Arteta 99 Persen Yakin Pensiun

Arteta 99 Persen Yakin Pensiun

 

Arteta 99 Persen Yakin Pensiun

Bandar Sbobet – Mikel Arteta sudah mengucapkan salam perpisahan kepada Arsenal tadi malam. Salam Arteta itu diartikan sebagai isyarat untuk Arteta gantung sepatu. Benarkah demikian?

Arteta (34 tahun) datang ke Arsenal pada 2011 setelah klub membayar 10 juta poundsterling kepada Everton. Sepanjang lima tahun pengabdiannya untuk Arsenal, Arteta menjadi sosok penting untuk tim sehingga tidak heran jika ia diberikan ban kapten.

Kendati begitu, dalam beberapa musim terakhir, Arteta sering diganggu cedera. Imbasnya, jumlah penampilannya pun jadi minim. Musim ini saja, termasuk ketika tampil melawan Aston Villa di laga terakhir musim, Minggu (15/5/2016), Arteta baru bermain 9 kali.

Tapi, penampilan terakhir Arteta itu berbuah manis. Arsenal menang 4-0 dan, karena di saat bersamaan Tottenham Hotspur ditaklukkan Newcastle United 1-5, The Gunners finis di posisi kedua –dan kembali finis di atas Tottenham, yang merupakan rival abadi mereka.

Arteta pun mengelilingi Emirates Stadium usai pertandingan dan memberikan salam perpisahan kepada publik stadion tersebut. Salam Arteta itu pun diartikan publik Inggris sebagai perpisahan kepada dunia sepakbola yang sudah membesarkan namanya itu.

Setelah itu Arteta dikabarkan bakal jadi salah satu staf kepelatihan Pep Guardiola di Manchester City musim depan. Arteta dan Pep memang dikenal dekat karena sama-sama pernah membela Barcelona.

“Saya butuh waktu. Saya yakin 99 persen untuk pensiun. Saya punya opsi berbeda untuk melanjutkan kiprah saya di olahraga luar biasa ini,” ujar Arteta seperti dikutip situs resmi klub.

“Saya harus mendiskusikan dulu dengan keluarga saya dan memutuskan apa yang terbaik untuk saya serta sepakbola secara keseluruhan di karier saya selanjutnya,” sambungnya.

“Saya suka persaingan dan saya cinta olahraga ini. Saya ingin memutuskan ketika memang saya harus pergi. Saya lebih suka membuat keputusan sendiri, dan bukan karena pengaruh orang lain. Menurut saya, saya sudah meninggalkan klub terbaik di Inggris.”

“Saya sangat senang karena orang-orang di sini dan juga manajer sudah begitu luar biasa padaku dalam beberapa pekan terakhir. Mereka mempersilakan saya pergi. Itu sangat berarti,” tutupnya.

Ronaldo Tembus 50 Gol untuk Keenam Kali Beruntun

Ronaldo Tembus 50 Gol untuk Keenam Kali Beruntun

 

Ronaldo Tembus 50 Gol untuk Keenam Kali Beruntun

Casino Online – Cristiano Ronaldo punya sesuatu untuk dirayakan meski gol-golnya ke gawang Deportivo La Coruna tak sanggup memenangkan Real Madrid dalam perburuan gelar liga.

Madrid memainkan laga terakhirnya di La Liga 2015-16 dengan bertandang ke markas Deportivo di Riazor, Sabtu (14/5/2016) malam WIB. Los Blancos keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 berkat sepasang gol Ronaldo di babak pertama.

Namun demikian, El Real mesti gigit jari karena di pertandingan lain Barcelona menang telak 3-0 di markas Granada. Ini berarti, Barca kembali menjuarai liga dengan 91 poin, unggul satu angka dari Madrid di bawahnya.

Sekalipun timnya gagal juara lagi, Ronaldo layak bangga dengan pencapaiannya. Dua gol tersebut membuat Ronaldo kini mengoleksi total 51 gol untuk Madrid di seluruh kompetisi.

Ini adalah yang keenam kalinya secara berturut-turut bintang sepakbola Portugal ini berhasil mencetak setidaknya 50 gol dalam semusim. Ronaldo pun menjadi pemain pertama yang mampu melakukannya.

Setelah mencetak 33 gol di musim pertamanya di Bernabeu, Ronaldo terus unjuk ketajaman. Dimulai dari musim 2010-11, eks bintang Manchester United ini tidak pernah kurang 51 gol per musimnya dan musim tersuburnya terjadi di 2011-12 di mana dia mengemas total 60 gol.

‘Barca Memang Pantas Juara’

‘Barca Memang Pantas Juara’

 

Barca Memang Pantas Juara

Casino Online – Barcelona sudah berhasil mengamankan gelar juara Liga Spanyol. Mereka dinilai memang menjadi tim yang paling layak untuk menjadi juara liga musim ini.

Barca mesti berjuang hingga pekan terakhir untuk memenangi gelar juara La Liga. Kemenangan 3-0 atas Granada saat melakoni pertandingan di Estadio Los Carmenes, Sabtu (14/5/2016) malam WIB, menjadi penentu kesuksesan Barca.

Di pertandingan itu, penentu kemenangan Barca adalah Luis Suarez. Penyerang asal Uruguay itu mencatatkan hat-trick. Suarez pun menobatkan diri menjadi peraih gelar top skorer dengan catatan sebanyak 40 gol.

Pelatih Granada, Jose Gonzalez, bilang bahwa Barca memang merupakan tim yang pantas meraih gelar juara Liga Spanyol musim ini. Penampilan saat melawan Granada di pekan terakhir menjadi rujukkannya.

“Bagi kami, akhir musim ini berakhir dengan sedikit catatan pahit dengan hasil kekalahan setelah memastikan diri selamat dari degradasi. Barcelona menunjukkan kekuatan mereka di babak pertama, mereka tak membiarkan kami melakukan serangan balik,” kata Gonzalez di Sports Mole.

“Di babak kedua, kami lebih berani untuk mengubah sistem bermain kami. Tapi, kami tak bisa membukukan poin di papan skor. Barca menunjukkan diri bahwa mereka bisa dan superior di sepanjang pertandingan ini. Kami banyak kehilangan penguasaan bola dibandingkan mereka.”

“Barcelona memang paling layak memenangi liga dan sudah membuktikan diri sebagai tim terbaik dunia,” imbuhnya.

Wenger Khawatir Cedera Mengganggu Mental Welbeck

Wenger Khawatir Cedera Mengganggu Mental Welbeck

 

Wenger Khawatir Cedera Mengganggu Mental Welbeck

Bandar Casino – Dua cedera parah mendera Danny Welbeck hanya dalam tempo setahun. Hal ini ditakutkan bakal mengganggu mental striker Arsenal tersebut.

Setahun lalu tepatnya di bulan April, Welbeck mendapat cedera lutut kiri yang membuatnya harus menjalani operasi. Usai menjalani pembedahan, Welbeck pun harus menepi dari lapangan selama kurang lebih sembilan bulan.

Welbeck kembali merumput bulan Februari lalu dan mencetak gol kemenangan ke gawang Leicester City dalam laga yang berkesudahan 2-1.

Namun, hanya tiga bulan Welbeck merumput sebelum cedera kembali menghinggapinya saat Arsenal bermain imbang 2-2 lawan Manchester City awal Mei ini. Cedera meniskus lutut kanan itu membuat Welbeck harus menjalani operasi dan absen sembilan bulan.

Alhasil, Welbeck harus melupakan mimpinya tampil di Piala Eropa bersama timnas Inggris. Kekecewaan besar tentu melanda Welbeck yang kembali dihantam cedera parah pada lututnya.

Bukan pekerjaan mudah tentunya untuk Welbeck, terutama dalam memulihkan kondisi mentalnya. Maka dari itu Arsene Wenger selaku manajer berharap pemain 25 tahun itu bisa pulih total baik fisik maupun psikis nantinya.

“Apakah cedera ini bakal mengganggu psikologisnya? Saya tidak tahu,” ujar Wenger seperti dikutip Soccerway.

“Tentu saja akan memakan waktu untuk membuatnya bisa bermain lepas lagi,” sambungnya.

“Dia adalah pemain eksplotif dan berkomitmen. Dia tentu saja butuh mengatasi masalah psikologis ketika kembali bermain.”

“Saya pikir dia tidak akan mengalami masalah psikis.”

“Periode awal adalah yang terburuk. Untuk kasus Danny, saya pikir dia akan memakai kruk selama 12 pekan.”

“Setelah pemain bisa berlatih lagi dan merasa percaya diri lagi, maka tugas Anda tuntas. Namun, periode pertama memang membuat frustrasi,” tutup Wenger.

Welbeck baru bikin 13 gol dari 49 penampilan sejak dibeli dari Manchester United musim lalu.

 

Belajar dari Ajax dan Atletico, Napoli Dituntut Fokus dan Waspada

Belajar dari Ajax dan Atletico, Napoli Dituntut Fokus dan Waspada

 

Belajar dari Ajax dan Atletico, Napoli Dituntut Fokus dan Waspada

Bandar Casino – Napoli cuma akan menghadapi Frosinone di laga terakhir untuk memastikan finis runner-up. Tapi Partenopei dituntut fokus dan waspada penuh agar tak terpeleset.

Napoli butuh kemenangan atas Frosinone di San Paolo, Minggu (15/5/2016) dinihari WIB nanti untuk menutup musim di posisi dua. Hasil itu sepatutnya mudah karena Frosinone yang menempati urutan 19 sendiri sudah dipastikan terdegradasi.

Namun berkaca pada apa yang terjadi terhadap Ajax Amsterdam dan Atletico Madrid, pelatih Maurizio Sarri meminta Napoli tak menganggap enteng. Sebab gagal menang berarti memberikan jalan untuk AS Roma melewati mereka dan merebut tiket lolos langsung ke fase grup Liga Champions.

Ajax seperti diketahui gagal juara di pekan terakhir setelah hanya bermain imbang kontra De Graafschap yang merupakan tim kedua terbawah di Liga Belanda. Mereka pun dilewati PSV Eindhoven yang tampil sebagai juara.

Sementara Atletico kehilangan kans juara setelah kalah 1-2 dari tim juru kunci, Levante, di akhir pekan kemarin. Meski kini cuma berjarak tiga poin dari Barcelona, namun Atletico sudah kalah head to head dan tak mungkin juara.

“Pesan yang perlu disampaikan adalah bahwa besok akan sulit. Ada 2.000 contoh yang bisa saya kutip, tapi baru pekan lalu Ajax dan Atletico Madrid kehilangan gelar liga melawan tim-tim di dasar klasemen,” kata Sarri dikutip Football Italia.

“Hasil-hasil kami sejauh ini sudah bagus, sekarang kami perlu para penggemar untuk membantu kami meraih target kami. Tidak ada emosi sekarang, alih-alih ada banyak konsentrasi dan sejumlah hal untuk diperhatikan, karena atmosfer yang melingkupi tim tidaklah tepat.”

“Kami perlu mentalitas yang tepat, jadi akan penting untuk San Paolo menggerakkan kami. Skuat menatap laga ini dengan cara tepat, tapi mereka tidak hidup di dalam gelembung jadi mereka bisa terpengaruh,” tandasnya.

Spalletti Tak Akan Komplain Kalau Roma Tak Finis Runner-up

Spalletti Tak Akan Komplain Kalau Roma Tak Finis Runner-up

 

Spalletti Tak Akan Komplain Kalau Roma Tak Finis Runner-up

Bandar Casino – AS Roma masih berkesempatan finis di posisi dua menatap laga terakhir musim ini. Tapi andai gagal, Luciano Spalletti tak akan mengkritik para pemainnya.

Roma saat ini ada di posisi tiga klasemen dengan nilai 77 dari 37 pekan. Mereka cuma tertinggal dua poin dari Napoli di tangga kedua.

Kesempatan untuk finis di posisi dua masih terbuka untuk anak-anak ibukota, meski perlu ‘bantuan’ hasil laga lain. Mereka cuma harus memastikan diri menang atas AC Milan sementara Napoli gagal menang atas Frosinone.

Meski demikian, Spalletti menilai anak asuhnya sudah amat bekerja keras di paruh kedua musim ini dan menyelamatkan posisi di klasemen. Untuk itu, dia tak akan komplain seandainya gagal finis runner-up.

“Saya tidak tahu apakah kami layak finis lebih baik dari posisi tiga. Tapi kami sudah melakukan upaya terbaik untuk mencapai posisi setinggi mungkin, jadi saya tidak bisa meminta lebih banyak,” kata Spalletti dikutip Football Italia.

“Meski nanti klasemennya tetap sama setelah pertandingan, kami harus tetap berpikir positif tentang para pemain ini. Tidak menyebut dua poin yang hilang melawan Bologna, tapi lebih menekankan ke apa yang telah mereka lakukan.”

“Kita seharusnya menyebut berapa banyak poin yang kami telah ambil dibandingkan tim-tim seperti Inter, Sassuolo, Napoli. Mereka sudah tampil bagus, hebat,” tandasnya.

Roma sempat terlempar dari tiga besar dan menempati posisi lima di pergantian tahun. Tapi kedatangan Spalletti menggantikan Rudi Garcia berhasil mengangkat tim dan merangkai 16 laga tak terkalahan, sampai saat ini untuk mengamankan posisi tiga.

Kalahkan City Jadi Titik Kepercayaan Leicester

Kalahkan City Jadi Titik Kepercayaan Leicester

Bandar Casino – Leicester City berhasil memastikan diri keluar sebagai kampiun Premier League musim 2015-2016. Klub asuhan Claudio Ranieri menjadi juara saat Premier League masih menyisakan dua pertandingan atau tepatnya di pekan 36.

Awalnya banyak pihak yang tidak menyangka klub seperti Leicester bisa menjadi kampiun di salah satu kompetisi tersebesar di dunia. Terlebih, The Foxes tidak memiliki daftar skuad yang menjanjikan untuk menjadi juara.

Bahkan para pemain serta Ranieri hanya menargetkan Leicester meraih 40 poin di awal musim. Termasuk Jamie Vardy yang tidak yakin timnya akan menjuarai Premeier League.

Namun saat berhasil mengalahkan Manchester City dengan 1-3 di Etihad, Vardy mengaku saat itu menjadi titik balik kepercayaan dirinya untuk bisa menjuarai Premier League. Bahkan saat itu penyerang berpaspor Inggris mengatakan tidak ada yang percaya mereka bisa memenangkan pertandingan.

“Tidak ada yang memberi kami kesempatan untuk memenangkan pertandingan hari itu dan kami berhasil mendominasi mereka di kandang mereka sendiri,” jelas Vardy.

Mourinho: Trofi Liga Champions Bisa Hapus ‘Dosa’ Benitez di Madrid

Mourinho: Trofi Liga Champions Bisa Hapus ‘Dosa’ Benitez di Madrid

 

Mourinho: Trofi Liga Champions Bisa Hapus Dosa Benitez di Madrid

Agen Maxbet – Real Madrid punya awal musim yang buruk bersama Rafael Benitez. Hanya trofi Liga Champions yang bisa menghapus dosa mantan pelatihnya tersebut.

Madrid di awal musim ini kedatangan Benitez sebagai pengganti untuk Carlo Ancelotti. Awalnya Benitez mampu membawa Madrid melaju apik dan menguasai puncak klasemen.

Namun, menyusul hasil kurang memuaskan yang diterima Madrid sejak bulan Oktober, permainan tim yang kurang eksplosif serta ketidakharmonisan hubungan dengan pemain bintang, Benitez pun kehilangan pekerjaan di awal tahun.

Lalu datanglah Zinedine Zidane yang awalnya diragukan bisa membangkitkan tim mengingat minimnya pengalaman melatih. Namun, Zidane menjawab keraguan dengan mengantarkan tim ke final Liga Champions dan bersaing dengan Barcelona untuk trofi La Liga hingga pekan terakhir.

Terkait beratnya peluang menjadi juara liga karena nasib mereka ada di tangan Barca, maka juara Liga Champions bakal jadi penutup manis bagi musim Madrid yang naik-turun.

“Zidane datang telat di pertengahan musim tapi dia punya peran penting dalam mengubah dinamika di dalam klub,” ujar mantan pelatih Madrid Jose Mourinho seperti dikutip Soccerway.

“Jika Zidane memenangi Liga Champions maka semua orang akan melupakan segala masalah yang terjadi di klub sebelum Natal, sebelum pergantian pelatih, dan orang-orang hanya akan mengingat gelar Liga Champions ke-11,” sambungnya.

“Zidane sudah meloloskan timnya ke final dan untuk tim dengan awal musim yang berbeda ketimbang sekarang, maka ini adalah kesempatan luar biasa untuk menghapus segala keburukan musim ini.”

Madrid akan menghadapi Atletico Madrid pada laga final yang dihelat di San Siro 28 Mei mendatang.

Alonso Berharap Bisa Tampil di Final DFB-Pokal

Alonso Berharap Bisa Tampil di Final DFB-Pokal

 

Alonso Berharap Bisa Tampil di Final DFB-Pokal

Agen Maxbet – Final DFB-Pokal tinggal berjarak kurang dari sepuluh hari. Gelandang Bayern Munich Xabi Alonso tengah bertarung dengan waktu agar fit untuk tampil di laga itu.

Laga final DFB-Pokal yang mempertemukan Bayern selaku juara bertahan dan Borussia Dortmund akan dihelat di Olympiastadion Berlin pada 21 Mei mendatang. Sebeum laga itu, Bundesliga akan menyelesaikan musimnya akhir pekan ini.

Salah satu pemain dari kedua kubu yang dipastikan sedang was-was adalah Alonso. Pasalnya gelaandang asal Spanyol itu tengah dalam perawatan cedera tulang rusuk yang didapat saat Bayern menang 2-1 di kandang Ingolstadt pekan lalu.

Alonso ditarik keluar di babak pertama dan sampai sekarang belum berlatih. Hal ini membuatnya diragukan tampil di laga tersebut. Meski demikian Alonso tak mau patah arang dan bertekad memainkan laga terakhir bersama Pep Guardiola di Bayern.

“Saya masih sedikit merasakan sakit,” ujar Alonso di situs resmi klub.

“Tapi saya berharap bisa pulih tepat waktu untuk final pekan depan,” sambungnya.

Alonso tampil 38 kali di seluruh kompetisi musim ini dengan torehan dua gol serta dua assist. Dia rata-rata melepaskan 0,7 tembakan per laga, 90,9 akurasi passing, 1,7 umpan kunci per laga, 90,3 passing per laga, dan lima long ball per laga.

 

‘Barca Bukan Hanya Lawan Granada, tapi Juga Lawan Diri Sendiri’

‘Barca Bukan Hanya Lawan Granada, tapi Juga Lawan Diri Sendiri’

 

Barca Bukan Hanya Lawan Granada, tapi Juga Lawan Diri Sendiri

Agen Maxbet – Barcelona akan melawan Granada di laga penentuan gelar juara La Liga. Javier Mascherano menyadari adanya faktor psikologis yang bisa saja mempengaruhi Barca.

Setelah Atletico Madrid dikalahkan Levante pada akhir pekan lalu, Barca tinggal bersaing dengan Real Madrid. Kedua rival abadi ini hanya terpaut satu angka saja. Oleh karena itu, Blaugrana mesti menang di Los Carmenes untuk mempertahankan mahkota juaranya.

Secara teori hal itu tidak sulit dilakukan. Statistik menunjukkan Barca cuma sekali kalah dari Granada dalam sembilan pertemuannya di liga. Namun, satu-satunya kekalahan itu terjadi di markas Granada dengan skor 0-1 pada April 2014.

Setelah Granada, Barca masih akan melakoni final Copa del Rey melawan Sevilla di tengah pekan depan. Barca mesti bisa mengatasi tekanan.

“Akhirnya, kami tidak hanya melawan oposisi [Granada] tapi juga diri sendiri,” ujar gelandang Barcelona itu kepada ESPN.

“Kami adalah sebuah unit dan tahu bahwa semuanya tergantung pada kami, itu akan menjadi sebuah pertandingan yang berat seperti lawan-lawan lain yang kami hadapi dalam beberapa pekan terakhir.”

“Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun, dan itu artinya kami akan mencoba memberikan penampilan sebaik mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” cetus Mascherano.