Terluka Karena Harus Jual Milan, Berlusconi: Aku Tetap Fans Nomor Satu

Terluka Karena Harus Jual Milan, Berlusconi: Aku Tetap Fans Nomor Satu

3

Bandar Bola – Silvio Berlusconi telah mengakhiri rezimnya di AC Milan setelah 31 tahun. Tapi dia menegaskan cintanya selalu ada untuk Rossoneri.

Berlusconi resmi melepas kepemilikannya atas Milan usai menjual sahamnya kepada konsorsium China pada April tahun ini. Setelah berkuasa sejak 1986, Berlusconi pun menyerahkan Milan ke pemilik baru yakni Li Yonghong.

Menjual klub kesayangannya tentu saja menyisakan luka mendalam untuk Berlusconi. Tapi kondisi finansial Diavolo Rosso dalam beberapa tahun belakangan memang memaksanya untuk mengambil langkah itu, demi mengembalikan klub ke kejayaan.

“Itu menyentuh saya, saya luar biasa menderita untuk apa yang terpaksa saya lakukan. Tapi tetap, kami punya 30 tahun berisi kejayaan di belakang kami dan saya rasa tahun-tahun ini akan selalu diingat oleh semua penggemar Milan,” kata Berlusconi kepada Telelombardia.

“Saya menjadi presiden dari klub nomor 1, yang sudah memenangi lebih banyak gelar dari yang lainnya dalam sejarah. Untuk pemilik baru, secara logika saya tak mau diri saya menilai mereka.”

“Tapi saya berharap mereka bertindak demi kepentingan terbaik klub, untuk memperkuat Milan dengan pandangan terhadap komitmen ganda untuk Italia dan Eropa yang saya katakan harus kami hormati,” sambung mantan Perdana Menteri Italia ini. Link Alternatif Sbobet

“Saya mengatakan ini meski saya tak punya urusan apa-apa lagi dengan klub dan tim. Saya adalah dan akan selalu jadi penggemar Milan nomor 1. Saya akan terus mendukung dalam suka cita dan kesusahan, seperti yang sudah selalu saya lakukan.”

“Seperti ketika ayah membawa saya ke stadion sebagai seorang bocah dan mengajari, bahwa setelah setiap kesuksesan, saya harus bersiap untuk tantangan baru, dan setelah setiap kekalahan, kami harus bangkit dan berjuang untuk menang lagi,” tandas Berlusconi seperti dikutip Football Italia.

Di bawah Berlusconi, Milan total memenangi 28 gelar termasuk lima titel Liga Champions.

Perez: Terima Kasih untuk Asensio-nya, Nadal

Perez: Terima Kasih untuk Asensio-nya, Nadal

1

Bandar Bola – Marco Asensio tampil cemerlang di musim debutnya bersama Real Madrid. Atas pencapaian Asensio, Presiden Florentino Perez berterima kasih kepada Rafael Nadal.

Asensio baru memainkan debutnya bersama Madrid musim lalu meski dia sudah digaet sejak Desember 2014. Namun Madrid memilih meminjamkan dulu Asensio ke Mallorca dan Espanyol agar si pemain mendapat jam terbang.

“Sekolah” Asensio itu membawa rapor bagus ketika dia menjelma sebagai super-sub Madrid sepanjang musim 2016/2017. Dia selalu bikin gol pada laga debutnya di setiap kompetisi bersama Madrid, baik itu Super Spanyol, La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey.

Asensio pula yang membuat gol pertama dan terakhir Madrid musim lalu, termasuk ke gawang Juventus pada partai final Liga Champions. Performa apik di level klub diteruskan Asensio saat mencetak hat-trick pada laga debutnya di Piala Eropa U-21 bersama Timnas Spanyol.

Tak pelak Asensio pun dianggap sebagai unsung hero Madrid musim lalu dan atas pencapaiannya itu, Perez mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Nadal, petenis top Spanyol yang menjadi fans berat Madrid.

Sama-sama berasal dari Mallorca, Nadal-lah yang mempromosikan Asensio kepada Perez sehingga Madrid mau membeli Asensio saat belum setenar sekarang.

“Saya menelepon Rafa Nadal dan memintanya berbicara kepada Miguel Angel, direktur olahraga Mallorca,” tutur Perez kepada Onda Cero.

“Saya minta kepada Nadal untuk bilang kepada pamannya bahwa kami ingin membelinya (Asensio),” sambungnya.

“Dia mengurus segalanya dengan sempurna dan kami pun bisa cepat menuntaskan kesepakatan itu,” tutup Perez.

Asensio, 20 tahun, punya 10 gol dan empat assist dari 38 pertandingan di seluruh kompetisi musim lalu. Link Alternatif Sbobet

Ribut-ribut Maradona dengan Dani Alves

Ribut-ribut Maradona dengan Dani Alves

2

Bandar Bola – Legenda Argentina Diego Maradona tengah bersitegang dengan bek Juventus dan timnas Brasil Dani Alves. Keduanya terlibat perang komentar di media.

Perselisihan itu diawali setelah Alves mengkritik Maradona dalam wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi di Brasil. Saat itu, Alves mengatakan bahwa Maradona tidak bisa dibandingkan dengan Lionel Messi, karena skandal ‘Gol Tangan Tuhan’ di Piala Dunia 1986.

“Anda ingin membandingkan Messi dengan Maradona? Anda tidak bisa membandingkan mereka,” ujar Alves kala itu. “Saya tidak akan bangga mengatakan bahwa saya memenangi Piala Dunia dengan sebuah ‘Tangan Tuhan’.

“Saya tidak akan bisa mengatakannya kepada putra saya bahwa saya memenangi Piala Dunia dengan cara seperti itu, dengan seluruh dunia membicarakannya. ‘Tangan Tuhan’ menipu kita. Seorang olahragawan seperti itu tidak bisa menjadi contoh bagi para pesepakbola muda,” ceplos mantan penggawa Barcelona itu.

Maradona tidak terima dengan komentar pedas Alves. Pria berusia 56 tahun itu membalas dengan mengkritik gaya permainan Alves.

“Dani Alves adalah orang bodoh. Dia membuat 28 operan dan hanya empat yang menemui sasaran,” sahut Maradona kepada TyC Sports. “Sebagai nomor ‘4’ (bek kanan), Cafu dan Maicon bagus. Dani Alves? Buruk sekali.”

“Dia bisa berbicara karena dia bermain di sebuah posisi di atas lapangan di mana bola tidak dimainkan. Mereka (bek kanan) menyentuh bola tiga kali dan membuat delapan pelanggaran di setiap pertandingan,” sembur dia.

Ribut-ribut Maradona dengan Dani AlvesFoto: Gabriele Maltinti/Getty Images
Maradona turut dibela sang putri, Dalma, yang mengunggah sebuah tulisan panjang yang diunggah di Twitter.

“Tuan Dani Alves, saya menulis kepada Anda dengan tujuan menjelaskan siapa ayah saya karena saya mengira saya punya pengetahuan yang tidak Anda punya,” tulis Dalma Maradona. “Saya melihat sebuah kalimat yang Anda katakan bahwa Anda tidak bisa membandingkan Messi dengan ayah saya (saya tidak bisa lebih setuju kali dan saya selalu bilang bahwa hanya orang-orang bodoh yang membuat perbandingan semacam itu) dan, sebagai seorang Argentina, saya mencintai Messi dan saya selalu merayakan kesuksesan dia.”

“Anda bilang Anda tidak bangga memenangi sebuah Piala Dunia dengan sebuah gol handball dan saya bertanya kepada Anda — apakah Anda pernah melihat gol lain yang sudah dicetak ayah saya di pertandingan yang sama?”

“Selain itu Anda bilang bahwa Anda tidak akan menganggap ayah saya sebagai teladan untuk pesepakbola muda dan saya pikir ayah saya akan setuju dengan Anda tentang hal itu karena dia tidak pernah ingin menjadi teladan untuk apapun dan melakukan apa yang dia bisa.” Demikian dilansir ESPN. Link Alternatif Sbobet

Karius Siap Perjuangkan Tempatnya Musim Depan

Karius Siap Perjuangkan Tempatnya Musim Depan

3

Bandar Bola – Loris Karius menjalani musim pertamanya di Liverpool dengan kurang menyenangkan. Dia bertekad bangkit dan memperjuangkan tempatnya musim depan.

Karius didatangkan dari Mainz musim panas lalu dengan harapan bisa menjawab problem kiper yang selama ini dimiliki Liverpool. Simon Mignolet dianggap kurang mumpuni menjadi kiper nomor satu.

Meski sempat absen beberapa pertandingan di awal musim karena cedera patah tangan, Karius akhirnya mendapatkan posisi penjaga gawang nomor satu di pertengahan September. Tapi performa Karius nyatanya tak kalah buruknya ketimbang Mignolet dan kerap melakukan beberapa blunder.

Pada akhirnya Karius harus kehilangan posisi kiper utama setelah Desember dan Mignolet ternyata malah tampil oke dengan membawa Liverpool finis empat besar.

Posisi Karius pun jadi spekulasi apakah dia bisa kembali menggeser Mignolet musim depan? Ini lantas membuatnya diisukan akan pergi musim panas nanti dengan Augsburg sebagai pelabuhan berikutnya.

Meski demikian hal itu dibantah keras oleh sang agen, Florian Goll, yang memastikan bahwa Karius tetap di Liverpool dan akan memperjuangkan tempatnya.

“Rumor soal Karius bakal pergi itu tidak benar sama sekali,” ujar Goll seperti dikutip Soccerway.

“Dia bukan meneken kontrak jangka pendek dengan Liverpool – dia yakin dengan visi manajer ke depannya dan ingin tampil fit sepenuhnya serta bersiap memperjuangkan tempatnya sebagai kiper utama sedari awal,” sambungnya.

“Dia sudah memulai program latihan pribadinya agar tetap fit selama musim panas, karena dia ingin fit sepenuhnya ketika pramusim dimulai.”

“Dia sangat termotivasi dengan kompetisi di dalam tim,” tutup Goll. Link Alternatif Sbobet

Milan Sudah Punya Daftar Panjang Kiper Incaran, Perin Salah Satunya

Milan Sudah Punya Daftar Panjang Kiper Incaran, Perin Salah Satunya

1

Bandar Bola – AC Milan sudah punya daftar panjang berisi nama-nama kiper incaran. Rossoneri butuh setidaknya dua hari lagi untuk menentukan dua nama paling pas.

Milan perlu mencari kiper baru menyusul polemik terkait Gianluigi Donnarumma. Donnarumma yang merupakan kiper utama Diavolo Rossi itu memutuskan tak memperpanjang kontraknya yang tersisa cuma setahun.

Situasi itu membuat Milan berpeluang melepas Donnarumma di musim panas ini. Atau tetap menggunakan jasanya sampai kontraknya berakhir musim depan, meski opsi ini terbilang sulit karena hubungan keduanya memburuk.

Jika tak menjualnya, Milan mungkin akan menepikan Donnarumma semusim hingga kontraknya habis nanti.

Daftar panjang calon pengganti Donnarumma pun telah disusun, termasuk di dalamnya nama kiper Genoa Mattia Perin. Direktur Olahraga Milan Massimiliano Mirabelli disebut perlu waktu setidaknya dua hari untuk mengerucutkan daftar itu.

“Perin adalah sebuah kemungkinan, terutama kalau dia menuntaskan masalah fisiknya,” kata CEO Milan Marco Fassone kepada Sky Sport Italia.

“Pada saat ini, Mirabelli sedang mempertimbangkan sebuah daftar panjang berisi nama-nama kiper. Dia akan butuh dua hari lagi untuk menyusutkannya sampai ke dua nama terakhir yang paling layak,” imbuhnya dikutip Football Italia.

Perin mengakhiri musim 2016/2017 kemarin lebih cepat karena cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan kini sedang dalam tahap pemulihan. Kiper 24 tahun itu kabarnya dihargai 15 juta euro.  Link Alternatif Sbobet

Balotelli Bisa Bertahan di Nice demi Timnas Italia

Balotelli Bisa Bertahan di Nice demi Timnas Italia

2

Bandar Bola – Belum ada kepastian mengenai masa depan Mario Balotelli di Nice. Tapi ia diklaim bisa saja mengusahakan bertahan, demi merintis jalan balik ke tim nasional Italia.

Hal itu dikatakan oleh Mino Raiola, agen dari Balotelli. Sebelumnya Raiola sempat menyebut Balotelli menjadi target dari Borussia Dortmund dan Marseille, tapi kini ia menyebut kliennya bisa saja bertahan.

“Saya akan menemui Nice. Sudah tepat ia bertahan dengan (Pelatih Nice Lucien) Favre,” kata Raiola kepada La Gazzetta dello Sport yang dikutip Soccerway.

“Jika ia (mencetak) 20 gol maka ia layak untuk (tampil di) Piala Dunia. Tapi saya tak bisa menebak apa yang ada dalam benak (Pelatih Italia Giampiero) Ventura,” sebutnya.

Balotelli mencetak 15 gol di Ligue 1 setelah bergabung ke Nice tahun lalu. Kontrak penyerang 26 tahun itu dengan Nice akan habis musim panas tahun ini. Ia belum pernah lagi tampil di timnas Italia semenjak Piala Dunia 2014 lalu di Brasil. Link Alternatif Sbobet

MU Hadapi Pramusim yang Berat, Sir Alex: Bagus untuk Persiapan Laga-Laga Penting

MU Hadapi Pramusim yang Berat, Sir Alex: Bagus untuk Persiapan Laga-Laga Penting

3

Bandar Bola – Manchester United menghadapi pramusim berisi laga-laga melawan tim-tim besar musim panas ini. Sir Alex Ferguson percaya itu akan krusial untuk ‘Setan Merah’.

MU akan menjalani tur pramusim ke Amerika Serikat di musim panas ini. Mereka akan menjalani ujicoba melawan dua tim lokal, LA Galaxy dan Real Salt Lake, sebelum kemudian tampil di International Champions Cup (ICC).

Di turnamen itu, skuat besutan Jose Mourinho tersebut akan menghadapi Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona. Setelah itu MU masih punya jadwal berujicoba dengan Valerenga dan Sampdoria di bulan Agustus.

Sir Alex Ferguson menilai laga-laga itu, khususnya melawan City, Madrid, dan Barcelona bisa menjadi persiapan bagus menghadapi lawan-lawan besar di laga sesungguhnya. Para pemain yang masih minim pengalaman di partai besar bisa setidaknya mencicipi atmosfernya di pramusim ini.

“Hal bagusnya tentang United adalah Anda harus menerima tantangan untuk mengalahkan yang terbaik. Ekspektasinya selalu ada dan laga-laga yang akan kami hadapi di ICC itu semuanya besar,” kata Sir Alex dikutip Sky Sports.

“Itu sangat bagus untuk para pemain yang lebih muda, untuk datang ke kompetisi semacam ini dalam hal persiapan untuk menjadi pemain Manchester United sesungguhnya.”

“Semakin intens tantangan yang bisa mereka dapatkan, semakin siap juga mereka ketika nantinya berhadapan dengan Manchester City di partai liga yang penting atau menghadpai Real Madrid atau Barcelona di kompetisi Eropa.”

“Persiapan untuk bermain di laga-laga sebesar itu bisa dimulai di turnamen-turnamen pramusim seperti ICC, yang mana fantastis,” imbuhnya.

Laga kompetitif pertama MU di musim depan adalah melawan Madrid di Piala Super Eropa pada 9 Agustus. Mereka lantas memulai perjalanan di Premier League dengan melawan West Ham United tiga hari berselang.  Link Alternatif Sbobet

Ide-Ide Baru untuk Sepakbola Diluncurkan, Salah Satunya Waktu 60 Menit per Laga

Ide-Ide Baru untuk Sepakbola Diluncurkan, Salah Satunya Waktu 60 Menit per Laga

1

Bandar Bola – Sejumlah ide baru untuk sepakbola digelontorkan oleh Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB). Salah satu yang signifikan adalah mengubah waktu permainan.

IFAB pekan ini meluncurkan sebuah program inovasi bernama Play Fair!. Dalam program ini, ada ide-ide baru yang dinilai bisa membuat permainan sepakbola menjadi lebih menarik dan adil.

Misalnya yang paling krusial adalah ide untuk mengurangi waktu permainan menjadi 60 menit dari 90 menit. Tapi ini tak lantas berarti waktu permainan menjadi berkurang.

IFAB mengungkapkan bahwa dengan ide 30 menit per babak, nantinya wasit akan menghentikan waktu setiap kali bola ‘mati’ atau sedang tak aktif. Ini diyakini akan menekan praktik-praktik buang-buang waktu, yang kerap dilakukan tim-tim yang sedang unggul.

Selain itu, dengan waktu bermain yang saat ini digunakan pun, kedua tim cuma benar-benar memainkan bola selama rata-rata 60 menit. Tapi eks wasit Premier League David Elleray mengakui perubahan ini cukup ekstrem sehingga akan butuh waktu untuk bisa didiskusikan dan diterima.

“Itu adalah ide yang cukup ekstrem. Tapi di olahraga lainnya, waktu dihentikan ketika bola tak aktif. Kita juga tahu bahwa di sebagian besar sepakbola level top, Anda cuma mendapatkan 60 menit permainan di mana bola sungguh-sungguh dimainkan,” kata Elleray dikutip Soccerway.

“Sering terjadi di akhir-akhir laga, ketika kita melihat waktu terbuang paling banyak, waktu hilang, karena sebuah tim menang 1-0 dan mau menjaga keunggulan mereka bagaimanapun caranya. Ide ini jelas cukup ekstrem dan sesuatu yang mungkin perlu kita ubah secara bertahap,” imbuhnya.

Ide-ide lainnya di antaranya: para pemain boleh langsung menggiring bola selepas dilanggar, bola tak perlu diam untuk tendangan bebas, penalti ketika kiper menangkap backpass, atau tendangan gawang dilakukan di tempat bola keluar lapangan. Selain itu, tim juga bisa dikurangi poinnya kalau para pemain merubungi wasit untuk melakukan protes.

“Ini adalah titik mula untuk berkata ‘bisakah kita membuat permainan lebih baik?’ Orang-orang akan mencari alasan untuk tak melakukanbya, tapi kita cuma ingin mengeksplorasi ide-ide ini dan melihat apakah itu membuahkan hasil,” sambung Elleray.

“Sejumlah saran yang cenderung radikal mungkin butuh bertahun-tahun, tapi kita bisa mengujinya di level-level berbeda. Di level junior, internasional, kita mungkin punya sejumlah negara yang di negaranya ingin mencoba sesuatu.”

“Kita tidak menerapkan batas waktu, itu adalah strategi lima tahun. Beberapa mungkin bisa disepakati lebih cepat, beberapa mungkin tidak sama sekali. Tergantung apa yang diinginkan sepakbola. Yang coba kita katakan adalah bisakah kita menggunakan Laws of the Game untuk bikin sepakbola lebih menarik, lebih adil, dan meningkatkan sikap para pemain serta mendapatkan respek lebih besar,” tandasnya.  Link Alternatif Sbobet

Mengenang Gol Emas Ahn Jung-Hwan

Link Alternatif Sbobet

Mengenang Gol Emas Ahn Jung-Hwan

2

Bandar Bola – Pada tanggal ini, 18 Juni, tepat 15 tahun lalu ada insiden menyakitkan untuk persepakbolaan Italia. Semua itu karena satu pemain: Ang Jung-Hwan.

Tapi bagi publik sepakbola Korea Selatan, itu adalah salah satu hari terindah mereka. Ketika itu mereka mampu menyingkirkan Italia pada babak 16 besar Piala Dunia 2002 secara dramatis.

Ahn menjadi pahlawan berkat gol emasnya pada babak tambahan waktu. Selain karena merupakan penentu kemenangan, gol tersebut memang terjadi saat sistem golden goal masih berlaku.

Kejadian tersebut juga dianggap momen kebangkitan sepakbola Asia. Untuk pertama kalinya gelaran Piala Dunia hadir di benua terbesar ini, dengan Jepang dan Korea Selatan jadi tuan rumah bersama. Bahkan tim Negeri Ginseng bisa melaju hingga babak semifinal, sebuah prestasi yang luar biasa.

Korea Selatan memang tampil gemilang pada saat itu. Tergabung di Grup D bersama Portugal, Polandia, dan Amerika Serikat, tak ada yang memprediksi Taeguk Warriors dapat lolos grup. Bahkan, sekadar memprediksi timnya menang di laga perdana melawan Polandia juga tak berani.

Apalagi setelah lolos dari grup tersebut mereka harus bertemu tim kuat Italia. Namun lagi-lagi mereka memberi kejutan dengan memenangkan pertandingan. Kejutan selanjutnya juga terjadi saat menyingkirkan Spanyol pada perempatfinal. Langkah Korea Selatan baru terhenti oleh Jerman pada fase semifinal.

Hingga kini, Korea Selatan menjadi satu-satunya tim Asia yang mampu menembus semifinal Piala Dunia. Namun, setelah itu, di tiga edisi berikutnya, prestasi Korea Selatan cenderung menurun. Korea Selatan bahkan dua kali tidak lolos grup dari tiga edisi Piala Dunia (2006 & 2014). Prestasi terbaik Korea Selatan setelah itu adalah menembus babak 16 besar Piala Dunia 2010 sebelum ditaklukkan Uruguay 1-2.

Link Alternatif Sbobet

Kenangan soal Korea Selatan di atas kemudian jadi cerita tersendiri. Bukan hanya karena prestasinya saja tapi juga kejadian kontroversial pada saat menghadapi Italia.

Ditendang dari Perugia

Keberhasilan Ahn Jung-hwan membawa Korea Selatan mengalahkan Italia pada babak 16 besar Piala Dunia 2002 membuat namanya dipuja oleh segenap rakyat Korea Selatan saat itu. Di sisi lain, gol tersebut menjadi duka untuk Italia sekaligus menjadi pelampiasan amarah kepada wasit yang dianggap merugikan timnasnya.

Kekalahan ini membuat segenap masyarakat Italia kesal termasuk klub tempat Ahn berkarier Perugia. Ahn dipinjamkan ke klub Italia tersebut pada 2000 setelah tampil bagus bersama klub lamanya, Busan Daewoo. Selama dua tahun kariernya, ia tampil 30 kali dan mencetak 5 gol. Meski begitu, Ahn mengatakan pemain Perugia seperti tak menganggap dirinya bermain untuk klub tersebut dan sering diabaikan.

“Mereka jarang memberikan bola kepada saya di depan gawang, walaupun mereka dalam posisi sulit untuk mencetak gol,” paparnya.

Ia bahkan pernah mendapat perlakuan rasis dari salah satu pemain senior Perugia, Marco Materazzi. Materazzi memang lekat dengan kontroversi dan tentu masih lekat di ingatan ketika ia memprovokasi Zinedine Zidane pada laga final Piala Dunia 2006 yang berujung Zidane menanduk dadanya dan diusir wasit.

“Dia tiba-tiba masuk ke ruang ganti dan meneriaki saya di depan semua orang; saya disebut bau ‘bawang putih’. Saya awalnya tidak mengerti tapi penerjemah saya, wajahnya memerah dan terlalu malu untuk mengatakan artinya kepada saya,” ujar Ahn seperti dikutip Telegraph.

Usai kekalahan itu, Perugia langsung memecat Ahn karena beralasan kesal dengan komentar yang dilontarkan Ahn soal sepakbola Italia.Meski demikian, komentar yang dimaksud tak pernah terbukti dan diduga mereka memecat Ahn hanya karena kesal Italia kalah oleh Korea Selatan.Ini diperkuat oleh pernyataan presiden klub Perugia yang mengatakan Ahn telah merusak citra sepakbola Italia.

Mengenang Gol Emas Ahn Jung-HwanAhn Jung-Hwan di Piala Dunia 2006 (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)

“Dia hanya fenomenal saat melawan Italia. Saya seorang nasionalis dan saya menganggap perilaku seperti itu tidak hanya penghinaan terhadap Italia tapi juga pelanggaran bagi Italia yang dua tahun lalu membuka pintu kepadanya. Saya tidak berniat untuk menggaji pemain yang telah merusak nama baik sepakbola Italia,” ujar presiden klub Perugia saat itu, Luciano Gaucci merujuk kepada Ahn dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Mengenang Gol Emas Ahn Jung-HwanAhn Jung-Hwan di Piala Dunia 2010 (Getty Images/Lars Baron)

Tentu saja, Ahn kecewa dengan pernyataan tersebut dan ia merasa telah diperlakukan semena-mena oleh Perugia. Namun, Perugia kemudian meminta maaf kepada Ahn atas pernyataan tersebut dan justru kembali menawarkan dirinya untuk bermain di sana secara permanen dan kontrak 3 tahun.

Nasi sudah menjadi bubur. Ahn terlanjur kecewa dengan pernyataan mereka sebelumnya dan ia pun menolak mentah-mentah penawaran tersebut.

“Saya takkan pernah membahas soal transfer Perugia, yang telah menghina saya ketimbang menyelamati saya untuk gol saya di Piala Dunia,” tegas Ahn dikutip dari FourFourTwo.

Mengenang Gol Emas Ahn Jung-HwanAhn Jung-Hwan saat Perugia menghadapi Inter Milan (Foto: Grazia Neri/Getty Images)

Pelatih Korea saat itu, Guus Hiddink, mengecam sikap kekanak-kanakan Perugia yang memecat Ahn setelah Korea mengalahkan Italia. Ia menilai Perugia bersikap tidak profesional dalam menanggapi kekalahan tersebut.

Setelah menolak Perugia, ia lebih banyak menghabiskan kariernya secara singkat di beberapa negara di dunia, seperti di Jepang (Shimizu S-Pulse, Yokohama Marinos), Prancis (Metz), hingga Jerman (MSV Duisburg). Terakhir, ia bermain untuk kesebelasan Tiongkok, Dalian Shide pada 2009.

Ahn juga masih sempat membela timnas setelah Piala Dunia 2002 ketika Korea lolos ke Piala Dunia 2006. Ia bahkan mencetak gol pada laga perdana melawan Togo melalui tendangan bebasnya. Sayang, Korea harus angkat koper lebih awal pada edisi itu.

Pensiun sebagai Pahlawan Negara

Pada 30 Januari 2012, pria berusia 41 tahun ini akhirnya resmi mengumumkan pensiun total dari dunia sepakbola. Ahn telah tampil sebanyak 71 kali bersama timnas dan mencetak 17 gol; termasuk gol emas ke gawang Italia. Ia juga tampil di tiga edisi Piala Dunia yakni 2002, 2006, dan 2010. Di Piala Dunia 2010, Ahn tak sempat merasakan atmosfer kompetisi itu untuk terakhir kalinya karena tak pernah dimainkan.

Selama 14 tahun karier profesionalnya, Ahn telah merasakan bermain di berbagai negara di dunia dan ia mengaku pengalaman tersebut menjadi pelajaran hidup baginya. Ia juga mengungkapkan setelah pensiun, ia hanya ingin hidup normal bersama keluarganya.

“Saya telah merasakan budaya sepakbola yang berbeda di berbagai negara, dan itu merupakan keberuntungan buat saya. Saya telah merasakan Piala Dunia tiga kali, dan saya telah menikmati semua yang bisa dinikmati oleh pesepakbola,” ucap Ahn dilansir Goal.com

“Selama 14 tahun karier saya, saya telah berkorban banyak untuk keluarga saya. Sekarang saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga saya dan menjadi ayah.Saya telah bekerja keras selama ini dan saya merasa masih bisa bermain. Tapi di sisi lain, saya merasa tertekan dengan ekspektasi orang-orang kepada saya,” lanjutnya.

***

Ahn Jung-hwan adalah gambaran bahwa profesionalitas harus ditegakkan saat bermain untuk negara sekalipun menghadapi negara yang merupakan asal klubnya. Gol emasnya menyingkirkan Italia sekaligus mengukir sejarah untuk negaranya. Sayangnya, Perugia tidak melihat Ahn Jung-hwan sebagai pemain profesional dan justru melakukan tindakan kekanak-kanakan dengan memecatnya.

Pelatih Perugia saat itu, Serse Cosmi, justru mengakui Ahn adalah pemain yang hebat di tengah gencarnya penolakan pihak klub saat itu. “Ahn adalah seorang pemain yang potensial. Saya takkan menolak jika klub mau memperpanjang kontraknya,” ujarnya saat itu dilansir BBC Sport.

Jika pelatihnya saja mau mendukung, maka jajaran petinggi klubnya tidak profesional dalam menanggapi kekalahan tersebut. Profesionalisme Ahn patut diacungi jempol dan pantas dijadikan contoh bagi seluruh pemain agar tidak terbawa sentimen apapun saat membela negaranya. Mungkin hingga kini, Italia masih menganggap Ahn sebagai perusak sepakbola negara itu. Namun, Korsel akan selalu mengenangnya sebagai pahlawan yang tak terlupakan dengan gol emasnya.

Capello Ungkit Lagi soal Calciopoli, Moratti pun Meradang

Capello Ungkit Lagi soal Calciopoli, Moratti pun Meradang

3

Bandar Bola – Fabio Capello kembali mengungkit soal kasus Calciopoli yang membuat Juventus terdegradasi. Pernyataan itu lantas dibalas sinis oleh Massimo Moratti.

Pernyataan Capello dikeluarkan saat dia diperkenalkan sebagai pelatih baru Jiangsu Suning, tengah pekan ini yang notabene “bersaudara” dengan Inter Milan, klub yang mendapat hadiah Scudetto saat Juve dinyatakan terlibat Calciopoli pada 2016 dan diturunkan ke Serie B.

Capello adalah pelatih Juve saat kasus itu terjadi. Di Suning kini, Capello juga ditemani eks pemainnya saat itu, Gianluca Zambrotta, sebagai asisten.

“Zambrotta? Saya dan dirinya ketika di Juve memenangkan dua gelar scudetto di lapangan yang kemudian ditarik oleh otoritas liga. Namun kami tetap merasa itu adalah milik kami,” kata Capello.

Pernyataan Capello tersebut tentu saja bikin “panas” kuping Moratti yang di era Calciopoli masih menjabat presiden sekaligus pemilik Inter. Pasalnya kasus itu sudah berlalu selama sedekade tapi Capello masih membahasnya di acara yang ada sangkut pautnya dengan Nerazzurri.

Moratti merasa pernyataan itu tidak seharusnya keluar dari Capello karena merasa kasus Calciopoli sudah tuntas karena pengadilan sudah menjatuhkan keputusan tetap.

“Apakah Suning Group pandai memilih pelatih? Ya, karena mereka (Luciano Spalletti – Inter Milan, Fabio Capello – Jiangsu Suning) adalah dua pelatih bagus. Tapi pernyataan Capello itu mengganggu, jelas mengganggu. Tapi jangan biarkan saya berkata apa-apa lagi,” papar Moratti seperti dikutip  Link Alternatif Sbobet