Argentina Langsung Fokus ke Laga Lawan AS

Argentina Langsung Fokus ke Laga Lawan AS

 

 

Argentina Langsung Fokus ke Laga Lawan AS

Bandar Bola – Argentina melaju ka babak semifinal Copa America Centenario usai mengalahkan Venezuela. Albiceleste langsung fokus ke laga empat besar melawan Amerika Serikat.

Saat melakoni pertandingan di Gillette Stadium, Minggu (19/6/2016), Argentina menang dengan skor akhir 4-1. Gol tim Tango di pertandingan itu dicetak oleh Gonzalo Higuain (dua go), Lionel Messi, dan Erik Lamela.

Argentina mampu tampil amat dominan dalam pertandingan melawan Venezuela. Mereka dicatat oleh Livescore mampu melakukan penguasaan bola sebesar 63 persen.

Soal percobaan, tim besutan Gerardo Martino itu enam kali melepaskan sepakan menemui bidang, empat melenceng, secara keseluruhan ada 10 attempt.

Martino pun menilai bahwa tim besutannya memang pantas menang. Mereka akan dominasi yang mereka tunjukkan menjadi indikatornya.

Argentina kini akan menghadapi tim tuan rumah, AS, di babak semifinal. Mereka akan langsung fokus ke pertandingan itu agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kami mempunyai banyak situasi gol dan kami memang pantas menjadi pemenang,” kata Martino di Soccerway.

“Dengan gol ketiga, tim bisa lebih baik mengalirkan bola dan merasa nyaman. Babak kedua sangat bagus.”

“Tapi sekarang, kami harus fokus ke Amerika Serikat dan mencoba untuk tak memberi mereka pilihan,” imbuh eks pelatih Barcelona.

Keberuntungan, McLenin, dan Kenangan Jersey CCCP

Keberuntungan, McLenin, dan Kenangan Jersey CCCP

 

Keberuntungan, McLenin, dan Kenangan Jersey CCCP

Agen Judi – Apakah sepakbola adalah perkara keberuntungan? Barangkali tidak, barangkali juga iya. Ada banyak orang meyakini jika Dewi Fortuna memang kerap terlibat dalam sebuah pertandingan sepakbola, seperti halnya seorang Diego Maradona yang percaya kalau Tuhan telah bekerja bagi kemenangan Argentina pada Piala Dunia 1986. Karena itulah, kita pun mengenal adagium “bola itu bundar”. Karena itu pula, hari-hari ini kita tak merasa heran ketika dua kali mendengar pelatih Rusia, Leonid Slutsky melontarkan pernyataan soal keberuntungan.

Pertama, saat timnya berhasil menahan imbang Inggris dengan skor 1-1 di Stade Velodrome, Marseille, Minggu (12/6/2016) dinihari WIB. Tanpa mengecilkan perjuangan anak-anak asuhnya, ketika itu ia mengakui bahwa timnya telah dipayungi oleh keberuntungan. Dan yang kedua, tatkala mereka harus menerima kekalahan 1-2 dari Slovakia di stade Pierre Mauroy, Lille, Rabu (15/6/2016) malam WIB. Yang mana kali itu ia menganggap bahwa kemenangan tim lawan juga merupakan sebuah kemujuran.

“Slovakia lebih beruntung dari kami hari ini. Meski kami tak pantas kalah. Dalam hal permainan, kami mengontrol sepanjang laga,” begitu ujarnya kepada ITA Sport Press.

Konyol? Sekali lagi, bisa iya bisa tidak. Sebab, apabila pengakuan pertamanya bisa dimaknai sebagai sebuah ungkapan sadar diri atau malah sebentuk kepasrahan, pernyataannya yang kedua ini mungkin bisa pula kita artikan sebagai semacam usaha untuk menyemangati skuatnya.

Toh, apa mau dikata. Seperti yang diungkapkan Vitaly Mutko, menteri olahraga Rusia empat tahun lalu, dalam Euro 2016 ini pun banyak orang menilai bahwa sesungguhnya timnas Rusia tidaklah siap tampil di Piala Eropa. Kendati lolos ke Prancis sebagai runner-up Grup G, mereka harus melewati masa kualifikasi yang terjal. Bahkan sempat terancam tidak lolos setelah meraih hasil buruk dalam enam laga pertama yang membuat Fabio Capello dipecat sebagai pelatih. Demikian kenyataan getir itu.

Ya, padahal delapan tahun silam di Austria-Swiss, di bawah asuhan Gus Hiddink, Roman Pavlyuchenko dkk. masih sanggup melaju sampai babak semifinal. Dan jauh di masa lalu, ketika kesebelasan nasionalnya masih mengenakan jersey bertuliskan ‘CCCP’, Rusia notabene pernah menjadi tim kuat dengan tradisi panjang. Bahkan mereka-lah kampiun pertama Piala Eropa dengan kiper legendaris Lev Yashin tatkala turnamen itu pertama kali diselenggarakan di benua biru. 10 Juli 1960, pada pertandingan final dengan perpanjangan waktu di Stadion Parc de Princes, Paris, di hadapan 17.966 penonton, mereka menumbangkan Yugoslavia 2-1. Viktor Ponedelnik yang menjadi penentu kemenangan kala itu membobol jaring Vidinic di menit 113 setelah skor tetap bertahan 1-1 pada masa normal.

Tentu, dunia kemudian mengenang Yashin sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang jaman. Membela timnas Uni Soviet dalam tiga kali Piala Dunia (1958, 1962, 1966) dan dua kali Piala Eropa (1960, 1964) serta mengantar tim “Beruang Merah” meraih emas Olimpiade 1956 di Melbourne, Yashin konon telah menggagalkan lebih dari 150 penalti sepanjang kariernya. Karena itu—atas jasanya pada rakyat dan negaranya—penjaga gawang yang selalu mengenakan seragam hitam-hitam saat bermain ini pun dianugrahi Order of Lenin pada 1967. Tetapi momen paling membanggakan dalam kariernya adalah ketika ia memenangi gelar European Player of the Year 1963. FIFA sendiri lantas mengganjalnya dengan penghargaan FIFA Order of Merit (1988) dan FIFA World Keeper of the Century (2000).

AS Melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Ekuador

AS Melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Ekuador

 

AS Melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Ekuador

Bandar Judi – Amerika Serikat berhasil melaju ke semifinal Copa America Centenario 2016, setelah mengalahkan Ekuador dengan skor tipis 2-1.

Pada laga perempatfinal yang dihelat di CenturyLink Field, Seattle, Jumat (17/6/2016) pagi WIB, AS turun dengan kekuatan terbaiknya. Pelatih Juergen Klinsmann hanya melakukan satu pergantian yakni Matt Besler menggantikan DeAndre Yedlin yang terkena hukuman larangan bermain.

Sementara di kubu Ekuador, pelatih Gustavo Quinteros memasukkan Michael Arroyo untuk Jaime Ayovi.

Ekuador mengambil inisiatif serangan sejak awal tapi tembakan keras Jefferson Montero masih melayang di atas mistar gawang AS yang dikawal Brad Guzan.

Peluang bersih pertama AS langsung berbuah gol pada menit ke-22 lewat Clint Dempsey. Bola panjang dari Bobby Wood mengarah ke Jermain Jones yang langsung melepaskan crossing ke kotak penalti yang disambut tandukan Dempsey ke tiang jauh. AS unggul 1-0.

Ekuador pun terpancing menyerang dan mengurung AS namun usaha mereka kerap terbentur kokohnya pertahanan tuan rumah.

Keasyikan menyerang, gawang Ekuador malah hampir kebobolan ketika serangan balik pada menit ke-43 membuat Alejandro Bedoya dalam posisi bebas. Tapi sayang, sepakannya malah mengarah tepat ke pelukan Alexander Dominguez.

Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Selepas jeda, Ekuador langsung tancap gas tapi sepakan Aroyo masih bisa ditepis Guzan.

AS dan Ekuador sama-sama harus kehilangan pemainnya karena diusir keluar lapangan pada menit ke-53. Ekuador kehilangan kaptennya, Antonio Valencia, yang kedapatan menendang Bedoya dan mendapat kartu kuning kedua.

Kesal dengan aksi Valencia, Jones lantas mengkonfrontasi Valencia yang malah berbuah kartu merah untuknya.

Di menit ke-65 AS menggandakan keunggulan lewat Gyasi Zardes. Kombinasinya dengan Dempsey di kotak penalti mampu memecah pertahanan tim tamu dan Zardes dengan mudah menceploskan bola ke gawang Ekuador.

Ekuador memperkecil skor jadi 1-2 di menit ke-74 usai tembakan first time Arroyo dari dalam kotak penalti tak kuasa dihadang Guzan.

Hingga laga berakhir usaha Ekuador menambah gol sia-sia sehingga AS lah yang melaju ke semifinal dan akan menunggu Argentina atau Venezuela.

Susunan Pemain

AS: Guzan; Besler, Cameron, Brooks, Johnson; Zardes (Birnbaum 94′), Bradley, Jones, Bedoya (Zusi 81′); Dempsey (Beckerman 74′), Wood.

Ekuador: Dominguez; Paredes (Ayovi 82′), Mina, Erazo, W. Ayovi; Noboa (Orellana 62′), Gruezo (Ramirez 72′); A. Valencia, Arroyo, Montero; E. Valencia.

Ini Dia Calon Pelatih Baru Brasil

Ini Dia Calon Pelatih Baru Brasil

 

 

Ini Dia Calon Pelatih Baru Brasil

Agen Judi – Federasi Sepakbola Brasil (CBF) bergerak cepat mendatangkan pengganti Carlos Dunga yang dipecat. Adalah pelatih Corinthians, Tite, yang akan jadi pelatih baru ‘Tim Samba’.

Dunga dipecat menyusul tersingkirnya Brasil di fase grup Copa America Centenario 2016 usai kalah 0-1 dari Peru di laga terakhir.

Setelah memecat Dunga, CBF tak mau lama-lama menunggu pencari pengganti Dunga dan pada akhirnya mereka pun menunjuk Tite yang saat ini tengah melatih klub Brasil Corinthians.

Memang belum ada pengumuman resmi dari pihak Brasil, namun kubu Corinthians lantas mengklaim bahwa Tite tak lama lagi akan mengisi posisi yang ditinggalkan Dunga.

Meski demikian, kubu Corinthians kesal dengan cara pendekatan CBF yang tak woro-woro ke pihak klub melainkan langsung ke Tite.

“Profesor Tite tak lagi jadi pelatih Corinthians, dan dia tidak akan memegang tim di laga besok (Kamis),” ujar Presiden Corinthians Roberto de Andrade seperti dikutip Soccerway.

“Dia memberi tahu saya pertama kali. Sampai 2 jam lalu, saya kira dia tidak aka pergi dan saya terkejut,” sambungnya

“Cleber Xavier, Matheus, anaknya, dan Edu Gaspar juga akan ikut bersamanya.”

“Saya sangat kesal dengan cara CBF membawa Tite dari sini. Saya tidak pernah mendapat telepon dari presiden.”

“Kini, ketika segalanya sudah tuntas, dia baru coba menelpon saya. Tim nasional tidak pantas mendapatkan Tite, mereka tidak terbiasa bekerja dengan etika seperti Anda lihat bagaimana cara mereka mengambilnya dari klub.”

“Tite harus berterima kasih kepada semua orang di sini atas hasil kerjanya. Corinthians sudah banyak berkembang dan juga Tite,” tuntas Andrade.

Bernama lengkap Adenor Leonardo Bacchi, Tite selama kariernya banyak melatih klub-klub lokal Brasil dan sempat menangani dua klub Timur Tengah, Al Ain dan Al-Wahda.

Sejak 2010 hingga 2016, Tite melatih Corinthians dengan dua kali meraih gelar Liga Brasil, satu Copa Libertadores, dan juara Piala Dunia Antarklub usai mengalahkan Chelsea pada 2012. Dalam periode itu Tite sempat istirahat melatih setahun dan melanglang buana ke Eropa untuk belajar.

Tite sendiri sempat digadang-gadang jadi pelatih Brasil usai Piala Dunia 2014, namun CBF malah memilih Dunga.

Cavani Tersanjung Diminati Atletico

Cavani Tersanjung Diminati Atletico

 

Cavani Tersanjung Diminati Atletico

Agen Poker – Striker Paris St. Germain, Edinson Cavani, mengaku tersanjung diminati Atletico Madrid. Cavani memikirkan untuk hengkang di musim depan?

Pesepakbola berusia 29 tahun itu bergabung PSG dari Napoli pada 2013. Selama tiga musim di Prancis, Cavani sukses menciptakan 81 gol dalam 148 penampilan di seluruh kompetisi, sekalipun sering dipasang melebar bukan posisi favoritnya sebagai penyerang tengah.

Kontrak Cavani di Parc des Princes akan habis pada 2018. Akan tetapi, masa depan Cavani sudah dispekulasikan sejak lama dengan kepindahan ke Premier League, dan kini Atletico.

Mereka adalah sebuah tim yang kompetitif yang sudah menunjukkan ketertarikannya kepadaku dan hal itu membuatku senang. Anda tidak pernah tahu apakah banyak hal bisa berjalan lebih jauh lagi,” ungkap Cavani dalam konferensi pers, yang dikutip Soccer Way.

“Sepakbola selalu berubah dan tidak akan pernah tahu …,” sambung striker Uruguay itu. “Sekarang aku masih pemain PSG dan aku harus menghormatinya. Akan tidak sopan untuk bericara lebih banyak soal hal ini.”

Diego Godin, kapten Atletico sekaligus rekan setim Cavani di Uruguay. Cavani mengungkapkan, selalu berkomunikasi secara intens dengan Godin.

“Kami semua teman di tim dan Diego selalu berkomunikasi dengan siapapun, sebagai kapten. Terkadang tidak terelakkan kami membicarakan tentang klub dia, dan wajar ketika dia memberi nasihat tentang banyak hal yang melibatkanku,” sambung Cavani.

Andalkan Kolektivitas Tim, Atletico Disebut Bisa Kalahkan Madrid

Andalkan Kolektivitas Tim, Atletico Disebut Bisa Kalahkan Madrid

 

Andalkan Kolektivitas Tim, Atletico Disebut Bisa Kalahkan Madrid

Agen Bola – Real Madrid dinilai unggul secara individual, tetapi Atletico Madrid unggul dalam kolektivitas tim. Oleh karenanya, Atletico disebut punya kans untuk menang.

Kedua tim akan bertemu di Milan, Minggu (29/5/2016) dini hari WIB, pada final Liga Champions. Dua tahun silam, kedua kesebelasan pernah bertemu di Lisbon pada final turnamen yang sama, di mana Madrid keluar sebagai pemenang lewat babak tambahan.

Tapi, melihat musim ini Atletico berhasil menyingkirkan Barcelona dan Bayern Munich sebelum mencapai partai puncak, Atletico diyakini punya kans cukup bagus untuk menundukkan Madrid. Setidaknya, demikianlah menurut eks gelandang Atletico, Juninho Paulista.

Juninho, yang pernah bermain dua musim untuk Atletico dari 1997/1998 hingga 1998/1999, menyebut Madrid punya sederet individu yang bisa menjadi penentu, tetapi kolektivitas Atletico sulit untuk diruntuhkan.

“Kalau melihat dari sisi individu, Real Madrid lebih baik daripada Atletico dan punya pemain (Cristiano Ronaldo) yang bisa membuat perbedaan kapan pun,” ujar Juninho kepada Omnisports.

“Tapi, di Atletico Madrid, kita melihat sebuah grup, yang mungkin lebih kuat daripada Real Madrid, terutama kalau melihat spirit tim mereka. Mereka bisa menyingkirkan dua tim, yang menurut saya adalah dua tim terbaik di dunia, Barcelona dan Bayern Munich.”

“Jadi, buat saya, Atletico punya momentum bagus untuk mengalahkan Real Madrid,” kata Juninho.

Musim ini, dalam dua pertemuan di La Liga, tidak sekalipun Madrid bisa meraih kemenangan atas Atletico. Setelah bermain 1-1 di Vicente Calderon pada bulan Oktober 2015, Atletico menang 1-0 atas Madrid di Santiago Bernabeu pada Februari 2016.

Saul: Atletico Dalam Kondisi Fisik dan Metal yang Prima

Saul: Atletico Dalam Kondisi Fisik dan Metal yang Prima

 

Saul: Atletico Dalam Kondisi Fisik dan Metal yang Prima

Agen Bola – Atletico Madrid sedang dalam kondisi prima untuk melakoni pertandingan final Liga Champions melawan Real Madrid. Hal itu seperti diungkapkan oleh Saul Niguez.

Pertandingan final Liga Champions antara Atletico melawan Madrid akan berlangsung, Minggu (29/5) dini hari WIB. Laga itu akan dihelat di San Siro, Milan.

Menatap pertandingan itu, Atletico sedang dalam laju bagus saat melawan Madrid. Dalam 10 pertandingan terakhir, mereka memetik lima kemenangan, empat hasil imbang, dan cuma sekali menelan kekalahan.

Di pertandingan terakhir, Atletico memetik kemenangan tipis 1-0 saat berhadapan di Santiago Bernabeu. Di pertandingan pada 27 Februari lalu, Antoine Griezmann yang menjadi pencetak golnya.

Hasil pertandingan itu yang membuat Saul optimistis menatap pertandingan di Milan di akhir pekan ini.

“Kami berada dalam performa bagus secara mental dan lebih bagus lagi secara fisik. Kami tahu bahwa kami menghadapi tim yang sangat bagus dan semua bisa terjadi. Tapi, pertemuan sebelumnya memberi kami keyakinan besar soal peluang kami,” kata Saul di Marca.

“Ini akan menjadi laga dengan peluang 50-50 yang akan diputuskan dengan detil-detil kecil. Itulah yang akan menentukan pertandingan besar ini dengan tekanan pada setiap tim,” imbuhhnya.

Smalling: Trofi Piala FA Akan Angkat Moral Pemain Muda MU

Smalling: Trofi Piala FA Akan Angkat Moral Pemain Muda MU

 

Smalling: Trofi Piala FA Akan Angkat Moral Pemain Muda MU

Bandar Casino – Manchester United sudah berhasil memenangi ajang Piala FA musim ini. Keberhasilan itu diyakini sudah mengangkat moral pemain muda The Red Devils.

MU menjadi juara Piala FA setelah menang 2-1 atas Crystal Palace. Pertandingan di Wembley, Sabtu (21/5/2016) malam WIB, berlangsung hingga babak tambahan.

Jason Puncheon membuat MU tertinggal lebih dulu, sebelum menyamakan kedudukan lewat Juan Mata. Jesse Lingard akhirnya menjadi penentu kemenangan dengan gol yang dicetaknya.

Lingard, pemain 23 tahun, menjadi salah satu pemain muda MU yang bersinar musim ini. Selain dia, ada juga nama-nama seperti Anthony Martial, Marcus Rashford, dan Timothy Fosu-Mensah.

Wakil kapten MU, Chris Smalling, bilang bahwa keberhasilan musim ini akan membuat pemain-pemain muda MU itu bisa mempunyai keyakinan tinggi untuk bisa jauh lebih berprestasi.

“Kami mempunyai banyak pemain muda yang menunjukkan diri di musim ini dan cukup sering mereka unjuk gigi di laga besar,” ujar Smalling di Soccerway.

“Saya sangat antusias untuk Jesse karena itu merupakan sepakan yang luar biasa yang layak untuk memenangi pertandingan apapun.”

“Saya pikir itu akan membantu saat ada beberapa pemain muda dan Anda bukan satu-satunya, maka Anda mungkin akan sedikit kagum.”

“Ada banyak pemain muda yang mendapatkan kesempatan pertama untuk mengangkat piala pertama mereka, itu akan memberi mereka keyakinan besar untuk menatap musim depan.”

“Saat Anda menuju ke musim berikutnya Anda mempunyai pengalaman memenangi suatu ajang yang masih segar di kepala Anda dan itu yang harus kami bangun dan memastikan bahwa musim depan kami finis dengan memenangi suatu ajang,” tambahanya.

Ronaldo Tidak Boleh Mendapat Hari Terbaiknya

Ronaldo Tidak Boleh Mendapat Hari Terbaiknya

Ronaldo Tidak Boleh Mendapat Hari Terbaiknya

 

Agen Casino Online – Pelatih baru Getafe, Juan Esnaider, berharap Cristiano Ronaldo tidak mendapat hari terbaiknya. Pernyataan tersebut ia sampaikan jelang pertandingan antara Getafe melawan Real Madrid pada hari ini, Sabtu 16 April 2016.

Esnaider menjadi pelatih baru Getafe pada awal minggu ini. Ia dipercaya menggantikan Fran Escriba yang dipecat klub asal Spanyol tersebut karena gagal mengantarkan timnya keluar dari zona degradasi La Liga.

CR7 sendiri sebelumnya sukses mencetak hattrick saat menjamu Wolfsburg di Liga Champions. Padahal pada leg pertama di Volkswagen Arena, Los Blancos tertinggal dua gol. Oleh karena itu, kemenangan skuad asuhan Zinedine Zidane dengan agregat 3-2 menjadi pukulan tresendiri bagi Esnaider.

“Ronaldo mengetahui apa yang ia mampu lakukan. Ia mengetahu bagaimana cara menyiksa tim lain, dan jika ia memiliki hari yang baik maka Anda tidak akan dapat menghentikannya,” tegas Esnaider, sebagaimana dlansir Soccerway, Sabtu (16/4/2016).

“Kami bisa menang melawan Real Madrid bila kami percaya diri, namun jika kami tidak berpikir dapat memenangkan pertandingan, maka game ini akan menjadi sangat sulit,” tandasnya.