Guardiola Bukan Pelatih Gagal di Bayern

Guardiola Bukan Pelatih Gagal di Bayern

Guardiola Bukan Pelatih Gagal di Bayern

Bandar Poker Kinerja Josep Guardiola bersama Bayern Munich memang sedang berada dalam sorotan dalam beberapa hari terakhir. Sebab pria asal Spanyol itu kembali gagal menyumbangkan gelar Liga Champions untuk skuad Die Rotten.

Seperti diketahui sejak kedatangannya pada musim panas 2013, Guardiola memang mampu membuat Bayern tak tersentuh di kompetisi domestik. Ia sukses mengantarkan Thomas Muller dan kolega menjadi juara Bundesliga untuk tiga musim serta DFB pokal dua tahun beruntun.

Akan tetapi dalam tiga musim keberadaannya di Allianz Arena, Guardiola gagal membuat Bayern menjadi penguasa Eropa seperti ketika ia bersama Barcelona. Sebab prestasi Bayern di turnamen antar klub paling di Eropa tersebut mandek hanya di babak semfinal.

Melihat kondisi tersebut mendapatkan tanggapan dari mantan pelatih Bayern, Ottmar Hitzfeld. Ia membantah tanggapan banyak kalangan yang menilai bahwa karier Guardiola bersama Bayern penuh dengan kegagalan.

“Tidak, Pep tak gagal. Ia hanya tidak diperlakukan dengan adil. Ia membuat Bayern lebih baik dan juga Bundesliga. Semua yang tidak mengakui sensasionalnya Guardiola dalam membuat tim lolos ke tiga semifinal Liga Champions secara beruntun, tidak tahu apapun,” ucap Hitzfeld seperti dikutip dari Bild, Minggu (8/5/2016).

“Sebuah tim yang memenangkan treble akan mengalami penurunan. Mereka tidak lagi lapar dan cenderung menanggap remeh. Namun Pep mampu melindungi Bayern dalam kasus ini, ia membuat para pemain terus lapar. Ia membuat mereka bermain dengan level yang tertinggi,” tutupnya.

Oezil Masih Punya Target yang Belum Tercapai di Arsenal

Oezil Masih Punya Target yang Belum Tercapai di Arsenal

 

 

Oezil Masih Punya Target yang Belum Tercapai di Arsenal

Poker Online – Penggawa Arsenal, Mesut Oezil, menegaskan bahwa dirinya masih mempunyai target yang belum tercapai bersama Arsenal. Dia pun akan bertahan di skuat The Gunners.

Bersama Arsenal musim ini, Oezil pun puasa gelar. Kesempatan terbaik untuk menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama lebih dari satu dasawarsa sudah sirna.

Sementara itu, Arsenal juga gagal mempertahankan gelar juara Piala FA. Mereka tersingkir di babak perempatfinal setelah kalah dari Watford.

Dengan puasa gelar kali ini, Oezil pun dikabarkan ingin hengkang. Dia disebut kecewa karena misinya ke Arsenal adalah untuk meraih gelar juara.

Soal hal itu, Oezil mengumumkan kesetiaannya. Dia bilang masih mempunyai misi yang belum terselesaikan bersama klub asal London utara.

“Saya masih mempunyai kontrak bersama Arsenal dan saya sangat bahagia di sini saat ini,” kata Oezil di majalah terbitan Prancis, Surface.

“Saya tak berpikir mengenai masa depan, saya hanya berpikir mengenai situasi saat ini. Saya mempunyai tujuan bersama Arsenal. Di sepakbola, ada tak akan tahu masa depan,” imbuhnya.

 

 

‘Para Pemain Milan Akan Berjuang Demi Masa Depannya di San Siro’

‘Para Pemain Milan Akan Berjuang Demi Masa Depannya di San Siro’

 

Para Pemain Milan Akan Berjuang Demi Masa Depannya di San Siro

Poker Online – AC Milan masih mempunyai dua pertandingan yang harus dilakoni di Liga Italia. Mereka disebut akan berjuang demi masa depannya masing-masing di San Siro.

Laga melawan Bologna dan AS Roma menjadi dua pertandingan yang harus dilakoni oleh Milan musim ini. Laga melawan Gialorossi akan menjadi penutup musim ini, sekaligus menjadi laga terakhir di San Siro di musim ini.

Bagi Milan, dua pertandingan itu memang seperti sudah tak berarti apa-apa lagi. Mereka sudah amat sulit untuk meraih tiket Liga Europa musim ini. Rossoneri ada di posisi tujuh klasemen dengan raihan 54 poin, berjarak enam poin dari Fiorentina yang ada di posisi lima klasemen.

Kendati demikian, pelatih Milan, Cristian Brocchi, menegaskan bahwa tim besutannya mesti tetap tampil habis-habisan.

“Para pemain akan bermain untuk masa depannya di Milan,” kata Brocchi di Football Italia.

“Setiap orang dari mereka mempunyai ceritanya masing-masing. Tapi, jika Anda ingin menjadi pemain yang sebenarnya, maka Anda harus menunjukkan penampilan yang bagus. Saat saya masih mengenakan seragam Milan saya selalu merasa bersyukur.”

“Saya ulangi: saya ingin mereka menunjukkan kepada saya apa yang sudah mereka perlihatkan pada saya sepanjang pekan ini. Selama mereka melakukan itu, maka saya akan membela mereka,” tambahnya.

‘Agar Bisa Samai Ronaldo-Messi, Hazard Harus Bermain Seperti Amatir Lagi

‘Agar Bisa Samai Ronaldo-Messi, Hazard Harus Bermain Seperti Amatir Lagi

 

Agar Bisa Samai Ronaldo-Messi, Hazard Harus Bermain Seperti Amatir Lagi

Poker Online – Pemain Chelsea, Eden Hazard, tampil buruk musim ini. Manajer The Blues, Guus Hiddink, mempunyai saran agar dia bisa tampil seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.

Seiring dengan terpuruknya Chelsea musim ini, Hazard juga bermain kurang impresif. Dalam 28 pertandingan di Liga Inggris, dia cuma membukukan tiga gol dan empat assist.

Dengan penampilan yang masih kurang apik itu, Hazard diminta untuk lebih konsisten lagi oleh Hiddink. Dia diminta untuk mencontoh pemain seperti penyerang Barcelona, Messi, atau penyerang Madrid, Ronaldo, yang bisa konsisten mencetak lebih dari 40 gol setiap musim.

Hazard diminta untuk mulai bermain seperti seorang amatir, yang selalu antusias melakoni pertandingan.

“Saya pikir Hazard masih jauh dari raihan performa bagus seperti di musim 2014-15,” kata hiddink seperti dilansir Soccerway.

“Dia harus lebih konsisten seperti pemain besar di La Liga. Pemain seperti Messi, Ronaldo, dan (Andres) Iniesta ada di bawah tekanan tinggi, tapi mereka menikmati itu.”

“Pemain seperti Eden dikaruniai bakat. Mereka suka bermain sepakbola saat kondisinya benar dan tak ada masalah fisik.”

“Pemain terbesar di luar sana senang bermain seperti seorang amatir dan Hazard harus mulai bermain seperti amatir lagi,” imbuhnya.

Wenger Bangga Bisa Kalahkan Leicester

Wenger Bangga Bisa Kalahkan Leicester

Wenger Bangga Bisa Kalahkan Leicester

Agen Poker Leicester City sukses menjadi juara Premier League 2015-2016. Pencampaian tersebut merupakan sejarah karena The Foxes sebelumnya berlum pernah meraih gelar tertinggi di kompetisi Inggris itu.

Kejayaan Leicester tersebut memang tak bisa dilepaskan dari konsistensi tim besuan Claudio Ranieri. Dari 36 laga yang sudah mereka jalani, 22 laga berhasil mereka akhiri dengan kemenangan sementara 11 diantaranya berakhir dengan hasil imbang. Jamie Vardy dan kawan-kawan juga hanya menelan tiga kekalahan musim ini.

Dua dari tiga kekalahan Leicester City dialami saat melawan Arsenal. Catatan tersebut rupanya membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger jemawa. Baginya suatu hal yang membanggakan bisa mengalahkan tim juara dua kali dalam satu musim.

Tak hanya itu, pelatih yang tengah terancam dipecat tersebut juga menyebut tim lain tak mampu menyelesaikan tugas dengan baik ketika menghadapi Leicester. Pada saat yang bersamaan ia juga menyoroti timnya yang selalu tampil apik melawan tim besar. Namun mereka selalu kehilangan poin ketika melawan tim-tim dengan kemampuan yang lebih rendah.

“Ya kami berhasil mengalahkan Leicester dua kali tetapi itu berarti klub lain tidak melakukan tugasnya dengan baik seperti saat kami melawan mereka. Ketika Anda gagal finis di posisi teratas maka Anda akan menyesal,” ujar Wenger seperti diberitakan Goal, Sabtu (7/5/2016).

West Ham Tak Mau Pikirkan United

West Ham Tak Mau Pikirkan United

West Ham Tak Mau Pikirkan United

Bandar Maxbet Jelang akhir musim klub papan atas klasemen Premier League memanas. Dua klub yang kini bersaing sengit untuk bisa finis di posisi terbaik adalah West Ham United dan Manchester United.

West Ham kini berada di posisi enam, sedangkan Setan Merah berada di posisi lima. Keduanya hanya dipisahkan oleh jarak satu poin, dengan jumlah pertandingan sama-sama 35 kali. Slaven Bilic selaku pelatih West Ham menegaskan dirinya tidak mau terpengaruh dengan tekanan dari United, yang akan mereka hadapi pada 11 Mei 2016.

“Sangat penting bisa memiliki dua pertandingan terakhir di kandang sendiri. Kami bangga bisa memiliki rekor kandang yang bagus, kami belum pernah kalah satu kali pun sejak Agustus,” ujar Bilic seperti dikutip dari Goal, Sabtu (7/5/2016).

“Kami harus benar-benar fokus pada Swansea, tidak berpikir soal Man United, tida berpikir tentang pertandingan terakhir di kandang. Swansea, Swansea, Swansea, itu yang kami saat ini pikirkan,” tambahnya.

Musim ini Dimitri Payet dan kawan-kawan bisa dikatakan tampil cukup impresif di ajang Premier League. The Hammers membukukan 15 kali kemenangan, 14 kali hasil imbang, serta enam kali menelan kekalahan.

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

 

Guardiola Dinilai Gagal di Bayern

Agen Casino – Meskipun bergelimang gelar domestik, Josep Guardiola dianggap tidak sukses di Bayern Munich karena gagal menghadirkan trofi juara Liga Champions.

Era Guardiola di Bavaria dipastikan tanpa gelar Eropa. Die Roten untuk ketiga kalinya berturut-turut tersingkir di babak semifinal Liga Champions setelah kalah produktivitas gol away [agregat 2-2] dari Atletico Madrid.

Padahal dengan segala reputasinya, pelatih Catalan itu memang ditargetkan untuk bisa mengulang sukses pendahulunya Jupp Heynckes, yang berhasil membawa Bayern meraih treble di 2012-13.

Sejauh ini, pencapaian Guardiola ‘hanya’ dua titel Bundesliga dan sekali Piala DFB. Guardiola berpeluang besar menambah medali juara di dua kompetisi itu pada musim ini.

Namun demikian, level domestik saja tidak cukup. Hal itu diungkapkan mantan pemain Bayern Ivica Olic.

“Guardiola tersingkir di tiga semifinal beruntun Liga Champions dan dengan standar tinggi Bayern, itu adalah sebuah kegagalan,” sebut Olic kepada Sportske Novosti, yang dikutip Soccer Way.

“Mungkin orang-orang di Bayern sekarang akan bilang dia sudah memenangi banyak trofi domestik, tapi mengingat materi pemain klub, pencapaian tersebut tidaklah cukup,” lanjut pemain pernah yang membela Bayern selama tiga musim ini.

“Ya, Atletico memang memainkan sepakbola yang merusak tapi mereka tahu betul apa yang mereka inginkan dan dalam adu strategi [pelatih Atletico Diego Simeone] membuat semua langkah yang benar. Guardiola terpaku pada filosofi dan itu gagal mendaratkan sebuah titel Eropa, meskipun dia harus menghadapi beban ekspektasi itu sejak awal.”

“Dia datang setelah Heynckes yang telah memenangi semuanya, karenanya Guardiola hanya bisa meniru sukses Heynckes. Tapi dia tidak bisa dan tidak akan diingat,” cetus Olic.

 

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah

 

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah

Agen Casino – Pelatih Villarreal, Marcelino, menilai Liverpool tampil lebih baik di leg II semifinal Liga Europa. Tapi dia juga mengklaim wasit lebih menguntungkan Liverpool.

Melawat ke Anfield di leg II semifinal Liga Europa, Jumat (6/5/2016) dinihari WIB, Villarreal menelan kekalahan 0-3 dari Liverpool. Akibat kekalahan tersebut, Villarreal gagal ke final setelah kalah agregat 1-3 dari The Reds.

Dalam pertandingan tersebut, Villarreal harus mengakhiri laga dengan 10 pemain. Victor Ruiz diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-71 saat Villarreal tertinggal 0-2.

Marcelino mengeluhkan kerja wasit Viktor Kassai yang memimpin pertandingan. Dia menilai wasit berat sebelah dan cenderung menguntungkan tuan rumah.

“Dalam konteks pertandingan ini, wasit membiarkan banyak hal, jadi ketika melihat pemain Anda diusir, Anda membuat kesimpulan sendiri,” ujar Marcelino seperti dikutip dari Sky Sports.

“Saya pikir wasitnya tidak cukup imbang untuk kedua tim,” imbuhnya.

Kekalahan ini disebut Marcelino sulit diterima. Tapi dia juga mengakui kalau Liverpool yang terus menekan bermain lebih baik.

“Semua tidak berjalan sesuai rencana kami. Kebobolan gol cepat memukul kami, itu adalah pukulan telak,” ucap Marcelino.

“Liverpool bermain lebih baik daripada kami tapi untuk semua superioritasnya, mereka tidak menciptakan terlalu banyak peluang. Ketika pemain kami diusir, sejak saat itu permainan sudah berakhir untuk kami,” katanya.

Griezmann: Atletico Bisa Gagal di Liga kalau Pikirkan Final Liga Champions

Griezmann: Atletico Bisa Gagal di Liga kalau Pikirkan Final Liga Champions

 

Griezmann: Atletico Bisa Gagal di Liga kalau Pikirkan Final Liga Champions

Agen Casino – Antoine Griezmann mengingatkan Atletico Madrid untuk tak memikirkan final Liga Champions lebih dulu, sebab ada titel La Liga yang masih bisa dijangkau.

Atletico memastikan satu tempat di babak final Liga Champions usai menyingkirkan Bayern Munich. Meski kalah 1-2 di leg kedua babak semifinal di Allianz Arena, Rabu (4/5/2016) dinihari WIB, Atletico tetap lolos karena unggul gol tandang dalam agregat 2-2.

Di babak final yang akan digelar pada 28 Mei mendatang di San Siro, Milan itu, Atletico akan menghadapi rival sekotanya, Real Madrid. Los Blancos melaju ke partai puncak dengan mendepak Manchester City.

Sebelum tampil di final, Atletico masih harus menuntaskan perjalanannya di liga. Los Colchoneros masih punya dua pertandingan untuk dimainkan.

Atletico sendiri tengah bersaing ketat dengan Barcelona dan Real Madrid untuk memperebutkan gelar La Liga. Atletico menempel Barca dengan jumlah poin yang sama (85 poin) sementara Madrid menguntit dengan selisih satu angka.

Mengingat peluang juara di liga masih terbuka, Griezmann meminta Atletico untuk fokus ke sana lebih dulu. Laga final Liga Champions disebutnya baru boleh dipikirkan setelah liga selesai.

“Sebelum Milan, kami punya dua pertandingan di liga. Akan ada waktu untuk memikirkan final,” ujar Griezmann seperti dikutip dari Marca.

“Pertama, kami harus menang di Levante dan Celta dan hanya setelah itu kami bisa berpikir soal memenangi final. Jika kami memikirkan final sekarang, kami akan gagal di liga.”

Final kali ini akan menjadi ulangan partai puncak Liga Champions dua musim lalu. Kala itu, Atletico takluk 1-4 dalam pertandingan yang harus dituntaskan lewat perpanjangan waktu. Untuk kali ini, Griezmann menilai tidak ada favorit di antara kedua tim.

“Itu akan jadi dua minggu yang panjang tanpa pertandingan. Tidak ada favorit,” katanya.

Jadi Starter, Sturridge Beri Dampak Bagus

Jadi Starter, Sturridge Beri Dampak Bagus

 

Jadi Starter, Sturridge Beri Dampak Bagus

Agen Casino – Berbeda dengan leg I pekan lalu, Daniel Sturridge dipasang Juergen Klopp sebagai starter melawan Villarreal. Sturridge pun memberikan dampak bagus.

Ketika Liverpool kalah 0-1 dari Villareal di El Madrigal, Sturridge hanya duduk di bangku cadangan. Beberapa pengamat, termasuk eks bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai seharusnya Klopp memasang Sturridge sebagai starter di laga tersebut.

Sebelum laga leg II di Anfield, Carragher pun mengatakan sebaiknya Sturridge masuk ke dalam starting XI. Harapan Carragher itu pun menjadi kenyataan.

Sturridge bermain selama sekitar 90 menit, sebelum akhirnya digantikan oleh Lucas Leiva menjelang injury time babak kedua. Liverpool menang 3-0 dan Sturridge mencetak satu gol (gol kedua Liverpool).

Selain mencetak satu gol, Sturridge juga ambil bagian di gol pertama The Reds. Ketika itu, usahanya menyambut umpan Roberto Firmino di depan gawang Villarreal, berbuah gol bunuh diri Bruno Soriano. Kala itu Soriano hendak mengawal Sturridge, tapi bola berbelok setelah mengenainya dan masuk ke gawang The Yellow Submarine.

Dalam catatan Squawka, Sturridge tampil cukup agresif. Ada 8 tembakan dilepaskannya sepanjang laga, dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Selain itu, kendati dipasang sebagai penyerang tengah, ia juga sukses mengkreasikan dua peluang.

Sturridge memang kerap absen akibat cedera musim ini. Namun, ketika dimainkan dan bugar, ia menunjukkan bahwa ia bisa memberikan dampak bagus.

“Akan selalu ada pasang dan surut dalam sepakbola,” ujar Sturriged kepada BT Sport.

“Yang terpenting adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengambil kesempatan ketika datang. Rasanya sungguh luar biasa,” kata penyerang internasional Inggris tersebut.