.

Polandia memiliki rekor pertemuan apik melawan Portugal dalam 10 tahun terakhir. Namun, sejak Portugal dilatih Fernando Santos, mereka belum kalah di laga kompetitif.

Berikut fakta-fakta seputar pertandingan Polandia vs Portugal yang dirangkum Opta:

– Ini akan menjadi pertemuan ketiga antara Polandia dan Portugal di sebuah turnamen besar, yang pertama di Piala Eropa. Mereka masing-masing menang sekali: 1-0 untuk Polandia di Piala Dunia 1986 dan 4-0 untuk Portugal di Piala Dunia 2002.

– Polandia tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir melawan Portugal [menang 1, seri 2].

– Enam gol Portugal terakhir melawan Polandia semuanya tercipta di babak kedua.

– Portugal adalah satu-satunya tim yang mencapai perempatfinal di setiap turnamen Eropa sejak 1996 [6 kali berturut-turut]. Mereka memiliki peluang untuk mencapai semifinal yang kelima dalam tujuh kali partisipasinya di Piala Eropa.

– Polandia tidak pernah mencetak lebih dari satu gol di laga Piala Eropa [10]. Sesungguhnya, tidak ada dari 10 pertandingannya di kompetisi ini yang menghasilkan lebih dari dua gol [mencetak gol + kebobolan].

– Polandia adalah tim dengan produktivitas gol paling rendah di antara tim-tim yang lolos ke perempatfinal [3 gol dalam 4 pertandingan].

– Polandia belum pernah tertinggal di sebuah pertandingan dalam Piala Eropa kali ini. Mereka juga baru kebobolan satu gol dalam empat pertandingan.

– Kemenangan terakhir Polandia di fase gugur sebuah turnamen besar tanpa melalui adu penalti adalah saat mengalahkan Prancis 3-2 di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1982.

– Portugal telah menjalani pertandingan terbanyak dalam sejarah Piala Eropa tanpa pernah memenanginya: 32 pertandingan, 0 trofi.

– Portugal tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan kompetitif di bawah Fernando Santos [menang 8, seri 3]. Seluruh kemenangan tersebut ditentukan dengan satu gol saja [termasuk kemenangan di babak tambahan waktu melawan Kroasia].

– Tiga gol terakhir yang bersarang di gawang Portugal di Piala Eropa tercipta dalam pola yang sama: semuanya dicetak dari set-piece dan dari luar kotak penalti.

– Robert Lewandowski mencetak gol di menit ke-17 pada pertandingan pertama dia di Piala Eropa [melawan Yunani di 2012]. Sejak saat itu, dia selalu gagal mencetak gol atau menciptakan assist di kompetisi ini dalam 643 menit.

– Jakub Blaszczykowski sudah terlibat dalam lima gol Polandia di dua Piala Eropa terakhir [3 gol, 2 assist].

– Cristiano Ronaldo sudah memainkan lebih banyak pertandingan daripada pemain lainnya di putaran final Piala Eropa [18]. Dia kini hanya terpaut satu gol dari rekor gol terbanyak Michel Platini [9] di kompetisi ini.

– Ronaldo hanya mencetak dua gol dalam 12 pertandingan di fase gugur dalam sebuah turnamen besar [semifinal Piala Eropa 2004, perempatfinal Piala Eropa 2012]. Dia juga sudah mencoba 40 tembakan bebas langsung di turnamen besar dengan Portugal tapi belum juga berhasil mencetak gol dari usaha tersebut.

– Ricardo Quaresma adalah pemain pengganti paling subur di Piala Eropa 2016 dengan sumbangan satu assist [vs Hongaria] dan satu gol [vs Kroasia] setelah main dari bangku cadangan.