Sevilla Datangkan Gabriel Mercado

Sevilla Datangkan Gabriel Mercado

 

Sevilla Datangkan Gabriel Mercado

Agen Bola – Sevilla mendatangkan bek timnas Argentina, Gabriel Mercado, dari River Plate. Mercado akan menjadi pengganti Coke yang baru-baru ini meninggalkan Los Rojiblancos.

Sevilla kabarnya mengeluarkan uang 2,5 juta euro (sekitar Rp 36,5 miliar) untuk memboyong Mercado. Bek berusia 29 tahun itu dikontrak sampai 2019 mendatang.

Mercado bisa dipasang di posisi bek kanan atau bek tengah. Dia bisa menggantikan Coke, bek kanan Sevilla musim lalu, yang baru-baru ini pindah ke Schalke 04.

“Segalanya terjadi begitu cepat dan saya merasa sangat cemas. Ini adalah hari pertama saya, saya melewati tes medis, menandatangani kontrak, dan ini akan menjadi latihan pertama saya,” ujar Mercado seperti dikutip ESPN FC.

Mercado mengawali kariernya di Racing Club sebelum pindah ke Estudiantes pada 2010. Dia mulai memperkuat River Plate pada 2012 dan telah memenangi enam trofi bersama klub tersebut, termasuk Copa Libertadores pada 2015.

Mercado mengoleksi 10 caps di timnas Argentina. Dia tampil lima kali di Copa America Centenario, di mana negaranya lolos ke final sebelum akhirnya kalah dari Chile.

Sevilla, yang ditangani oleh pelatih baru Jorge Sampaoli, sangat aktif di bursa transfer musim panas ini dan mendatangkan sembilan pemain baru. Mereka sebelumnya telah merekrut Pablo Sarabia, Hiroshi Kiyotake, Matias Kranevitter, Joaquin Correa, Franco Vazquez, Ganso, Luciano Vietto, dan Wissam Ben Yedder.

Las Palmas Rekrut Kevin-Prince Boateng

Las Palmas Rekrut Kevin-Prince Boateng

 

Las Palmas Rekrut Kevin-Prince Boateng

Bandar Judi – Las Palmas mendapatkan rekrutan terbesarnya di bursa transfer musim panas ini. Mereka menggaet Kevin-Prince Boateng yang sebelumnya memperkuat AC Milan.

Lewat situs resminya, Las Palmas mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan agen Boateng, Senin (1/8) malam waktu setempat.

“Las Palmas telah berhasil menyelesaikan transfer pemain Jerman dengan paspor Ghana, Kevin-Prince Boateng, yang musim lalu bermain di AC Milan. Dia direkrut untuk satu musim,” demikian bunyi pernyataan di situs resmi Las Palmas.

Boateng didapatkan Las Palmas secara cuma-cuma. Kontrak Boateng bersama Rossoneri memang berakhir pada 30 Juni 2016 lalu.

Boateng akan tiba di Las Palmas pada hari Selasa (2/8) waktu setempat dengan menggunakan jet pribadi dari Sardinia, Italia. Pemain berusia 29 tahun itu kemudian akan menjalani tes medis dan selanjutnya diperkenalkan secara resmi sebagai pemain Las Palmas.

Sebelum direkrut Las Palmas, Boateng dikabarkan juga diminati oleh Celta Vigo, Valencia, dan Malaga. Tapi hubungan baik antara Las Palmas dengan agen si pemain, Federico Pastorello, menjadi kunci dari transfer tersebut.

Boateng menjadi pemain marquee yang diharapkan oleh suporter Las Palmas. Sebelumnya, Boateng memang pernah memperkuat sejumlah klub ternama Eropa seperti Milan, Tottenham Hotspur, dan Schalke 04.

Boateng menjalani musim yang kurang sukses setelah kembali ke Milan dari Schalke pada Januari lalu. Dia cuma satu kali menjadi starter di Serie A dengan total penampilan sebanyak 11 kali.

Harga Mahal Tak Jadi Beban Buat Mane

Harga Mahal Tak Jadi Beban Buat Mane

 

Harga Mahal Tak Jadi Beban Buat Mane

Bandar Casino – Sadio Mane menjadi salah satu pembelian mahal Liverpool. Si pemain memahami harapan-harapan yang ditujukan kepadanya nanti.

Mane menjadi satu di antara tujuh pemain yang didatangkan Liverpool pada transfer musim panas ini. Namanya menjadi salah satu pembelian mahal Liverpool di awal musim 2016-17, yakni dengan nominal transfer 34 juta poundsterling.

Dengan besaran itu, sejumlah pemain Liverpool berharap Mane memberikan kontribusi besar kepada Mane. Bahkan, ada mantan pemain Liverpool yang menilai harga Mane terlalu mahal. Sebagai gambaran, musim lalu Mane membuat 11 gol di Liga Inggris bersama Southampton musim lalu.

Mane menyadari besarnya beban itu. Dia siap mengembannya.

“Saya tahu seberapa besar klub ini dan seberapa besar kesempatan saya untuk naik level secara pribadi sebagai pemain. Inilah momentum saya. Ini sebuah langkah yang harus saya lakukan,” kata Mane seperti dikutip Daily Mail.

“Soal bayaran? Ini soal sepakbola, bukan? Fokus saya bukan soal pertandingan-pertandingannya. Saya cuma fokus kepada apa yang bisa saya lakukan dalam pertandingan dan latihan. Saya ingin membawa klub ini melaju sejauh mungkin saat saya berada di sini,” ucap dia.

Sejumlah media mengabarkan kalau Mane memang sudah masuk radar Juergen Klopp sejak lama. Tepatnya ketika dia bermain di Red Bull Salzburg di musim 2012-2014.

“Kami pernah ngobrol lewat telepon dan berdiskusi tentang banyak hal. Dia bilang saya pemain muda yang suka bekerja keras dan menunjukkan perkembangan. Saya bilang memang seperti itulah saya. Saya katakan kalau saya selalu siap untuk bekerja keras. Ya, seperti itulah obrolan yang kami buat,” tutur pemain internasional Senegal tersebut.

‘Burnley Mirip dengan Timnas Islandia’

‘Burnley Mirip dengan Timnas Islandia’

 

Burnley Mirip dengan Timnas Islandia

Agen Bola – Tim promosi Premier League Burnley dinilai punya kemiripan dengan Islandia yang di Piala Eropa 2016 lalu tampil sebagai tim kejutan.

Pendapat tersebut diutarakan Johann Berg Gudmundsson, pemain Islandia yang musim panas ini bergabung dengan Burnley usai direkrut dari Charlton Athletic.

Di musim panas lalu Gudmundson dan rekan-rekannya tampil di Euro, yang juga menjadi partisipasi pertama Islandia dalam turnamen besar, dan berhasil menembus perempatfinal.

Laju mengejutkan Islandia itu tidak lepas dari keberhasilan menahan imbang Portugal, yang lantas jadi kampiun, pada fase grup dan juga mengalahkan Inggris di babak 16 besar.

Dan Gudmundsson, yang sebelumnya juga sempat membela AZ Alkmaar, menilai Burnley memiliki ciri serupa dengan tim Islandia di Piala Eropa lalu.

“Semangat kebersamaan di tim Islandia sepertinya mirip dengan di sini, dengan semua orang saling bekerja untuk satu sama lain dan ini juga sebuah kelompok yang erat. Begitulah sepakbola. Ini olahraga tim dan di sini semua bekerja keras untuk satu sama lain,” katanya di Express.co.uk.

“Saya sudah pernah bermain di partai-partai besar Liga Europa dan juga dengan Islandia sehingga itu sudah pasti akan membantu saya ketika bermain untuk kali pertama di Premier League,” imbuh Gudmundsson yang selalu jadi starter di lima laga Islandia pada Piala Eropa lalu.

“Pengalaman adalah segalanya dan saya cukup memiliki hal tersebut sehingga saya pikir saya akan baik-baik,” sebut satu dari dua pemain dengan jumlah assist terbanyak di divisi Championship musim lalu itu.

Burnley menjuarai divisi Championship 2015-16 sehingga berhak tampil di Premier League musim depan. Di 2014–15, Burnley juga tampil di Premier League meski di akhir musim tersebut cuma bisa finis di posisi 18.

[Baca juga: Efek Leicester: Baru Promosi, Burnley Langsung ‘Diserbu’ Petaruh]

Cedera Hamstring, Mario Gomez Absen di Sisa Turnamen

Cedera Hamstring, Mario Gomez Absen di Sisa Turnamen

 

 

Cedera Hamstring, Mario Gomez Absen di Sisa Turnamen

Bandar Bola – Mario Gomez tidak akan tampil lagi di sisa Piala Eropa 2016. Striker Jerman itu mengalami cedera hamstring saat menghadapi Italia di perempatfinal.

Gomez digantikan Julian Draxler di menit 72 dalam laga yang dimenangi Jerman lewat adu penalti itu. Diberitakan ESPNFC, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyerang berdarah Spanyol ini mengalami perobekan pada hamstringnya.

Cederanya Gomez jelas memukul Die Mannschaft. Gomez sudah mengemas dua gol dalam empat penampilan dan kehadirannya dibutuhkan untuk menghadapi tuan rumah Prancis di laga semifinal, Jumat (8/7/2016) pukul 02.00 WIB.

“Ini adalah pukulan besar ketika dalam sebuah fase krusial dalam turnamen, seorang pemain absen,” ucap pelatih Jerman Joachim Loew kepada situs resmi DFB. “Saya sangat menyesal untuk Mario, yang sudah memperlihatkan performa bagus.”

“Tapi kami harus mencari solusi dan kami punya kualitas skuat yang tinggi. Saya memiliki kepercayaan yang tinggi pada semua pemain.”

Setelah kehilangan Gomez, Jerman mesti berharap agar tidak kehilangan lebih banyak pemain. Gelandang Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger diragukan tampil sementara bek tengah Mats Hummels pasti absen karena akumulasi kartu kuning.

 

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

 

 

Belgia Terdepak, Courtois Kritik Wilmots

Agen Bola – Punya skuat yang jauh lebih bagus, Belgia secara mengejutkan disingkirkan Wales. Thibaut Courtois tak tahan untuk tak mengkritik pelatih Belgia Marc Wilmots.

Pada laga perempatfinal di Stade Pierre-Mauroy, Lille, Sabtu (2/7/2016) dinihari WIB, Belgia sempat memimpin lebih dulu sebelum dibuat Wales bertekuk lutut 1-3. Meski Belgia unggul penguasaan bola, tapi Wales lebih mengancam.

Belgia memiliki ball possession dengan perbandingan 52:48, tapi hanya menciptakan 14 percobaan [4 mengarah ke gawang]. Sedangkan Wales sukses melahirkan 15 percobaan [7 mengarah ke gawang].

Radja Nainggolan membuka keunggulan Belgia di menit 13. Wales lantas menyamakan skor melalui Ashley Williams di menit 30 untuk mengakhiri paruh pertama dengan skor imbang 1-1.

Di babak kedua, Wales menambah dua gol lain dari Hal Robson-Kanu sebelum memastikan kemenangan sekaligus mengirim Belgia pulang lewat gol Sam Vokes lima menit jelang bubaran.

“Ini adalah kesempatan yang mungkin kami tidak bisa mendapatkannya lagi. Aku sudah memberi pendapatku di ruang ganti. Dia harus membuat keputusannya sendiri,” jawab kiper Belgia itu saat ditanya apakah Wilmots mesti mundur atau tidak.

Courtois dan Wilmots sempat bertengkar setelah Belgia dikalahkan Italia 0-2 di laga pertama fase grup. Kiper yang memperkuat Chelsea ini tidak senang Wilmots memakai taktik yang sama dalam kekalahan atas Wales ini.

“Aku sudah menunjuk di mana area yang mesti diperbaiki usai pertandingan,” sebut Courtois kepada Rtbf. “Kami harus tetap cerdas. Kami masih muda dan masih masih akan bermain bersama-sama dalam waktu yang lama.”

“Tapi ini adalah sebuah kekecewaan karena kami memiliki sebuah kesempatan emas untuk maju ke final.” Demikian diwartakan ESPNFC.

Dan Terjadi Lagi… Oh, Messi

Dan Terjadi Lagi… Oh, Messi

 

 

Dan Terjadi Lagi... Oh, Messi

Bandar Judi – Apa yang mungkin ditakutkan oleh banyak orang Argentina terjadi lagi. Pemain terbaik dunia lima kali, Lionel Messi, masih belum bisa memberi gelar kepada negaranya.

Di final Copa America Centenario 2016, Messi bahkan gagal mencetak gol pada drama adu penalti melawan Chile, Senin (27/6/2016) pagi WIB. Tendangannya melambung melewati mistar gawang. Tim yang ia kapteni pun kalah 2-4, setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Itu berarti Messi gagal membawa Argentina menjadi juara turnamen internasional dalam empat kesempatan final yang dia lakoni. Sebelumnya ia pernah tampil di laga puncak Copa America 2007 dan 2015, serta Piala Dunia 2014.

Ada begitu banyak alasan kalau seusai pertandingan final hari ini Messi tak kuasa menahan tangisnya.

Tentu saja kegagalan Argentina di Copa 2016 bukan semata-mata kegagalan Messi. Namun, mau tidak mau harus diakui bahwa pemain 29 tahun itu adalah “simbol” dari Albiceleste, yang menjadi harapan agar Argentina mengakhiri puasa gelarnya sejak 1993.

“Messi takkan seperti Diego Maradona sampai dia memberikan Piala (Dunia) buat negaranya,” demikian sebuah “hukum tak tertulis” di kalangan sebagian warga Argentina.

Dan dua hari lalu, sebelum final, Maradona sampai “mengancam” timnya apabila tidak berhasil menaklukkan Chile dan membawa pulang trofi edisi satu abad Copa America tersebut.

“Tentu, saya rasa mereka akan menang. Tapi kalau tidak, jangan pulang ke sini,” cetus sang maestro.

Tak terbayangkan apa yang sedang dirasakan La Pulga saat ini.

Kovacic Tak Tutup Peluang Kembali ke Serie A

Kovacic Tak Tutup Peluang Kembali ke Serie A

 

Kovacic Tak Tutup Peluang Kembali ke Serie A

Agen Maxbet – Menjalani karier yang tak memuaskan di Real Madrid, Matteo Kovacic dikaitkan dengan kepindahan kembali ke Italia. Kemungkinan yang bisa terjadi di musim panas.

Gelandang Kroasia ini meninggalkan Inter Milan untuk bergabung Madrid saat masih dilatih Raffael Benitez pada musim panas 2015. Namun, Kovacic kesulitan mengamankan tempat di tim inti El Real dan hanya membuat 34 penampilan dengan sumbangan 1 gol dan dua assist.

Sedangkan sejak Madrid dilatih Zinedine Zidane, Kovavic baru dimainkan 14 kali di seluruh kompetisi. Pemain berusia 22 tahun itu bahkan tidak masuk skuat yang bermain melawan Atletico Madrid di final Liga Champions, Sabtu (28/5/2016).

“Sejauh ini adalah musim yang sulit untukku. Aku menyesal meninggalkan Inter, tapi Real adalah sebuah tim yang hebat. Aku masih sangat muda ketika tiba di sini tapi aku sudah mengambil banyak pengalaman,” kata Kovaic kepada FCInternews, yang dikutip AS.

“Aku baik-baik saja, aku memainkan banyak pertandingan, aku sudah mengira akan menjalani berbagai kesulitan,” lanjut dia.

AC Milan santer disebut-sebut berminat memakai jasa Kovacic. Wakil presiden Rossoneri Adriano Galliani bahkan diklaim hadir di pertandingan semifinal Liga Champions Madrid melawan Manchester City untuk melakukan pendekatan.

“Milan? Segalanya bisa terjadi dalam hidup ini, tapi untuk sekarang aku tidak memikirkan hal itu,” kata Kovacic.

“Piala Eropa segera tiba, dan aku masih punya lima tahun tersisa di kontrakku.”

Data dan Fakta Madrid vs Atletico Dinihari Nanti

Data dan Fakta Madrid vs Atletico Dinihari Nanti

 

Data dan Fakta Madrid vs Atletico Dinihari Nanti

Bandar Bola – Final Liga Champions 2015-16 akan menghadapkan Real Madrid dengan Atletico Madrid, Minggu (28/5/2016) dinihari WIB. Ini data dan fakta seputar laga itu.

Stadion San Siro di kota Milan bakal menjadi tempat beradunya kedua tim asal kota Madrid tersebut–memunculkan sebuah El Derbi Madrileno.

Baru dua tahun lalu Madrid dan Atletico juga bertemu di babak serupa. Saat itu El Real berjaya atas Los Colcheros; Madrid meraih titel ke-10 di ajang tersebut dan Atletico pun harus rela jadi runner-up lagi untuk kali kedua dalam sejarah klubnya.

Berikut data dan fakta yang dirangkum BBC seputar laga dinihari WIB nanti.

– Real Madrid sudah menembus final Piala/Liga Champions untuk kali ke-14, lebih banyak daripada tim-tim lain. Mereka sudah memenangi 10 di antaranya, juga sebuah rekor, termasuk empat final terakhirnya.

– Ini merupakan kali ketiga dalam empat tahun terakhir sebuah final Liga Champions menghadirkan dua tim dari satu negara (Jerman 2013, Spanyol 2014, Spanyol 2016).

– Termasuk 2016, wakil kota Madrid sudah mencatatkan 17 penampilan di final Piala/Liga Champions (14 dari Real Madrid, tiga dari Atletico Madrid). Jumlah itu lebih banyak daripada kota lain (Milan memiliki 16).

– Atletico Madrid sudah memenangi tujuh dari 16 pertandingan terakhirnya lawan Real Madrid di seluruh kompetisi (lima seri, empat kalah). Sebelum itu mereka sempat gagal menang satu kali pun dalam 25 pertemuan lawan Real Madrid (enam seri, 19 kalah).

– Empat partai kompetitif terakhir antara Real Madrid dengan Atletico Madrid memunculkan empat gol saja (masing-masing dua).

– Ini adalah musim ketiga secara berturut-turut seorang manajer menembus final Liga Champions di musim pertamanya kompetisi tersebut (Diego Simeone 2014, Luis Enrique 2015, Zinedine Zidane 2016).

– Atletico Madrid sudah membuat 15 clean sheet dalam 21 partai terakhirnya di Liga Champions, termasuk empat dalam enam partai knockout musim ini.

Juventus Lepas Caceres

Juventus Lepas Caceres

 

Juventus Lepas Caceres

Agen Bola – Martin Caceres tak akan berkostum Juventus lagi pada musim depan. Bek asal Uruguay itu akan angkat kaki dari Turin di musim panas ini.

Kontrak Caceres dengan Juventus akan habis pada akhir bulan depan. Karena Bianconeri tidak akan menawarkan kontrak baru, pemain berusia 29 tahun itu pun bebas pergi ke klub mana pun tanpa biaya transfer.

Beberapa tim rival Juventus di Serie A kabarnya siap menampung Caceres. Napoli, AS Roma, dan AC Milan dilaporkan siap memperebutkan si pemain.

“Caceres menutup hubungannya dengan kami pada 30 Juni,” jelas CEO Juventus, Giuseppe Marotta, kepada Tuttomercatoweb.

“Dia selalu bekerja dengan profesional. Tapi, saya tidak tahu apakah dia akan pergi ke Napoli atau tempat lainnya,” kata Marotta.

Caceres pertama kali bergabung dengan Juventus pada Agustus 2009 silam. Saat itu, Juve meminjamnya dari Barcelona selama satu musim.

Sempat membela Sevilla selama satu setengah musim, Caceres kembali ke Juve pada Januari 2012 dengan status pinjaman. Tak berselang lama, Juve mengontraknya secara permanen.

Caceres tak bisa memberi kontribusi maksimal untuk Juventus karena sering diganggu cedera, beberapa di antaranya cedera parah. Pada bulan Februari lalu, dia mendapatkan cedera Achilles, yang memaksanya absen hingga akhir musim.

Caceres tampil pada 110 pertandingan untuk Juventus dan menyumbangkan tujuh gol.