Belajar dari Ajax dan Atletico, Napoli Dituntut Fokus dan Waspada

Belajar dari Ajax dan Atletico, Napoli Dituntut Fokus dan Waspada

 

Belajar dari Ajax dan Atletico, Napoli Dituntut Fokus dan Waspada

Bandar Casino – Napoli cuma akan menghadapi Frosinone di laga terakhir untuk memastikan finis runner-up. Tapi Partenopei dituntut fokus dan waspada penuh agar tak terpeleset.

Napoli butuh kemenangan atas Frosinone di San Paolo, Minggu (15/5/2016) dinihari WIB nanti untuk menutup musim di posisi dua. Hasil itu sepatutnya mudah karena Frosinone yang menempati urutan 19 sendiri sudah dipastikan terdegradasi.

Namun berkaca pada apa yang terjadi terhadap Ajax Amsterdam dan Atletico Madrid, pelatih Maurizio Sarri meminta Napoli tak menganggap enteng. Sebab gagal menang berarti memberikan jalan untuk AS Roma melewati mereka dan merebut tiket lolos langsung ke fase grup Liga Champions.

Ajax seperti diketahui gagal juara di pekan terakhir setelah hanya bermain imbang kontra De Graafschap yang merupakan tim kedua terbawah di Liga Belanda. Mereka pun dilewati PSV Eindhoven yang tampil sebagai juara.

Sementara Atletico kehilangan kans juara setelah kalah 1-2 dari tim juru kunci, Levante, di akhir pekan kemarin. Meski kini cuma berjarak tiga poin dari Barcelona, namun Atletico sudah kalah head to head dan tak mungkin juara.

“Pesan yang perlu disampaikan adalah bahwa besok akan sulit. Ada 2.000 contoh yang bisa saya kutip, tapi baru pekan lalu Ajax dan Atletico Madrid kehilangan gelar liga melawan tim-tim di dasar klasemen,” kata Sarri dikutip Football Italia.

“Hasil-hasil kami sejauh ini sudah bagus, sekarang kami perlu para penggemar untuk membantu kami meraih target kami. Tidak ada emosi sekarang, alih-alih ada banyak konsentrasi dan sejumlah hal untuk diperhatikan, karena atmosfer yang melingkupi tim tidaklah tepat.”

“Kami perlu mentalitas yang tepat, jadi akan penting untuk San Paolo menggerakkan kami. Skuat menatap laga ini dengan cara tepat, tapi mereka tidak hidup di dalam gelembung jadi mereka bisa terpengaruh,” tandasnya.

Spalletti Tak Akan Komplain Kalau Roma Tak Finis Runner-up

Spalletti Tak Akan Komplain Kalau Roma Tak Finis Runner-up

 

Spalletti Tak Akan Komplain Kalau Roma Tak Finis Runner-up

Bandar Casino – AS Roma masih berkesempatan finis di posisi dua menatap laga terakhir musim ini. Tapi andai gagal, Luciano Spalletti tak akan mengkritik para pemainnya.

Roma saat ini ada di posisi tiga klasemen dengan nilai 77 dari 37 pekan. Mereka cuma tertinggal dua poin dari Napoli di tangga kedua.

Kesempatan untuk finis di posisi dua masih terbuka untuk anak-anak ibukota, meski perlu ‘bantuan’ hasil laga lain. Mereka cuma harus memastikan diri menang atas AC Milan sementara Napoli gagal menang atas Frosinone.

Meski demikian, Spalletti menilai anak asuhnya sudah amat bekerja keras di paruh kedua musim ini dan menyelamatkan posisi di klasemen. Untuk itu, dia tak akan komplain seandainya gagal finis runner-up.

“Saya tidak tahu apakah kami layak finis lebih baik dari posisi tiga. Tapi kami sudah melakukan upaya terbaik untuk mencapai posisi setinggi mungkin, jadi saya tidak bisa meminta lebih banyak,” kata Spalletti dikutip Football Italia.

“Meski nanti klasemennya tetap sama setelah pertandingan, kami harus tetap berpikir positif tentang para pemain ini. Tidak menyebut dua poin yang hilang melawan Bologna, tapi lebih menekankan ke apa yang telah mereka lakukan.”

“Kita seharusnya menyebut berapa banyak poin yang kami telah ambil dibandingkan tim-tim seperti Inter, Sassuolo, Napoli. Mereka sudah tampil bagus, hebat,” tandasnya.

Roma sempat terlempar dari tiga besar dan menempati posisi lima di pergantian tahun. Tapi kedatangan Spalletti menggantikan Rudi Garcia berhasil mengangkat tim dan merangkai 16 laga tak terkalahan, sampai saat ini untuk mengamankan posisi tiga.

Kalahkan City Jadi Titik Kepercayaan Leicester

Kalahkan City Jadi Titik Kepercayaan Leicester

Bandar Casino – Leicester City berhasil memastikan diri keluar sebagai kampiun Premier League musim 2015-2016. Klub asuhan Claudio Ranieri menjadi juara saat Premier League masih menyisakan dua pertandingan atau tepatnya di pekan 36.

Awalnya banyak pihak yang tidak menyangka klub seperti Leicester bisa menjadi kampiun di salah satu kompetisi tersebesar di dunia. Terlebih, The Foxes tidak memiliki daftar skuad yang menjanjikan untuk menjadi juara.

Bahkan para pemain serta Ranieri hanya menargetkan Leicester meraih 40 poin di awal musim. Termasuk Jamie Vardy yang tidak yakin timnya akan menjuarai Premeier League.

Namun saat berhasil mengalahkan Manchester City dengan 1-3 di Etihad, Vardy mengaku saat itu menjadi titik balik kepercayaan dirinya untuk bisa menjuarai Premier League. Bahkan saat itu penyerang berpaspor Inggris mengatakan tidak ada yang percaya mereka bisa memenangkan pertandingan.

“Tidak ada yang memberi kami kesempatan untuk memenangkan pertandingan hari itu dan kami berhasil mendominasi mereka di kandang mereka sendiri,” jelas Vardy.

Mourinho: Trofi Liga Champions Bisa Hapus ‘Dosa’ Benitez di Madrid

Mourinho: Trofi Liga Champions Bisa Hapus ‘Dosa’ Benitez di Madrid

 

Mourinho: Trofi Liga Champions Bisa Hapus Dosa Benitez di Madrid

Agen Maxbet – Real Madrid punya awal musim yang buruk bersama Rafael Benitez. Hanya trofi Liga Champions yang bisa menghapus dosa mantan pelatihnya tersebut.

Madrid di awal musim ini kedatangan Benitez sebagai pengganti untuk Carlo Ancelotti. Awalnya Benitez mampu membawa Madrid melaju apik dan menguasai puncak klasemen.

Namun, menyusul hasil kurang memuaskan yang diterima Madrid sejak bulan Oktober, permainan tim yang kurang eksplosif serta ketidakharmonisan hubungan dengan pemain bintang, Benitez pun kehilangan pekerjaan di awal tahun.

Lalu datanglah Zinedine Zidane yang awalnya diragukan bisa membangkitkan tim mengingat minimnya pengalaman melatih. Namun, Zidane menjawab keraguan dengan mengantarkan tim ke final Liga Champions dan bersaing dengan Barcelona untuk trofi La Liga hingga pekan terakhir.

Terkait beratnya peluang menjadi juara liga karena nasib mereka ada di tangan Barca, maka juara Liga Champions bakal jadi penutup manis bagi musim Madrid yang naik-turun.

“Zidane datang telat di pertengahan musim tapi dia punya peran penting dalam mengubah dinamika di dalam klub,” ujar mantan pelatih Madrid Jose Mourinho seperti dikutip Soccerway.

“Jika Zidane memenangi Liga Champions maka semua orang akan melupakan segala masalah yang terjadi di klub sebelum Natal, sebelum pergantian pelatih, dan orang-orang hanya akan mengingat gelar Liga Champions ke-11,” sambungnya.

“Zidane sudah meloloskan timnya ke final dan untuk tim dengan awal musim yang berbeda ketimbang sekarang, maka ini adalah kesempatan luar biasa untuk menghapus segala keburukan musim ini.”

Madrid akan menghadapi Atletico Madrid pada laga final yang dihelat di San Siro 28 Mei mendatang.

Alonso Berharap Bisa Tampil di Final DFB-Pokal

Alonso Berharap Bisa Tampil di Final DFB-Pokal

 

Alonso Berharap Bisa Tampil di Final DFB-Pokal

Agen Maxbet – Final DFB-Pokal tinggal berjarak kurang dari sepuluh hari. Gelandang Bayern Munich Xabi Alonso tengah bertarung dengan waktu agar fit untuk tampil di laga itu.

Laga final DFB-Pokal yang mempertemukan Bayern selaku juara bertahan dan Borussia Dortmund akan dihelat di Olympiastadion Berlin pada 21 Mei mendatang. Sebeum laga itu, Bundesliga akan menyelesaikan musimnya akhir pekan ini.

Salah satu pemain dari kedua kubu yang dipastikan sedang was-was adalah Alonso. Pasalnya gelaandang asal Spanyol itu tengah dalam perawatan cedera tulang rusuk yang didapat saat Bayern menang 2-1 di kandang Ingolstadt pekan lalu.

Alonso ditarik keluar di babak pertama dan sampai sekarang belum berlatih. Hal ini membuatnya diragukan tampil di laga tersebut. Meski demikian Alonso tak mau patah arang dan bertekad memainkan laga terakhir bersama Pep Guardiola di Bayern.

“Saya masih sedikit merasakan sakit,” ujar Alonso di situs resmi klub.

“Tapi saya berharap bisa pulih tepat waktu untuk final pekan depan,” sambungnya.

Alonso tampil 38 kali di seluruh kompetisi musim ini dengan torehan dua gol serta dua assist. Dia rata-rata melepaskan 0,7 tembakan per laga, 90,9 akurasi passing, 1,7 umpan kunci per laga, 90,3 passing per laga, dan lima long ball per laga.

 

‘Barca Bukan Hanya Lawan Granada, tapi Juga Lawan Diri Sendiri’

‘Barca Bukan Hanya Lawan Granada, tapi Juga Lawan Diri Sendiri’

 

Barca Bukan Hanya Lawan Granada, tapi Juga Lawan Diri Sendiri

Agen Maxbet – Barcelona akan melawan Granada di laga penentuan gelar juara La Liga. Javier Mascherano menyadari adanya faktor psikologis yang bisa saja mempengaruhi Barca.

Setelah Atletico Madrid dikalahkan Levante pada akhir pekan lalu, Barca tinggal bersaing dengan Real Madrid. Kedua rival abadi ini hanya terpaut satu angka saja. Oleh karena itu, Blaugrana mesti menang di Los Carmenes untuk mempertahankan mahkota juaranya.

Secara teori hal itu tidak sulit dilakukan. Statistik menunjukkan Barca cuma sekali kalah dari Granada dalam sembilan pertemuannya di liga. Namun, satu-satunya kekalahan itu terjadi di markas Granada dengan skor 0-1 pada April 2014.

Setelah Granada, Barca masih akan melakoni final Copa del Rey melawan Sevilla di tengah pekan depan. Barca mesti bisa mengatasi tekanan.

“Akhirnya, kami tidak hanya melawan oposisi [Granada] tapi juga diri sendiri,” ujar gelandang Barcelona itu kepada ESPN.

“Kami adalah sebuah unit dan tahu bahwa semuanya tergantung pada kami, itu akan menjadi sebuah pertandingan yang berat seperti lawan-lawan lain yang kami hadapi dalam beberapa pekan terakhir.”

“Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun, dan itu artinya kami akan mencoba memberikan penampilan sebaik mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” cetus Mascherano.

Clattenburg Ditunjuk Jadi Wasit Final Liga Champions

Clattenburg Ditunjuk Jadi Wasit Final Liga Champions

 

Klopp: Sturridge Siap Main di Piala Eropa

Bandar Judi – UEFA sudah menunjuk wasit yang akan memimpin laga final Liga Champions. Mereka menunjuk pengadil asal Inggris, Mark Clattenburg, untuk memimpin laga final Liga Champions.

Laga final Liga Champions menyajikan laga derby Madrid antara Real Madrid melawan Atletico Madrid. Stadion San Siro, Milan, akan menjadi tuan rumah laga puncak turnamen level teratas antarklub Eropa itu pada 28 Mei mendatang.

UEFA sudah mengumumkan penunjukkan Clattenburg itu secara resmi. Mereka juga menyertakan asisten wasit yang akan membantu wasit berusia 41 tahun itu.

“Pertandingan akan dipimpin oleh wasit 41 tahun asal Inggris, Mark Clattenburg, yang sudah menjadi wasit internasional sejak tahun 2007,” ujar pernyataan resmi UEFA itu.

“Musim ini dia sudah memimpin enam pertandingan Liga Champions dan dua pertandingan Liga Europa, termasuk pertandingan leg pertama semifinal saat Atletico Madrid berhadapan dengan Bayern Munich (1-0) di Spanyol.”

“Di Milan, Mark Clattenburg akan dibantu oleh dua rekan senegaranya Simon Beck dan Jake Collin. Ofisial keempat akan dipegang oleh Viktor Kassal asal Hongaria dan dua asisten wasit tambahan, Anthony Taylor dan Andre Marriner, yang juga berasal dari Inggris. Seorang cadangan asisten wasit –Stuart Burt– melengkapi tim wasit,” imbuh pernyataan resmi itu.

Bagi Clattenburg ini merupakan dua pekan secara berurutan memimpin pertandingan final. Dia juga menjadi pengadil laga final Piala FA antara Crsytal Palace melawan Manchester United yang akan dihelat pada 21 Mei di Stadion Wembley.

Sakho Buka Keunggulan West Ham

Sakho Buka Keunggulan West Ham

Sakho Buka Keunggulan West Ham

Casino OnlineDiafra Sakho berhasil membuka keunggulan West Ham United atas Manchester United saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Memanfaatkan umpan tarik Manuel Lanzini, dengan sekali kontrol, Sakho melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang De Gea.

Susunan Pemain:

West Ham United: Randolph; Antonio, Reid, Ogbonna, Cresswell; Noble, Kouyate, Lanzini, Payet; Sakho, Carroll

Manchester United: De Gea, Valencia, Smalling, Blind, Rojo, Herrera, Schneiderlin, Rooney, Mata, Rashford, Martial

Messi: Barca Ingin Madrid Nirgelar

Messi: Barca Ingin Madrid Nirgelar

 

Messi: Barca Ingin Madrid Nirgelar

Sbobet Bola – Real Madrid masih mempunyai kesempatan untuk memenangi dua trofi musim ini. Barcelona akan bersuka cita andai El Real gagal meraih trofi di musim ini.

Madrid melaju ke final Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Manchester City di babak semifinal. Mereka akan berhadapan dengan Atletico Madrid di laga final yang akan berlangsung di San Siro pada 28 Mei mendatang.

Madrid juga masih mempunyai kans menjuarai Liga Spanyol. Mereka ada di posisi kedua dengan raihan 87 poin, berselisih satu angka dari Barca yang ada di posisi pertama.

Penggawa Barca, Lionel Messi, mengungkapkan dukungannya untuk Los Colchoneros menatap laga final Liga Champions. Los Cules disebutnya akan bersuka cita andai Atletico bisa mengalahkan Madrid.

“Sudah jelas bahwa orang-orang di Barcelona tak ingin Real Madrid memenangi apapun,” kata Messi di ESPN.

“Akan sangat menyenangkan buat Barcelona jika Atletico mengalahkan mereka di final Liga Champions.”

“Apa yang dilakukan oleh Atletico Madrid musim ini sungguh luar biasa, tak mudah untuk mengalahkan mereka. Mereka merupakan lawan yang sangat berat dan (Diego) Simeone layak mendapatkan pujian untuk penampilan bagus mereka,” imbuhnya.

Kane Tak Masalahkan Spurs Jadi Musuh Bersama

Kane Tak Masalahkan Spurs Jadi Musuh Bersama

 

Kane Tak Masalahkan Spurs Jadi Musuh Bersama

Sbobet Bola – Secara terbuka tim-tim kontestan Premier League melawan Tottenham Hotspur demi memuluskan Leicester City sebagai juara. Harry Kane melihat ada sisi positif dari situasi tersebut.

Spurs sudah amat dekat dengan juara musim ini. Tapi, peluang untuk menjadi yang nomor satu di liga Inggris pupus setelah Leicester City mengunci gelar juara justru karena Spurs hanya bisa meraih hasil imbang 2-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, London.

Menjelang pekan-pekan terakhir, secara terbuka tim-tim lain memang mengungkapkan hasrat untuk mencegah Spurs menjadi juara. Sebaliknya, mereka berharap Leicester berhasil menyelesaikan dongeng mereka sebagai kisah indah musim ini.

Kane menyadari situasi itu. Tapi, dia tak melihat ada sisi negatif dari kondisi tersebut.

“Perjalanan Leicester menjadi sebuah kisah yang hebat buat para suporter netral tapi pada akhirnya bagaimanapun kami adalah pesepakbola dan itu tugas kami,” kata Kane seperti dikutip Daily Star.

“Orang-orang membicarakannya (tentang semua tim melawan kami untuk memudahkan Leicester), maka kami hanya perlu bersiap menghadapi lawan-lawan dan memastikan diri kami lebih bagus ketimbang mereka,” ucap dia.

Kini Spurs berfokus untuk menutup musim di posisi kedua. Mereka sekaligus bertekad untuk finis di atas Arsenal.